Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Bocoran Deklarasi Prabowo Subianto dan Cawapresnya, Tempatnya Strategis

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani merespon terkait peluang Prabowo Subianto akan deklarasi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di Jawa Timur.

Editor: Alpen Martinus
TRIBUNNEWS.COM
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Partai Gerindra pun segera menyatakan sikap mereka soal Pilpres 2024.

Mereka segera mendeklarasikan Capres dan Cawapres sekaligus.

Tak seperti dua partai lain yang baru mendeklarasikan Capres.

Baca juga: Koalisi KKIR Bubar, Gerindra Nyatakan Kerja Sama dengan PKB Berakhir

Pengurus Gerindra pun memberikan bocoran soal deklarasi tersebut.

Ada beberapa lokasi yang diprediksi bisa menjadi tempat deklarasi nanti.

Namun lokasi yang paling kuat diprediksi adalah Jawa Timur.

Jika semua partai sudah mengumumkan Capres dan Cawapres, bisa diprediksi kekuatan pada Pilpres 2024 mendatang.

Baca juga: Daftar Calon Caleg Sementara DPRD Sulut dari Partai Gerindra, Ada 45 DCS, Berikut Nama Lengkapnya

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani merespon terkait peluang Prabowo Subianto akan deklarasi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di Jawa Timur.

Mengingat, Jawa Timur merupakan wilayah yang bakal digadang-gadang menjadi kunci kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 nanti.

"Pak Prabowo nanti deklarasi di tempat strategis jumlah penduduknya besar," kata Ahmad Muzani usai menghadiri konsolidasi Akbar Prabowo Presiden Gerindra Menang di salah satu hotel di Kabupaten Gresik, Sabtu (2/9/2023) malam.

Ahmad Muzani datang ke Gresik untuk datang konsolidasi akbar Jawa Timur daerah pemilihan Gresik dan Lamongan.

Baca juga: Tensi Politik Naik, Conny Rumondor Minta Kader Gerindra Sulut Tenang, Fokus Menangkan Hati Rakyat

Mengecek langsung persiapan kemenangan Pilpres, kemenangan Prabowo Subuanto, kemenangan Gerindra di Gresik dan Lamongan.

Ditambah lagi persiapan cukup siap, menggembirakan. Partai ke depan semua stakeholder 2024 bisa menang di dua Kabupaten ini.

"Kami cek masih ada waktu kurang lebih 5,5 bulan memiliki kesiapan," katanya.

Jawa Timur, kata Muzani, merupakan provinsi yang penting bagi kemenangan Prabowo Subianto.

Jawa Timur memiliki penduduk besar kedua setelah Jawa Barat.

"Ini harus menjadi sebuah tempat pertarungan kompetitif kesiapan tidak boleh disia-siakan masih ada waktu. Situasi saat ini lebih baik dibanding 2019 penerimaan masyarakat jauh lebih terbuka besar, banyak tokoh Jawa Timur, ulama tokoh masyarakat, kyai, pemimpin lain di Jawa Timur. Kami optimis besar di Jawa Timur," tutupnya.

Sementara itu, Partai NasDem merespon soal absennya PKS di Deklarasi Anies-Muhaimin di Surabaya.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak nampak dalam deklarasi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebagai pasangan Pilpres 2024, di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (2/9/2023).

Hal ini jadi pertanyaan mengingat PKS sebelumnya berada satu gerbong pendukung Anies.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan pihaknya mendapat informasi jika PKS tengah mempersiapkan agenda internal mereka.

"Yang saya dengar sedang mempersiapkan rapat majelis syuro persiapan untuk memperkuat ini," kata Surya saat dikonfirmasi seusai acara.

Sebelum digelarnya deklarasi, Aboe Bakar Al-Habsy yang merupakan Sekretaris Jenderal PKS sempat berada di Surabaya.

Dia bertemu dengan Surya Paloh disela kegiatan Partai NasDem di Hotel Shangri-La.

Surya mengatakan, dirinya sudah menyampaikan perihal deklarasi tersebut. "Sudah saya laporkan dan berbicara itu," ungkap Surya Paloh.

Sementara itu, Koordinator Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP NasDem, Suyoto membantah jika absennya PKS merupakan tanda keretakan koalisi.

Sebab dia masih berkeyakinan bahwa PKS masih satu gerbong.

Dia juga mendengar jika saat ini PKS masih melakukan mekanisme internal.

"Mereka kan punya mekanisme internal, karena ini kan cepat. Saya kira, kita hormati mekanisme internal mereka," ungkapnya dikonfirmasi terpisah.

Mantan Bupati Bojonegoro itu mengaku sejauh pemahamannya, PKS masih solid bersama NasDem.

"Tapi, mereka kan punya mekanisme internal. Karena proses ini kan cepat sekali," tandasnya.

Sementara itu, setelah resmi menjadi Cawapres, Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin maupun Gus Imin mengaku, bahwa dirinya sudah kenal lama dan banyak kesamaan dengan Capres Anies Baswedan.

Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh dirinya saat berpidato di acara deklarasi resmi Amin (Anies-Cak Imin) di Hotel Majapahit Surabaya. Sabtu (2/9/23).

"Yang saya paling bersyukur, saya dan mas Anies bukan orang lain, kami sudah sangat kenal lama saat menjadi mahasiswa di UGM, istilahnya mas Anies kita selesaikan podo tonggo fakultase," ujar Cak Imin.

"Saya di Fisipol, mas Anies di Ekonomi. Beliau aktif sebagai mahasiswa begitu pula dengan saya, kami juga sudah kenal lama. Kemudian, mengikuti alur hidup masing-masing," imbuhnya.

Singkat cerita, lanjut Cak Imin menerangkan, sampailah pada saat mas Anies jadi capres.

"Jadi saya dan mas Anies sudah saling lirik-lirikan lama, tapi tampaknya belum takdirnya. Hingga saat ini ternyata kami bukan hanya bisa bertemu, tapi juga bersama-sama siap untuk berjuang untuk rakyat dan bangsa ini," ujar cicit pendiri NU itu.

Dalam pidatonya, Cak Imin juga menyampaikan, bahwa dirinya merasa kagum dengan sosok Anies.

"Saya dengan mas Anies ini kagum bukan hanya karena pikiran, gagasan, dan langkah-langkahnya, tapi saya melihat perjalanan sejarah intelektual mas Anies menjadi inspirasi bagi kita semua," kata dia.

Selain itu, diakui Cak Imin, dirinya dengan Anies punya banyak kesamaan.

"Mas Anies juga cucu pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia pak Abdurrahman Baswedan yang berkomitmen untuk membela bangsa dan negara yang terus berjuang memerintahkan seluruh pengikut-pengikutnya untuk tidak pernah lelah dan mencintai serta memajukan bangsa Indonesia."

"Sama seperti saya, saya juga cucu dan cicit dari Almukarrom Mbah Bisri Syansuri yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Bahkan menjadi kepala staf Markas Ulama di Surabaya ini untuk menjadi posko pengusiran penjajah."

"Jaman berlangsung dan alhamdulilah Mbah Bisri Syansuri bersama Mbah Wahab mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) yang setia dan cinta kepada NKRI untuk kemajuan kita bersama," kata Cak Imin.

Kesamaan sejarah dirinya dan Anies dinilainya bisa menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

"Kesamaan sejarah saya dan mas Anies ini insyaallah dengan niat yg sungguh-sungguh akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari amanat sejarah dan amanat perjuangan, amanat cita-cita, amanat meneruskan berbagai momentum para pendahulu kita semua."

"Moga-moga mohon doanya untuk seluruh ulama, kita bisa meneruskan spirit dan semangat juang serta keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai dan cita-cita untuk memajukan bangsa kita," ucapnya.

Sekadar informasi, hari ini menjadi hari sejarah bagi Partai Nasdem dan PKB.

Tepat di Hotel Majapahit Surabaya, Anies Baswedan yang diusung menjadi Capres oleh Nasdem resmi bersanding dengan Cawapres Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin maupun Gus Imin. Cak Imin sendiri adalah Ketua Umum PKB.

Duet pasangan Capres Anies dan Cawapres Cak Imin dinamakan AMIN.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: TribunJatim.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved