Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Heboh

Pengakuan MAR Siswa yang Bacok Guru di Madrasah Aliyah Yasua, Bikin Polisi Kaget

Beginilah kondisi terkini guru Fathur, korban pembacokan yang dilakukan murid Madrasah Aliyah (MA) Yasua, yang mana juga tempatnya mengajar.

Editor: Alpen Martinus
Kolase Surya.co.id
Pelaku pembacokan guru MA Yasua telah ditangkap pihak kepolisian di kawasan Grobogan, Selasa (26/9/2023). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh seorang siswa kepada guru di Madrasah Aliyah (MA) Yasua menuai perhatian.

Kasus tersebut kini sudah ditangani oleh Polres Demak.

Penganiayaan yang dimaskud adalah sang guru dibacok oleh seorang siswa.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Alasan Seorang PNS Curi HP Siswa SMA, Mengaku untuk Tambahan Uang Rokok

Pascakejadian, guru bernama Fathur tersebut dilarikan ke rumah sakit.

Beruntung akibat kejadian tersebut Fatur tidak sampai meninggal dunia, bahkan keadaannya semakin membaik.

Kini MAR pelaku pembacokkan sudah diamankan di Polres Demak.

Beginilah kondisi terkini guru Fathur, korban pembacokan yang dilakukan murid Madrasah Aliyah (MA) Yasua, yang mana juga tempatnya mengajar.

Baca juga: Kecelakaan Maut, Seorang Siswa Tewas, 2 Pejalan Kaki Pelajar SMK Ditabrak Mobil

Setelah dibacok oleh muridnya, guru Fathur langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan sebab luka cukup serius di leher dan tangannya.

Bahkan, guru Fathur sempat dirawat di IGD Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi Kota Semarang.

Kini, kondisi guru Fathur disebut makin membaik oleh pihak rumah sakit.

Dia pun telah dipindahkan, dari IGD ke ruang rawat inap yang berada di lantai dua rumah sakit.

Baca juga: Viral Siswa SMP Tampar 8 Adik Kelas Secara Bergantian Menggunakan Sendal, Tuai Sorotan Warganet

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kemenag Demak Afief Mundzier. Dia mengatakan untuk saat ini guru Fatkur kondisinya semakin membaik.

"Kaitan dengan perkembangan terbaru untuk pak fatkur hari ini kami sudah mendapatkan progres laporan, alhamdhulilah sudah bisa pindah ke ruangan merak lantai dua," kata Afief, melansir Tribun Jateng, Selasa (26/9/2023).

Dia menjelaskan bahwa sebelum Fatkur dirawat di IGD terlebih dahulu, namun korban sudah dipindahkan ke ruangan Merak.

"Tentu ini progres luar biasa, semalam IGD saat ini sudah ada di ruang merak lantai dua rumah sakit Dr Kariadi Semarang," ungkapnya.

Dengan dipindahkannya Fatkur kata Kemenag Demak, kondisi korban semakin hari mulai membaik.

"Maknanya berarti yang bersangkutan progres recovery kesehatan semakin meningkat dan baik," ujarnya.

Afief meminta kepada masyarakat untuk mendoakan kesembuhan kepada Fatkur.

"Kami berharap berdoa bersama yang bersangkutan proses recoverynya bisa lebih cepat ," tutupnya. 

Hal serupa juga disampaikan, Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Winardi menambahkan, saat ini korban masih mendapat perawatan serius di RS Kariadi Semarang akibat perbuatan muridnya itu.

"Alhamdulillah, menurut informasi dari keluarga korban, perkembangan korban sangat baik setelah di rujuk di RS Kariadi Semarang, korban saat ini sudah dapat diajak komunikasi," kata Kasat Reskrim kepada Tribunjateng.

Pelaku Murid MA Yasua Telah Ditangkap

Tak sampai 24 jam, MAR, pelaku pembacokan ada guru MA Yasua pun berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya, di sebuah rumah kosong wilayah Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Grobogan, pada pukul 23.30 WIB.

Dalam video detik-detik penangkapan MAR yang beredar di media sosial Instagram, tampak mobil putih milik anggota reserse yang berhenti di Depan sebuah rumah.

“Ini sudah ketemu, langsung dibawa ke Polsek Gubug,” ucap perekam video.

Kemudian dalam video berikutnya, pelaku digiring masuk ke dalam mobil dengan kendisi tangan diborgol di depan.

Saat ditanya petugas di dalam mobil, pelaku mengaku dirinya tak diberi kesempatan untuk sekolah. 

Ceritane piye ndek ingi? (Ceritanya gimana kemarin?)” tanya petugas.

Pelaku mengatakan jika ia sudah tak diberi kesempatan lagi untuk sekolah. 

“Ceritane yo aku ogak dikek i kesempatan maneh pak.(Ceritanya aku sudah tidak diberi kesempatan untuk sekolah),” jawab R.

“Kesempatan apa?” Tanya petugas lagi.

“Kesempatan sekolah gitu,” 

Mendengar itu, petugas pun kaget.

“Lho ora diwenei kesempatan sekolah? (Lho nggak dikasih kesempatan sekolah?)”

“Kan udah terlalu banyak kesempatane nggo aku,” ucap R dengan suara lírih.

Barang Bukti Disita Polisi

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa sebilah sabit atau clurit dengan panjang sekitar 40 cm yang memiliki gagang besi.

Selanjutnya pakaian seragam sekolah pelaku yang digunakan saat pembacokan dan sepeda motor Supra X berwarna hitam dengan nomor polisi H 2241 BW.

Motif Pembacokan

Kasatreskrim AKP Winardi, mengungkapkan bahwa pelaku adalah seorang siswa kelas X di MA Yasua.

Motif pelaku melakukan pembacokan karena merasa tidak diberi kesempatan oleh korban untuk menyelesaikan tugas persyaratan kenaikan kelas.

Tugas tersebut seharusnya dikumpulkan paling lambat pada hari Sabtu (23/9/2023).

Menurut keterangan korban, guru-guru yang lain sudah mencoba untuk membujuk korban agar memberi kesempatan kepada pelaku. 

Namun, korban tetap bersikeras tidak memberikan kesempatan tersebut dengan alasan bahwa waktu pengumpulan tugas telah berakhir.

"Dalam situasi seperti ini, perlakuan korban telah menyakitkan hati pelaku, yang kemudian mendorongnya untuk merencanakan dan melaksanakan serangan terhadap korban," kata AKP Winardi, dikutip dari Tribun Jateng.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved