Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Rudapaksa

5 Fakta Kasus Ayah Merudapaksa 2 Anak Kandung di Minahasa, Lakukan Aksi Bejat Selama Bertahun-tahun

Simak 5 fakta kasus seorang ayah merudapaksa 2 anak kandung di Kombi, Minahasa, Sulawesi Utara.

|
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Tirza Ponto
Tribunnews.com/medium.com
Ilustrasi rudapaksa - Simak 5 fakta kasus seorang ayah merudapaksa 2 anak kandung di Kombi, Minahasa, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus Rudapaksa yang dilakukan seorang ayah terhadap dua anaknya membuat geram publik.

Bagaimana tidak? Seorang ayah merudapaksa anakny hingga melahirkan anak perempuan dan anak perempuan hasil rudapaksa tersebut dirudapaksa kembali olehnya hingga melahirkan seorang anak laki-laki.

Kejadian ini terjadi di salah satu desa yang berada di Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

Sang pelaku berinisial HM (52) telah ditangkap pihak kepolisian.

Tega Ayah di Manado Rudapaksa Anaknya hingga Melahirkan Anak yang Kembali Dirudakpaksa Olehnya
Ayah di Manado Rudapaksa Anaknya hingga Melahirkan Anak yang Kembali Dirudakpaksa Olehnya (Kolase Tribun Manado/PPA Polres Minahasa)

Baca juga: Nasib Pilu Anak di Kombi Minahasa, Dirudapaksa Ayahnya dan Melahirkan Anak yang Dirudapaksanya Lagi

Lantas seperti apa asal mula kasus ini dapat terbongkar?

Berikut ini Tribun Manado sajikan fakta-fakta kasus ayah rudapaksa dua anak kandungnya di Kombi, Minahasa:

1. Cabuli Anak Kandungnya yang Masih Remaja

HM tega mencabuli anak kandungnya yang berinisial AM yang saat itu masih berumur (13) tahun hingga melahirkan anak perempuan inisial JR.

Bahkan, pelaku kemudian menyetubuhi anak gadisnya yang kedua yakni JR yang kala itu masih berusia 17 tahun, hingga hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki.

Polres Minahasa melalui Unit PPA saat dikonfirmasi Tribunmanado.co.id membenarkan kasus persetubuhan antara ayah dan anak kandung tersebut.

2. Melakukan Aksi Bejat Selama Bertahun-tahun

Kanit PPA Polres Minahasa, Ipda Yuli Oraile, mengungkapkan pelaku melakukan perbuatan bejat itu di area perkebunan desa tersebut.

Pelaku selama bertahun-tahun melakukan aksi bejatnya.

3. Terungkap Saat Petugas Sensus Datangi Rumahnya

"Perbuatan pelaku yang sudah bertahun-tahun akhirnya terungkap saat petugas sensus penduduk mendatangi rumahnya untuk melakukan pendataan keluarga," kata Yuli Oraile kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (2/5/2023).

Lanjutnya, saat itu petugas heran, anak perempuan yang kedua yang belum menikah sedang dalam keadaan hamil dan tidak memiliki pasangan.

"Petugas yang merasa curiga langsung melaporkan kejanggalan tersebut ke pemerintah desa dan pihak kepolisian,” ungkap Yuli Oraile.

Korban bersama ibu kandung pun langsung dibawa oleh petugas kesehatan dan dimintai keterangan, sementara pelaku berhasil diamankan dan digiring di Mako Polres Minahasa.

Kata Yuli Oraile, saat diinterogasi, kedua korban akhirnya mengaku telah disetubuhi oleh ayah kandungnya secara berulang-ulang.

“Jadi pelaku mencabuli anaknya yang pertama dan melahirkan anak perempuan, kemudian pelaku kembali mencabuli anak perempuan dari anak pertama hingga kembali melahirkan anak laki-laki,” jelas Yuli Oraile.

4. Warga Sekitar Tahu 

Herannya, kasus percabulan ini bahkan sudah diketahui oleh sejumlah warga setempat namun tak ada yang berani melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib.

“Keluarga korban adalah keluarga yang tinggal jauh dari keramaian desa, jadi sulit dijangkau oleh warga sekitar,” bebernya.

5. Modus Menggunakan Uang

Yuli Oraile melanjutkan, modus pelaku adalah dengan membujuk menggunakan uang.

“Korban mengaku ini sebagai balas jasa karena sudah membesarkan dan merawat dirinya sampai sekarang," terang Yuli Oraile.

Kasus ini pun mengundang rasa empati Yuli Oraile terhadap para korban yang masih tergolong dibawa umur tersebut.

“Sangat sedih mendengarkan bagaimana mereka yang seharusnya dilindungi, malah jadi korban percabulan. Karena kebanyakan pelaku orang terdekat, sehingga keluarga yang seharusnya menjadi tempat berlindung paling aman, ternyata ada predator yang bersembunyi,” ungkap Yuli Oraile dengan nada sedih bercampur emosi.

Saat ini para korban sedang didampingi oleh tim kesehatan yang dipimpin oleh Bidan Meifa Warokka.

"Sendangkan pelaku telah kita amankan di Mako Polres Minahasa untuk proses hukum selanjutnya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pungkas Yuli Oraile.(*)

(TribunManado.co.id/Mejer Lumantow)

Baca juga: Tega, Ayah di Manado Rudapaksa Anaknya hingga Melahirkan Anak yang Kembali Dirudapaksa Olehnya

Baca Berita Lainnya : Google News

Baca Berita Tribun Manado di sini

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved