RHK Sabtu 10 Juni 2023
Bacaan Alkitab - Kejadian 8:22 Janji Tuhan Itu Pasti
Persembahan Nuh, berbau harum di hadapan Tuhan. Dari mezbah yang dia buat untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan, Nuh mengambil beberapa ekor
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Kejadian 8:22
TRIBUNMANADO.CO.ID - Persembahan Nuh, berbau harum di hadapan Tuhan. Dari mezbah yang dia buat untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan, Nuh mengambil beberapa ekor binatang dan burung yang tidak haram, dan dipersembahkannya sebagai korban persembahan kepada Allah.
Hal ini membuat dia mendapat belas kasihan Allah. Allah berbelas kasihan kepada Nuh karena dia mempersembahkan itu dengan hati yang tulus. Dia juga hidup benar dan selalu bergaul erat melekat dengan Tuhan.
Karena kepribadian Nuh yang baik di hadapan Tuhan, maka bukan hanya Nuh saja yang mendapat keuntungan dan diberkati secara luar biasa. Tapi seluruh bumi dan umat manusia di sepanjang masa, baik ketika itu maupun sampai sekarang ini.
Atas peristiwa Air Bah itu, Allah mendapati Nuh sebagai manusia yang setia dan taat kepada Tuhan. Dia tidak pernah mengabaikan firman Tuhan. Dia terus menuruti apa maunya Allah.
Nuh dikasihani dan diberkati Allah karena cara hidupnya yang benar dan tidak bercela. Bumipun diselamatkan, manusia menikmati kehidupan lagi di bumi ciptaan-Nya.
Allah pun berjanji tidak akan menghukum bumi dan manusia lagi dengan air bah. Janji Allah adalah pasti. Janji Allah itu yah dan amin.
Karena segala sesuatu yang ada di kolong langit maupun yang di atasnya, atau apapun itu, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, adalah ciptaan Tuhan dan milik kepunyaan-Nya, serta semua ada dalam kendali-Nya.
Allah berjanji bahwa selama bumi masih ada, Dia bukan hanya tidak menghukum lagi dengan air bah, justeru mengaruniakan berkat melimpah. Yakni bahwa selalu akan ada musim menabur dan menuai dari hasilnya.
Juga akan tetap ada musim panas dan dingin, sesuai kebutuhan alam dan makhluk di dalamnya, kemarau dan hujan akan silih berganti mendatangkan berkat bagi bumi dan manusia.
Siang dan malam akan terus bergantian tanpa henti yang menandakan bahwa penyertaan Tuhan tiada pernah berhenti bagi bumi, terutama umat manusia, sebagai ciptaan-Nya yang termulia.
Baca juga: Bacaan Alkitab - Kejadian 8:15-17 Hidup Baru, Diami dan Kelola Bumi dengan Bijaksana
Allah menyesali atas penghukuman air bah yang memporak-porandakan bumi dan membunuh umat manusia serta binatang, hewan dan burung-burung yang sangat banyak. Itu terjadi karena Dia menyaksikan prilaku hidup Nuh yang selalu menyenangkan hati-Nya.
Maka karena kebaikan Nuh dan keluarganya, Allah menghadirkan "bumi baru" dengan "manusia baru" dalam peradabannya yang baru. Itulah yang menghasilkan hidup kita sekarang ini.
Artinya, Allah menepati janji-Nya hingga saat ini. Kalau saja Allah mangkir dan tidak komitmen dengan janji-Nya, tak ada bumi dan tak ada kita (manusia) sekarang ini.
Tetapi yang terjadi adalah kita menikmati hidup yang lebih hidup. Kita berada dalam peradaban yang lebih baru lagi. Kita menikmati kemajuan bumi dengan berbagai penemuan teknologi, ilmu pengetahuan dan berbagai hal luar biasa dalam hidup kita.
Bukan kah semuanya itu terjadi karena Allah yang telah menepati janji-Nya kepada Nuh, bapak leluhur kita?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/bahtera-nuh.jpg)