Manado Sulawesi Utara
Kronologi Pemuda Manado Christian Abidjulu Tikam Aswar Lihai, Ternyata Masalah ini yang Jadi Pemicu
Usai menikam, pelaku langsung melarikan diri, sedangkan korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Lagi kasus penikaman terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara ( Sulut ).
Kali ini pelaku dan korban ternyata merupakan teman.
Pelakunya bernama Christian Abidjulu sedangkan korban bernama Aswar Lihai.
Pelaku adalah pemuda berusia 23 tahun, sedangkan korban berusia 20 tahun.
Keduanya adalah warga Kota Manado, Sulut.
Christian Abidjulu menikam temannya dan melarikan diri.
Awal mula masalah yang bikin Christian Abidjulu tikam Aswar Lihai pun terungkap.
Ternyata semua karena masalah sepele
Diberitakan sebelumnya, Kepolisian sektor (Polsek) Singkil Kota Manado, Sulawesi Utara, kembali menangkap pelaku penganiayaan dengan senjata tajam.
Kejadian ini dipicu gara-gara pengaruh minuman keras, hingga terjadi selisih paham.
Pelaku diketahui bernama Christian Abidjulu (23) sedangkan korban Aswar Lihai (20).
Kapolsek Singkil Ipda Nicky Winerungan menerangkan, peristiwa ini terjadi di di Kelurahan Ketang Baru Lingkunga III Kecamatan Singkil Kota Manado.
Berawal saat korban dan pelaku serta saksi-saksi sementara melakukan pesta miras.
Korban yang dalam keadaan mabuk, saat itu sedang bercerita dengan temannya dalam keadaan yang sudah ribut dan tertawa-tertawa sehingga membuat pelaku merasa tersingung.
"Tanpa ada masalah apa-apa, pelaku langsung berjalan ke arah belakang korban sambil mencabut sebilah pisau yang dibawa, kemudian menikam korban di bagian dada sebelah kiri sebanyak satu kali," ujarnya Senin (12/6/2023).
Usai menikam, pelaku langsung melarikan diri, sedangkan korban dibawa ke rumah sakit.
Mendengar informasi tersebut personel Polsek Singkil langsung bergerak cepat dan menangkap pelaku.
"Kami turut mengamankan 1 buah senjata tajam jenis pisau penusuk, dan pelaku akan kami proses sesuai hukum yang berlaku," jelasnya. (Re)
Kasus Lainnya: Pelaku Penganiayaan dengan Senjata Tajam Diringkus Polsek Singkil Manado, Ini Kronologinya
Terpisah, Kepolisian sektor (Polsek) Singkil Kota Manado, Sulawesi Utara meringkus pelaku penganiayaan dengan senjata tajam jenis pisau, Minggu (11/6/2023).
Pelaku bernama Ramadhan Polioto (28) ini nekat menganiaya korban Ferdi Sanda (38), hanya karena terjadi selisih paham.
Kapolsek Singkil Ipda Nicky Winerungan menjelaskan, kejadian berawal saat Korban datang ke rumah pelaku di kelurahan Ketang batu lingkungan III kecamatan singkil dan mengajak untuk saling baku tikam.
Karena tak ada dirumah, korban kemudian mengirimkan pesan lewat via handphone kepada pelaku dimana dia telah menantikannya di rumah.
Pelaku yang merasa dirinya terancam akhirnya pulang ke rumah bersama istrinya dan mengambil pisau dapur yang berada dekat kandang hewan bebek rumahnya.
"Saat tiba dirumah pelaku, terjadi adu mulut dengan korban, keduanya saling mencabut barang tajam yang dibawa, dan pelaku menikam korban di bagian dada sebelah kiri sebanyak satu kali," ujarnya Senin (12/6/2023).
Lanjutnya, setelah menikam korban, pelaku langsung melarikan diri dan bersembunyi dengan istrinya.
Pihak Polsek Singkil yang mengetahui informasi tersebut langsung bergerak mencari keberadaan pelaku.
Dalam waktu 1x24 jam pelaku langsung diamankan dengan barang bukti yang dipakai untuk menikam.
"Pelaku kemudian kami bawa ke Mako Polsek Singkil untuk dilakukan Pemeriksaan dan kita akan proses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya. (Ren)
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Pembuang Sampah Sembarangan yang Viral di Manado Dihukum Penjara Sebulan dan Denda Rp 10 Juta |
![]() |
---|
Harga Daging Babi di Manado Sulawesi Utara Mulai Turun, Bawa Angin Segar Bagi Warga |
![]() |
---|
Fakultas Hukum Unsrat Manado Masih Jadi Favorit, Sejumlah Mahasiswa Beberkan Alasannya |
![]() |
---|
Sering Dianggap Remeh, Segini Penghasilan Tukang Jahit di Manado Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Kisah Fajar, Penjahit di Calaca Kota Manado, Merajut Hidup di Balik Jarum dan Benang selama 30 Tahun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.