Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Suami Gagal Bayar Hutang, Seorang WNI Diculik di Malaysia

Suami korban hutang sekitar Rp 1,7 miliar. Untuk itu, para pelaku pun meminta tebusan untuk membebaskan korban.

Editor: Isvara Savitri
Pixabay.com
Ilustrasi penculikan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang warga negara Indonesia (WNI) kembali menghadapi masalah di luar negeri.

Kali ini, kabar tersebut datang dari Negeri Jiran.

Kantor Berita Malaysia, Bernama, mengatakan bahwa seorang perempuan asal Medan diculik, bahkan dikurung.

Dalam masa kurungannya, ia juga mengalami siksaan oleh sekelompok pria.

Penculikan dan penyiksaan tersebut berlangsung selama 10 hari di beberapa negara bagian Malaysia.

Ya, mereka berpindah tempat.

Penculikan tersebut merupakan imbas dari suami korban yang gagal melunasi hutang.

Hutang tersebut sejumlah 540.000 ringgit Malaysia atau Rp 1,7 miliar. 

Kepala Polisi Penang, Datuk Khaw Kok Chin, mengatakan korban yang berusia 34 tahun, diculik pada tanggal 7 September di Paya Terubong. Penculikan terjadi saat ia sedang dalam perjalanan liburan bersama tiga teman perempuannya.

"Namun, para tersangka membebaskan teman-teman perempuan tersebut tanpa terluka dan korban dibawa ke Butterworth di mana dia dikurung. Para tersangka juga menyekap korban di beberapa lokasi yang berbeda untuk menyulitkan polisi menemukannya," terang dia pada Jumat.

Baca juga: Link Live Streaming Barcelona vs Celta Vigo Liga Spanyol, Malam Ini Pukul 23.00 WIB

Baca juga: Kisruh Rapat Paripurna DPRD Mitra Sulawesi Utara, James Sumendap: Mereka Tidak Tahu Aturan

Khaw menjelaskan, tersangka utama kemudian meminta uang tebusan kepada suami korban yang berusia 47 tahun di Indonesia.

Dikatakan, suami korban lalu melakukan dua kali transaksi dengan total uang 50.750 ringgit Malaysia (sekitar Rp165 juta).

"Tetapi, para tersangka masih belum membebaskan korban dan telah meminta pembayaran tambahan hingga sebesar 540.000 ringgit Malaysia dari suami perempuan tersebut," kata dia dalam sebuah konferensi pers.

Khaw menjelaskan, karena khawatir dengan keselamatan istrinya, suami korban memutuskan untuk datang ke Malaysia dan membuat laporan polisi di kantor polisi Kinrara di Selangor pada 15 September.

Laporan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Operasi Scorpion Rantai yang diluncurkan untuk menemukan WNI tersebut.

Ilustrasi bocah korban penculikan yang ditemukan tewas di Kota Makassar, Sulsel. (TABLOID NOVA)
Ilustrasi bocah korban penculikan yang ditemukan tewas di Kota Makassar, Sulsel. (TABLOID NOVA) (TABLOID NOVA)
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved