News
Jaksa Kejari Batubara Minta Uang Rp 80 Juta ke Ibu Tersangka Narkoba, Video Dugaan Pemerasan Beredar
Jaksa Kejari Batubara Sumut Minta Uang Rp 80 Juta ke Ibu Tersangka Narkoba Dicopot dari Jabatannya
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang jaksa di Kejari Batubara, Sumatera Utara (Sumut) dicopot dari jabatannya setelah diduga memeras atau meminta uang kepada keluarga tersangka.
Kabar dugaan pemerasan oknum jaksa tersebut mencuat setelah beredar video jaksa wanita berinisial EKT meminta uang sebesar Rp 80 juta kepada ibu tersangka narkoba.
Akibatnya, jaksa EKT dicopot dari jabatannya di Kejari Batubara.
Kabar tersebut dibenarkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) Idianto.
Idianto membenarkan bahwa wanita di video adalah jaksa dari Kejari Batubara.
Ia menyebut jaksa EKT telah dicopot dari jabatannya.
"Kejati Sumut telah melakukan pengamanan terhadap oknum jaksa berinisial EKT tersebut dan oknum jaksa tersebut telah dibebaskan dari jabatan jaksa untuk sementara waktu," ujar Idianto, dalam keterangannya, Minggu (14/5/2023).
Idianto mengatakan, EKT kini masih dalam masa pemeriksaan, bila terbukti bersalah jaksa tersebut akan ditindak tegas.
"Apabila dalam pemeriksaan pengawasan terbukti, maka oknum jaksa tersebut akan diproses lebih lanjut sesuai aturan hukum yang berlaku.
Jaksa EKT saat ini sudah dicopot dan sudah ditarik ke Kejati Sumut untuk pemeriksaan fungsional oleh pengawasan," ujar Idianto.

Sebelumnya diberitakan, dalam sebuah video terdengar suara ibu dari tersangka narkoba mengaku tidak memiliki uang lagi, untuk membayar jaksa tersebut.
"Jadi saya ini enggak bisa diperas orang, enggak ada uang (lagi), ini saya ada uang saya kasih tambahan Rp 5 juta," ujar wanita di dalam video.
Wanita itu juga mengaku sudah beberapa kali mencicil biaya yang diminta EKT.
"Saya kasih lunas ini adanya Rp 5 juta, saya kirim. Pertama, sama ibu Rp 20 juta kan, tambah Rp 5 juta lagi,
tambah Rp 5 juta lagi, jadi Rp 30 juta," kata wanita tersebut ke jaksa.
Jaksa EKT lalu tampak tampak mengangguk. Sementara ibu tersangka narkoba tampak menyerahkan uang ratusan ribu kepada EKT.
"Kaya mana kubilang, ini kubantu bu," ujar EKT.
Kasus ini berawal dari polisi menangkap MRR dan temannya, karena kepemilikan sabu.
Kemudian SL menceritakan kejadian ini ke tetangganya, polisi bernama Aiptu FZ, yang bertugas di Polres Batu Bara.
Aiptu FZ lalu mengarahkan korban untuk berjumpa dengan jaksa EKP agar kasus anaknya bisa dibantu.
"Si polisi ini bilang ke ibu ini, uda nanti bisa kubantu bisa kuamankan nanti kujadikan pemakai, nanti kita rehabilitasi, nanti ku cari kan jaksanya, gitulah awalnya.
Kemudian ditemukan lah sama si Jaksa EKP, ketemulah di Kejari Batu Bara," ujar Tomy Faisal Pane, kuasa hukum pengacara SL, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (14/5/2023) malam.
Namun saat mendatangi EKP, ibu tersebut diminta uang Rp 100 juta agar kasus anaknya segera bisa diurus.
Baca juga: Jaksa Peras Keluarga Tersangka Narkoba Minta Uang Rp 80 Juta, Jabatannya Langsung Dicopot
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan TribunJateng.com
jaksa
Kejari Batubara
pemerasan
tersangka
Jaksa Peras Tersangka
Jaksa Minta Uang ke Tersangka di batubara sumut
10 Murid Jadi Korban Perbuatan Tercelah Seorang Guru Ngaji di Jakarta Selatan |
![]() |
---|
88 Desa di Pulau Morotai Dapat Dana Desa Rp 66,055 Miliar, Gosoma Maluku Rp 706 Juta |
![]() |
---|
Ricuh, Aksi Free West Papua Terjadi di Yogyakarta, Massa dan Polisi Bentrok |
![]() |
---|
Modus Muncikari Jajakan Wanita-wanita Muda di Gorontalo, 3 Korban Asal Sulut Diamankan Polisi |
![]() |
---|
Kronologi Terungkapnya Prostitusi di Gorontalo, Berawal dari WhatsApp |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.