Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kantor Bupati Pohuwato Dibakar

Warga Gorontalo di Kota Manado Prihatin dengan Kejadian Pembakaran Kantor Bupati Pohuwato

Massa beringas karena menuntut pembayaran ganti rugi lahan dari dua perusahaan tambang emas di kabupaten Pohuwato.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rizali Posumah
HO/Kolase
Ivan Umar warga Bumi Beringin Kota Manado Sulawesi Utara asal Gorontalo dan Kasma Tolinggi warga Ketang Baru Kecamatan Wonasa, yang juga asal Gorontalo. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kantor Bupati Pohuwato, Provinsi Gorontalo dibakar oleh para penambang yang menggelar aksi demonstrasi, Kamis (21/9/2023). 

Awalnya massa aksi melempari kantor bupati dengan kayu dan batu. 

Kaca jendela terdengar berdenting jatuh. Ratusan massa tak mau ambil pusing. 

Massa beringas karena menuntut pembayaran ganti rugi lahan dari dua perusahaan tambang emas di kabupaten berjarak 220 km sebelah selatan ibu kota provinsi Gorontalo itu.

Ivan Umar warga Bumi Beringin Kota Manado Sulawesi Utara yang melihat informasi tersebut begitu prihatin dengan kejadian tersebut.

Menurutnya pemerintah dan masyarakat harus mengambil sikap tenang tanpa melakukan aksi anarkis yang berlebihan.

"Sebagai warga berdarah Gorontalo, saya justru kaget tiba-tiba hal ini bisa terjadi, semestinya ini harus cepat diselesaikan agar tidak kejadian yang berkelanjutan," jelasnya

Hal senada disampaikan oleh Kasma Tolinggi warga Ketang Baru Kecamatan Wonasa, yang juga asal Gorontalo.

Dia mengaku kecewa dengan peristiwa tersebut.

"Kenapa harus berakhir seperti ini, saya tau masyarakat bisa berpikir lebih baik tanpa melakukan pembakaran," jelasnya

Dia berharap pihak aparat harus mengambil langkah tegas dengan adanya masalah ini.

"Harus ditangani sebaik-baiknya, mari torang samua cinta akan kedamaian, baku bae dengan baju sayang," jelasnya

Diketahui Para demonstran awalnya mendatangi kantor PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) dan meluapkan kekecewaan mereka dengan merusak kantor dan fasilitas operasional tambang setempat.

Karena tidak ada satupun perwakilan yang berhasil ditemui, para demonstran kemudian pergi menuju Kantor Bupati Pohuwato yang dikawal ketat ratusan aparat kepolisian.

Setelah menyampaikan protes, para demonstran akhirnya membakar fasilitas yang ada di lobi kantor Bupati Pohuwato. Banyaknya para demonstran membuat aparat keamanan tidak bisa berbuat banyak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved