Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Ini Harapan Keluarga Bharada E di Manado Sulawesi Utara Untuk Ferdy Sambo, Tak Banyak Berkomentar

Menanggapi vonis dari banding Ferdy Sambo tersebut, keluarga Bharada Eliezer di Manado yakni Royke Pudihang tak berkomentar banyak.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Arthur Rompis/Tribunmanado
Roy Pudihang, paman Bharada E di Manado Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sidang putusan banding Ferdy Sambo Cs terpidana kasus pembunuhan Brigadir J masih menjadi perhatian masyarakat.

Pun dengan keluarga Bharada E di Manado yang terus mengikuti perkembangan kasus tersebut.

namun mereka hanya sekadar mengikuti saja, mengingat Bharada E sudah tak melakukan banding.

Baca juga: Ingat Hakim Singgih Budi Prakoso? Dulu Potong Vonis Jaksa Pinangki, Kini Putus Banding Ferdy Sambo

Royke Pudihang paman dari Bharada E yang terseret kasus Brigadir Josua.
Royke Pudihang paman dari Bharada E yang terseret kasus Brigadir Josua. (tribunmanado.co.id/Nielton Durado)

Tak banyak pula komentar yang mereka sampaikan usai menyaksikan sidang banding tersebut.

mereka hanya menyerahkan semua keputusan kepada hakim.

Pun tak mau mencampuri urusan tersebut lebih dalam, karena sudah tak berhubungan dengan putusan Bharada E.

namun ada satu hal yang mereka harapkan dari kejadian tersebut, agar Ferdy Sambo bisa bertobat.

Baca juga: Ferdy Sambo Tetap Dihukum Mati, Ini Tanggapan Keluarga Bharada Eliezer di Manado

Terdakwa kasus penembakan Brigadir Josua Hutabarat yakni Ferdy Sambo tetap divonis hukuman mati oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Rabu 12 April 2023.

Putusan ini sekaligus menguatkan keputusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel) beberapa waktu lalu.

Menanggapi vonis dari banding Ferdy Sambo tersebut, keluarga Bharada Eliezer di Manado yakni Royke Pudihang tak berkomentar banyak.

Ketika ditemui Tribunmanado.co.id, Rabu 12 April 2023 di rumahnya, Royke Pudihang mengatakan jika menyerahkan semua keputusan kepada majelis hakim.

Baca juga: BREAKING NEWS, Ferdy Sambo Tetap Dihukum Mati, Ini Tanggapan Keluarga Bharada Eliezer di Manado

"Kami tak bisa komentar apa-apa, karena hanya nonton di televisi saja," ucap Royke Pudihang.

"Kalau soal Icad (Bharada Eliezer) pasti kami akan komentar.

Tapi kalau pak Ferdy Sambo saya serahkan ke hakim," ucap Royke Pudihang.

Meski demikian, Royke Pudihang berharap apapun keputusan dari vonis banding tersebut, ia berharap agar Ferdy Sambo bisa bertobat.

"Kami sudah memaafkan dan berharap pak Ferdy Sambo bisa bertobat," ujar Royke Pudihang.

Sebelumnya diketahui, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan tingkat pertama terhadap terdakwa Ferdy Sambo.

Dengan demikian, Ferdy Sambo tetap dihukum mati.

Ferdy Sambo dinilai terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanggal 13 Februari 2023 Nomor 796/Pid.B/2022/PN JKT.SEL yang dimintakan banding tersebut," kata hakim Singgih Budi Prakoso membacakan amar putusan di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan," lanjut hakim.

Diberitakan Kompas.com, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan hukuman mati yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terhadap mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo.

Diketahui, Ferdy Sambo mengajukan banding usai divonis hukuman mati dalam kasus pembunuhan berencana terhadap mantan ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Menguatkan putusan pengadilan negeri jakarta selatan nomor Nomor: 796/Pid.B/2022/PN.Jkt.Sel yang dimintakan banding tersebut,” ujar Ketua Majelis Hakim Singgih Budi Prakoso dalam persidangan di PT DKI Jakarta, Rabu (12/4/2023).

"Mentapkan terdakwa tetap dalam tahanan," ucapnya melanjutkan.

Dalam kasus ini, terdapat lima terdakwa. Selain Ferdy Sambo ada tiga terdakwa lainnya yang juga mengajukan banding atas putusan PN Jakarta Selatan. 

Terdapat satu terdakwa lainnya, yaitu Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E yang tidak mengajukan banding.

Kelima terdakwa dinilai majelis hakim telah melanggar Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Mereka terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J dengan rencana terlebih dahulu.

Terkait perkara ini, Ferdy Sambo juga terlibat obstruction of justice atau perintangan penyidikan bersama anak buahnya dalam pengusutan kasus kematian Brigadir J.

Dalam putusan PN Jakarta Selatan, hanya Richard Eliezer yang divonis paling rendah daripada para terdakwa lainnya. (Nie)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved