Renungan Kristen
Renungan Kristen - 1 Korintus 3:10-11 Yesus Dasar dan Sumber Kehidupan
Meski perkembangan jemaat mula-mula di Korintus terbilang cukup signifikan, namun tidak berarti segalanya berjalan lurus-lurus,
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
1 Korintus 3:10-11
TRIBUNMANADO.CO.ID - Meski perkembangan jemaat mula-mula di Korintus terbilang cukup signifikan, namun tidak berarti segalanya berjalan lurus-lurus, bebas hambatan dan lancar-lancar saja.
Berbagai persoalan menghadang. Tak terkecuali perpecahan di dalam jemaat. Perpecahan tidak bisa dihindari baik karena tantangan dari luar, maupun dari dalam kalangan jemaat sendiri.
Masalah yang paling memengaruhi terjadinya perpecahan dalam jemaat adalah karena mengidolakan pemimpin jemaat. Setiap jemaat terpecah menjadi kelompok sesuai idolanya masing-masing.

Beberapa tokoh yang diidolakan itu antara lain, Paulus, Kefas dan Apolos. Jemaat terpecah sesuai idolanya masing-masing. Bahkan ada juga kelompok Kristus. Sehingga terjadi perpecahan di antara jemaat.
Rasul Paulus yang telah dipilih Kristus melayani Dia dan memberitakan Injil-Nya tegas mengatakan bahwa Allah berkehendak memakai siapapun menjadi hamba-Nya memimpin umat-Nya.
Bukan hanya satu orang, tapi lebih. Dan, masing-masing dikaruniakan oleh Tuhan talenta atau kelebihan untuk saling memerlengkapi pelayanan Kristus.
Jadi talenta dan karunia atau kelebihan masing-masing itu, bukan untuk kepentingan dan keuntungan manusia (pelayan), tetapi untuk Tuhan. Sebab, dasar dan tujuan pelayanan kita adalah Kristus. Bukan pimpinan jemaat, gereja atau umat atau sebutan lainnya. Sehingga pelayanan kita sesungguhnya berdasar dan berasal dari Kristus, oleh Dia dan untuk Dia segala pujian, hormat dan sembah.
Rasul paulus yang turut diidolakan menegaskan bahwa Allah berdaulat penuh memilih pelayan-Nya. Semua orang yang dipilih Tuhan itu berdiri di atas satu dasar, yakni Yesus Kristus.
Dialah dasar dari pelayanan dan pemberitaan Injil kita. Bukan manusia, entah itu evanglish, pendeta, penatua, diaken, guru agama, gembala atau sebutan lainnya. Semuanya sama, hanya menjadi alat Tuhan saja. Sebab dasar dan tujuan dari pelayanan kita adalah Kristus.
Paulus mencontohkan dirinya sebagai hamba Tuhan. Dia ibaratkan dirinya sebagai seorang tukang bangunan, di mana pemilik-Nya adalah Kristus. Oleh kasih karunia Allah, Paulus dianugerahkan oleh Kristus kemampuan dan keahlian sebagai seorang tukang bangunan yang cakap.
Untuk membangun sebuah bangunan apapun, harus dimulai dengan membangun fondasi atau dasar yang kuat. Dasar itu adalah Yesus. Di atas dasar dapat dibangun apapun, model dan oleh siapapun. Tapi dasarnya semua sama, yakni Kristus.
Selain itu, baik tukang maupun pemilik bangunan dan bangunannya, semua adalah milik Kristus. Semua itu ada dan terjadi karena dasarnya adalah Kristus. Maka kita jangan sesat ataupun menyesatkan orang dan memelintir kebenaran bahwa semua hanya karena kita. Tidak! Kita hanya alat-Nya saja.
Sedangkan dasar utama dan Kreator Agung kita adalah Tuhan Yesus. Yesuslah dasar dari segala dasar kehidupan umat manusia, siapapun dan di manapun dia berada.
Semuanya dari, oleh dan untuk Kristus. Itulah orientasi dan fokus kita. Memuliakan Dia yang Agung, yang empunya kehidupan kita. Dialah dasar dari segala kehidupan kita umat manusia. Maka sembahlah dan pujilah nama-Nya yang Mulia, kekal selamanya.
Baca juga: MTPJ 30 April – 6 Mei 2023 – Umat Tuhan Milik Kristus
Demikian firman Tuhan hari ini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.