Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kantor Bupati Pohuwato Dibakar

Berikut 4 Tuntutan Pengunjuk Rasa di Pohuwato Gorontalo Hingga Bakar Kantor Bupati, Soal Tambang

Pasalnya aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan pembakaran kantor Bupati Pohuwato.

|
Editor: Alpen Martinus
Istimewa
Kantor Bupati Pohuwato, Gorontalo dibakar para pendemo yang kecewa lantaran lahan tambang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aksi ribuan masyarakat dan penambang di Pohuwato, Gorontalo menuai sorotan.

Pasalnya aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan pembakaran kantor Bupati Pohuwato.

Aksi massa tersebut tak sanggup dikendalikan oleh polisi yang berjaga.

Baca juga: Berikut 2 Kantor yang Dibakar Pengunjuk Rasa di Pohuwato Gorontalo, Termasuk Gedung Pemkab

Kejadian tersebut cukup mengejutkan warga sekitar.

ternyata mereka juga membakar kantor perusahaan tambang Pohuwato, PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PT PETS), Kamis (21/9/2023).

Massa aksi yang berasal dari berbagai elemen masyarakat Pohuwato, Gorontalo, melakukan aksi demonstrasi kantor PT PETS.

Mereka menuntut perusahaan tambang tersebut untuk menghentikan aktivitasnya karena dinilai telah merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

Baca juga: Kronologi Peristiwa Pembakaran Kantor Bupati Pohuwato Gorontalo oleh Massa

Aksi demonstrasi yang awalnya berjalan damai, kemudian berubah menjadi anarkis.

Massa aksi mulai melempari kantor PT PETS dengan batu dan kayu. Tak lama kemudian, massa aksi berhasil membakar kantor tersebut.

Akibat kebakaran tersebut, kantor PT PETS mengalami kerusakan yang cukup parah. Aktivitas perusahaan tambang tersebut juga terpaksa dihentikan sementara.

Massa aksi demonstrasi membakar kantor PT PETS karena memiliki sejumlah tuntutan, antara lain:

Baca juga: Penyebab Kantor Bupati dan DPRD Pohuwato Dibakar, 2.500 Pendemo Tuntut Ganti Rugi Lahan Tambang

Meminta perusahaan tambang untuk menghentikan aktivitasnya karena dinilai telah merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

Meminta perusahaan tambang untuk memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak aktivitas tambang.

Meminta pemerintah daerah untuk mengawasi aktivitas perusahaan tambang agar tidak merugikan masyarakat.

Kebakaran kantor PT PETS merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap perusahaan tambang.

Masyarakat menilai bahwa perusahaan tambang telah mengabaikan dampak negatif dari aktivitasnya.

Tuntutan pengunjuk rasa

Sebanyak 2.500 warga yang turun melakukan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Kamis (21/9/2023). 

Ribuan massa ini mengatasnamakan Forum Persatuan Ahli Waris IUP 316 dan Ahli Waris Penambang Pohuwato. 

Dari surat pemberitahuan yang dikirim koordinator aksi ke Kapolres Pohuwato, massa disebut berkumpul di Lapangan Buntulia yang berada di kecamatan yang sama. 

Ada 100-an motor yang berkonvoi menuju titik aksi, ditambah dengan 50-an bentor. Juga ada mobil roda 4 serta sejumlah instrumen demonstrasi. 

Adapun 4 tuntutan yang dibawa yakni:

1. Kembalikan hak lokasi warisan leluhur masyarakat penambang Pohuwato

2. Hentikan aktivitas di atas tanah warisan leluhur masyarakat penambang Pohuwato

3. Selesaikan seluruh apa yang menjadi hak-hak kami atas lokasi 2.135 titik sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,

4. Kembalikan IUP OP 316 milik kami masyarkaat penambang Pohuwato.

Hingga berita ini dimuat, para massa sudah berada di lokasi. Kondisi sempat tak terkendali, massa semakin emosi di tengah terik matahari. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribungorontalo.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved