Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Pertama Kali Terlihat Astronom, Fenomena Bintang Telan Seluruh Planet

Fenomena langka dan unik terjadi. Sebuah bintang menelan planet yang jaraknya 13 ribu cahaya dari bumi.

Editor: Isvara Savitri
Kompas.com/International Gemini Observatory/NOIRLab/NSF/AURA/M. Garlick/M. Zamani) via LIVE SCIENCE)
Ilustrasi bintang yang menelan planetnya. Untuk pertama kalinya, para astronom mengamati fenomena langka sebuah bintang menelan planet seukuran Jupiter. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah bintang menelan planet berhasil disaksikan astronom dari Observatorium Palomar Institut Teknologi California.

Fenomena langka tersebut terlihat pada Jumat (5/5/2023).

Planet tersebut berjarak kurang lebih 13 ribu tahun cahaya dari bumi.

Untuk pertama kalinya fenomena langka tersebut berhasil disaksikan.

Fenomena alam ini juga menjadi penanda kematian planet.

Muncul kilatan cahaya putih khas yang tumbuh selama 10 hari.

Dengan mempelajari cahaya dari ledakan, serta tanda kimia dari bahan yang dimuntahkan oleh bintang pemangsa planet, ilmuwan pun mengidentifikasi planet yang disantap tersebut sebagai raksasa gas yang berukuran setidaknya 30 kali bumi.

Bintang yang melahap planet

Kematian planet tersebut tertangkap astronom, yang pertama kali melihat fenomena semburan cahaya aneh menggunakan Zwicky Transient Facility.

Perangkat yang digunakan saat bagaimana sebuah bintang menelan planet tersebut merupakan sebuah survei astronomi yang memindai langit untuk perubahan mendadak dalam kecerahan bintang di Observatorium Palomar Institut Teknologi California.

Baca juga: Link Live Streaming AC Milan vs Lazio Liga Italia, Kick Off Pukul 20.00 WIB Sabtu Malam

Baca juga: Airlangga Hartarto Jadi Cawapres Anies Baswedan, Presiden PKS Ungkap Syarat Golkar Gabung

Saat itulah, mereka menemukan kilat cahaya yang diberi nama ZTF SLRN-2020, yang dimulai sebagai berkas cahaya cemerlang dan meningkat 100 kali lipat selama 10 hari berikutnya. Cahaya bersinar selama 100 hari sebelum padam.

Untuk menyelidiki apa yang menyebabkan kilat cahaya itu, peneliti beralih ke Observatorium Keck di Hawaii dan memecah cahaya menjadi panjang gelombang komponennya dengan spektograf untuk mengetahui komposisi kimianya.

Awalnya, para peneliti menduga mereka telah melihat nova, sepasang bintang biner sekarat yang tiba-tiba menjadi lebih terang. Akan tetapi, saat dianalisis tanda kimianya tidak cocok.

Dengan menggunakan teleskop luar angkasa inframerah NEOWISE NASA, peneliti menemukan petunjuk terakhir untuk misteri tersebut, yang ternyata diketahui sebuah bintang telah membunuh sebuah planet gas.

Astronom menyadari bahwa mereka telah menangkap fenomena langka yakni saat-saat terakhir dari sebuah planet seukuran Jupiter yang tengah ditelan oleh bintangnya.

Ilustrasi bintang yang menelan planetnya. Untuk pertama kalinya, para astronom
Ilustrasi bintang yang menelan planetnya. Untuk pertama kalinya, para astronom mengamati fenomena langka sebuah bintang menelan planet seukuran Jupiter.

Bukti bintang yang menelan planet telah lama diamati, tetapi ini adalah pengamatan langsung pertama.

Kematian planet dan masa depan Bumi

Apa yang dilihat astronom ini juga sekaligus menjadi pratinjau yang menakjubkan dari nasib Bumi, ketika kira-kira dalam waktu 5 miliar tahun lagi planet kita kemungkinan besar juga akan ditelan oleh Matahari.

"Kami melihat masa depan Bumi. Jika beberapa peradaban lain mengamati kita dari jarak 10.000 tahun cahaya saat Matahari menelan Bumi, mereka akan melihat Matahari tiba-tiba menjadi cerah saat mengeluarkan beberapa material lalu membentuk debu disekitarnya, sebelum kembali ke keadaan semula," kata Kishalay De, penulis utama studi.

Bintang terbakar dengan menggabungkan atom hidrogen menjadi helium.

Baca juga: Renungan Harian, Mazmur 25:15, Dilepaskan dari Jerat

Baca juga: Viral Istri Tonton Rekaman Video Suami dengan Banyak Wanita, Direkam Diam-Diam

Kendati demikian, mereka kehabisan bahan bakar hidrogen, bintang ini pun mulai melebur helium yang membuat ukurannya membengkak hingga ratusan atau bahkan ribuan kali ukuran aslinya.

Pada kondisi di mana mereka berubah menjadi bintang besar yang disebut raksasa merah, bintang akan melahap planet bagian dalam.

"Saya pikir ada sesuatu yang sangat luar biasa tentang hasil ini yang menunjukkan kefanaan keberadaan kita. Setelah miliaran tahun yang merentang, tahap akhir kita kemungkinan akan berakhir dalam kilatan yang hanya berlangsung beberapa bulan," tambah Ryan Lau, astronom di NOIRLab.

Rincian pengamatan fenomena langka bintang menelan planetnya ini telah dipublikasikan di jurnal Nature.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fenomena Bintang Menelan Seluruh Planet, Seperti Ini Penampakkannya".

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved