Putus Sekolah
Pasca Sang Ayah Lumpuh, 2 Kakak Chairil Ento Pilih Minggat dari Rumah, Sang Ibu Menikah Lagi
Nasib Chairil Ento (13) remaja asal Manado yang harus putus sekolah karena sang ayah lumpuh, benar-benar memprihatinkan.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Nasib Chairil Ento (13) remaja asal Manado yang harus putus sekolah karena sang ayah lumpuh, benar-benar memprihatinkan.
Pasalnya, setelah sang ayah yang bernama Rahman Ento (48) tak bisa lagi berjalan, dua orang kakaknya malah pergi meninggalkan rumah.
Kepada Tribunmanado.co.id, Rahman mengatakan jika dua anaknya memang sudah sangat lama tak pulang.
"Sudah lama. Mereka sudah kerja jadi tak mau pulang," kata dia saat ditemui belum lama ini di rumahnya.
Ia menambahkan jika tak tahu alasan kenapa anak-anaknya tersebut tak mau pulang.
Padahal, saat diirinya masih sehat anak-anaknya tersebut disekolahkan sampai SMA.
"Mereka semua saya sekolahkan. Tapi pas lulus dan dapat kerja tak mau lagi tinggal disini," ujarnya.
Terakhir Rahman bertemu dengan anak keduanya pada saat masuk ke rumah sakit.
"Terakhir ketemu cuma dengan yang kedua. Tapi di rumah sakit," ungkapnya.
Jika anaknya tak mau pulang ke rumah, Rahman Ento juga harus menghadapi istrinya yang juga pergi dari rumah.
Bahkan, tak berselang lama istrinya tersebut menikah lagi.
Satu-satunya anak yang tinggal untuk mengurus dirinya adalah anak paling bungsu yang masih berusia 13 tahun.
"Chairil ini anak paling bungsu. Dia yang tinggal dengan saya saat ini," ungkapnya.
Meski sudah ditinggal anak-anak dan istrinya, Rahman Ento mengatakan selalu membawa mereka dalam doa.
"Setiap malam saya doakan. Semoga mereka sehat selalu," tegas dia.
Rahman Ento Hidup dengan Bergantung Belas Kasih Tetangga
Rahman Ento (48) dan sang anak Chairil Ento (13) mendadak viral di media sosial.
Pasalnya, kisah hidup keduanya sangat memprihatinkan.
Chairil Ento rela berhenti sekolah demi mengurus ayahnya yang sudah lumpuh.
Bocah 13 tahun ini bahkan kehilangan masa anak-anaknya demi menjaga sang ayah.
Kepada Tribunmanado.co.id, Rahman mengatakan jika keduanya bertahan hidup dengan belas kasih dari tetangga.
"Setiap hari hanya diberi makan oleh tetangga," kata dia.
"Kadang ada yang antar mie instan. Ada juga yang bawa biskuit," ungkapnya.
Ia mengaku sebagai ayah, dirinya sangat sedih melihat anaknya putus sekolah.
"Sedih sudah pasti. Tapi saya juga sudah tak bisa cari uang," ucap dia.
Setiap malamnya, Rahman mengatakan jika dia selalu berdoa untuk kesehatan buah hatinya itu.
"Inginnya supaya dia bisa lanjut sekolah, itu harapan terbesar saya," ungkapnya.
Rahman Ento Ngaku Baru Didatangi Dinsos Manado Setelah Viral di Medsos
Rahman Ento (48), warga Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara, mendadak jadi buah bibir di media sosial (medsos).
Pasalnya, pengalaman hidupnya diunggah oleh warga sekitar, karena diurus oleh anaknya yang masih berusia remaja.
Mirisnya lagi, anaknya yang bernama Chairil Ento harus putus sekolah demi merawat ayahnya yang sudah lumpuh.
Kepada Tribunmanado.co.id, Rahman Ento mengatakan jika dirinya sudah tak bisa berjalan ataupun berdiri sejak Desember 2022.
"Dokter bilang ada penyempitan saraf yang berpengaruh pada kaki. Jadi saya divonis tidak bisa jalan maupun berdiri," ungkapnya, Rabu (10/5/2023) di rumahnya.
Sejak divonis tak bisa lagi berjalan, Rahman hanya bisa tidur di sebuah kasur di ruang tamunya sepanjang hari.
Menurutnya, selama dirinya jatuh sakit hingga sang anak putus sekolah, tak ada uluran tangan dari pemerintah.
Pria tiga orang anak ini mengaku jika baru didatangi pihak Dinsos Manado setelah unggahan tentang dirinya viral di media sosial.
"Mereka baru datang kemarin dan itu setelah viral di medsos," ungkapnya.
Rahman sendiri mengatakan tak tahu jika pengalaman hidupnya akan diunggah di medsos oleh warga.
Menurutnya, saat itu warga datang dan memotret dirinya dan anaknya secara diam-diam.
"Bahkan pak lurah datang pagi-pagi ke rumah saya. Katanya sudah viral, tapi saya tak tahu soal itu," ungkapnya.
Rahman mengaku membutuhkan sebuah kursi roda.
Pasalnya, selama ini ia tak pernah berjemur di bawah sinar matahari.
"Harapannya semoga bisa dapat bantuan kursi roda. Karena sudah lama tak berjemur," tegas dia.
Baca juga: Gempa Terkini Siang Ini Jumat 12 April 2023, Pusat Guncangan di Laut, Info BMKG Magnitudonya
Baca juga: Grace Tahir Memilih Bungkam Usai Diperiksa KPK Terkait Kasus Rafael Alun
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Tahun 2022, 818 Siswa di Kota Manado Putus Sekolah |
![]() |
---|
Lumpuh dan Diurus Sang Anak, Rahman Ento Hidup dengan Bergantung Belas Kasih Tetangga |
![]() |
---|
Strategi Dinas Pendidikan Kota Manado Akomodir Siswa yang Hamil |
![]() |
---|
Sang Anak Putus Sekolah, Rahman Ento Ngaku Baru Didatangi Dinsos Manado Setelah Viral di Medsos |
![]() |
---|
Penjelasan Sosiolog Terkait Tingginya Angka Putus Sekolah di Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.