Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polimdo

Polimdo dan Unsrat Bekali Inovasi Teknologi Pembuatan Bata Beton di Desa Liwutung Dua Sulawesi Utara

Masyarakat di Desa Liwutung Dua Kabupaten Mitra terlebih kelompok Usaha 'Suwala' mendapat bekal ilmu dari dosen dari Polimdo dan Unsrat

Editor: David_Kusuma
Dok Polimdo
Tim PKM Polimdo dan Unsrat Bekali Inovasi Teknologi Pembuatan Bata Beton di Desa Liwutung Dua 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masyarakat di Desa Liwutung Dua, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, terlebih kelompok usaha 'Suwala' mendapat bekal ilmu dari dosen Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Kelompok ini diajarkan tentang implementasi teknologi pembuatan bata beton berbahan dasar kaolin dan abu terbang, yang adalah material lokal di Sulawesi Utara, guna peningkatan kualitas produk dan produktivitas kelompok usaha di Desa Liwutung Dua.

Kegiatan ini dilakukan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang terdiri dari Ketua Dr Steve WM Supit ST M Eng dari Jurusan Teknik Sipil Polimdo.

Kemudian anggota Priyono SST M dari Jurusan Teknik Mesin Polimdo dan Dr Joy Tulung dari Jurusan Manajemen Unsrat Manado.

Hibah pendanaan kegiatan dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan dana sebesar Rp.39.080.000.

Tim PKM Polimdo dan Unsrat Bekali Inovasi Teknologi Pembuatan Bata Beton di Desa Liwutung Dua
Tim PKM Polimdo dan Unsrat Bekali Inovasi Teknologi Pembuatan Bata Beton di Desa Liwutung Dua (Dok Polimdo)

Menurut Steve Supit tujuan kegiatan adalah dalam rangka menghilirisasi hasil penelitian berupa teknologi campuran bata beton menggunakan material kaolin yang adalah sumber daya alam yang tersedia di Kabupaten Minahasa.

Abu terbang yang adalah limbah hasil pembakaran batu bara yang diambil dari PLTU 2 Amurang Kabupaten Minsel.

"Berdasarkan hasil penelitian, material-material ini dapat menggantikan sebagian fungsi semen sebagai perekat dalam pembuatan bata beton dengan hasil kekuatan dan karakteristik yang lebih tinggi dibandingkan dengan campuran bata beton konvesional," ujarnya, Selasa (25/7/2023).

Kegiatan berlangsung di Balai Pertemuan Desa Liwutung Dua dan dihadiri oleh Kepala Bidang Perekonomian, Sumber Daya Manusia, Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kabupaten Mitra Thelma Vanda Adam ST.

Selanjutnya Kepala Desa Liwutung Dua Dra Jelly Ratulangi dan narasumber pengelolaan usaha Heidy Pesik SE MSA sebagai konsultan keuangan.

Tim PKM Polimdo dan Unsrat Bekali Inovasi Teknologi Pembuatan Bata Beton di Desa Liwutung Dua
Tim PKM Polimdo dan Unsrat Bekali Inovasi Teknologi Pembuatan Bata Beton di Desa Liwutung Dua (Dok Polimdo)

Serta dihadiri oleh perangkat desa, pendamping desa dan mitra kelompok usaha “SUWALA” dengan ketua kelompok Elvis Rompas.

Tim pelaksana juga hadir bersama-sama dengan mahasiswa dari Jurusan Teknik Sipil dan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Manado, yang terlibat dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

Adapun pelaksanaan kegiatan akan dilakukan selama bulan Juli – November 2023 mencakup kegiatan workshop inovasi teknologi pembuatan bata beton, modifikasi peralatan pembuatan bata beton guna meningkatkan kualitas dan produktivitas kelompok usaha, focus group discussion tentang pengelolaan usaha, dan aplikasi pemanfaatan bata beton hasil inovasi.

Tim PKM Polimdo dan Unsrat Bekali Inovasi Teknologi Pembuatan Bata Beton di Desa Liwutung Dua
Tim PKM Polimdo dan Unsrat Bekali Inovasi Teknologi Pembuatan Bata Beton di Desa Liwutung Dua (Dok Polimdo)

Penutupan kegiatan akan dilakukan sekaligus dengan penandatangan berita acara serah terima teknologi dan hasil modifikasi peralatan serta launching produk baru bata beton hasil produksi kelompok usaha “SUWALA”.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dihasilkan produk bata beton yang lebih berkualitas dan bernilai unggul yang mendukung program konstruksi hijau melalui pemanfaatan limbah industri sebagai material konstruksi yang berkelanjutan yang pada akhirnya akan berdampak pada pengembangan kelompok usaha yang lebih produktif, berdaya saing dengan kesejahteraan yang semakin meningkat. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved