Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rabies di Sulut

Kasus Gigitan Hewan Rabies di Minahasa Sulawesi Utara Capai Ratusan, Ada yang Meninggal

Pasalnya, dari data Dinas Kesehatan sepanjang tahun 2023, terdapat 445 data kasus gigitan hewan rabies kepada warga Minahasa. 

|
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Kolase Tribun Manado/Istimewa
Ilustrasi rabies 

Dijelaskan dr Olviane, untuk kasus gigitan anjing atau Hewan Penular Rabies (HPR) lainnya tak serta merta langsung mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR).

"Jadi kita lakukan pemeriksaan dulu, kemudian akan diberikan tindakan medis dan dilihat bisa saja itu gejala lain, dan bukan rabies," terang dr Olviane.

Meskipun demikian, jika anjing yang menggigit adalah peliharaan yang berisiko rabies, perlu dilakukan observasi selama 14 hari atau dua minggu. 

dr Olviane menambahkan, apabila telah digigit, atau dicakar oleh Hewan Penular Rabies (Anjing, kucing dan atau Kera) harap segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan. 

"Pasien langsung akan ditangani sesuai dengan SOP penanganan kasus GHPR," tutup Kadis Kesehatan Minahasa

Perlu diketahui, bahwa Rabies adalah infeksi virus pada otak dan sistem saraf.

Virus penyebab rabies umumnya menular ke manusia melalui gigitan hewan.

Jika tidak cepat ditangani, rabies dapat menyebabkan kematian.

Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya.

Begitu gejalanya muncul, dapat dipastikan virus rabies sudah menginfeksi otak sehingga kondisi penderita bisa memburuk dengan cepat.  (Mjr)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved