Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Perjalanan Soekarno

Soekarno Tinggal di Manado, ke Gorontalo dengan Pesawat Ampibi dan Nikahi Pramugari Asal Bolmong

Perjalanan Soekarno, pernah Tinggal di Manado, ke Gorontalo dengan Pesawat Ampibi dan Nikahi Pramugari Asal Bolmong atau Bolaang Mongondow.

Kolase/Tribunmanado.co.id/Kompas.com
Rumah Soekarno di Manado dan Museum Soekarno di Gorontalo. 

Lantai keramik warna putih tampak mengilap pertanda senantiasa disapu atau dipel. Langit-langit rumah cukup tinggi, yakni sekitar 5 meter, membuat udara di dalam ruangan menjadi lega atau tidak pengap.

”Saya menjaga dan membersihkan ruangan ini setiap hari. Tapi, tidak terlalu banyak tamu yang berkunjung ke sini,” ujar Mamin Adam (31), penjaga museum tersebut.

Dari buku catatan tamu, hanya sekitar 600 orang saja yang berkunjung ke museum sepanjang 2010. Lalu, jumlah itu meningkat menjadi sekitar 1.000 orang pada 2011.

Menurut Mamin, meningkatnya jumlah tamu karena pada Oktober 2011 ada hajatan peringatan Hari Pangan Sedunia yang diperingati di Indonesia dan dihadiri perwakilan dari 33 provinsi di Indonesia.

”Banyak perwakilan dari berbagai provinsi yang turut memperingati Hari Pangan Sedunia di Gorontalo saat itu singgah ke museum ini. Kalau dari warga Gorontalo sendiri, justru jarang yang berkunjung,” tutur Mamin. (tribunnews.com)

Menikah dengan Perempuan Asal Bolaang Mongondow Sulawesi Utara

Salah satu istri Soekarno adalah perempuan asal Sulawesi Utara, tepatnya Bolaang Mongondow. 

Nama perempuan itu Kartini Manoppo. Dia dulunya pernah berprofesi sebagai pramugari.

Kartini adalah istri kelima Soekarno.

Kartini Manoppo lahir di tahun 1939.

Kartini Manoppo merupakan putri bangsawan Bolaang Mongondow.

Melansir Intisari, awalnya, Soekarno menghadiri sebuah pameran lukisan yang diselenggarakan oleh pelukis Basuki Abdullah pada 1959.

Saat melihat salah satu lukisan yang dipamerkan, Soekarno terpana.

Dia terkagum-kagum atas kecantikan wanita yang ada di lukisan tersebut.

Soekarno mengaku langsung jatuh cinta.

Dia lalu bertanya pada Basuki, siapakah sosok wanita di lukisan tersebut.

Basuki mengatakan, model yang dilukisnya adalah salah satu pramugari Garuda Indonesia.

Adalah Kartini Manoppo, wanita cantik putri keluarga bangsawan di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Pertemuan Kartini Manoppo dengan Soekarno

Suatu ketika, Kartini diminta untuk ikut ke penerbangan ke Surabaya.

Beberapa jam sebelum take off, seorang pejabat tinggi bertanya, "Siapa yang bernama Kartini Manoppo?"

Kemudian, Kartini diajak menghadap Bung Karno.

Kartini gemetar dan gugup.

Apa kesalahan yang diperbuatnya sampai harus dihadapkan ke presiden?

Kartini Manoppo, istri kelima Soekarno bersama putranya

Mendengar kalimat yang diucapkan Soekarno saat berhadapan dengannya, Kartini makin dibuat terkejut.

"Kamu Kartini Manoppo? Wah, aslinya lebih cantik dari lukisannya," kata Soekarno kala itu.

Sejak itu, Kartini tak pernah absen setiap Bung Karno melakukan kunjungan ke luar negeri.

Suatu ketika, Soekarno meminta Sekneg mengirim Kartini sebagai wakil Indonesia di Pasific Festival di San Fransisco, AS.

Sebelum berangkat ke AS, Kartini diminta datang ke Istana.

Di sana, Bung Karno memberi petunjuk apa saja yang mesti dilakukannya selama mengikuti festival.

Kemudian, Bung Karno mengajaknya berbincang ke ruang tamu.

Di ruangan tersebut, tiba-tiba Bung Karno mengutarakan perasaan cintanya pada Kartini.

Kartini kaget sampai gemetar.

Dia bingung luar biasa karena Soekarno meminta kepastian darinya saat itu juga.

Kartini menjawab, iya.

Namun, ia minta syarat, semua diperjelas menanti kepulangannya dari Amerika Serikat.

Kartini Manoppo Menikah dengan Soekarno

Sepulang dari AS, Kartini akhirnya menikah dengan Bung Karno.

Namun, keduanya tidak menikah secara resmi, hanya menikah siri.

Hal itu dikarenakan keluarga Kartini yang sangat terpandang awalnya tidak menyetujui.

Pantang bagi mereka putri kesayangannya menjadi istri kelima, meski pria tersebut seorang presiden.

Dari pernikahan itu, Kartini melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamai Totok Suryawan Sukarno.

Anak tersebut lahir pada 17 Agustus 1967 di Nurenberg, Jerman.

Ya, saat Kartini hamil, Soekarno memang menyuruh istrinya melahirkan di Jerman.

Sebab, saat itu kondisi politik tidak kondusif dan Soekarno berada di akhir era kekuasaannya.

Setelah anaknya lahir, Kartini pulang ke Indonesia karena saking rindunya terhadap Indonesia dan Bung Karno. (grid.id)

Baca berita-berita terbaru Tribun Manado di: Google News

Baca juga: Perempuan Ini Dicurigai Lakukan Hal Terlarang dengan Ayah Kandung, Diduga Pemilik 4 Kerangka Bayi

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved