Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Max Siso Ungkap Tanda-tanda PDIP Bakal Usung Ganjar Pranowo Sebagai Calon Presiden

PDI Perjuangan masih menyimpan rapat - rapat siapa calon Presidennya dalam Pilpres 2024.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Arthur Rompis/Tribunmanado
Max Siso, penasehat Jarwo Centre (kanan) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - PDI Perjuangan masih menyimpan rapat - rapat siapa calon Presidennya dalam Pilpres 2024.

Isu pun menyeruak tentang kemungkinan PDI Perjuangan bakal memasang Prabowo sebagai Presiden.

Prabowo disebut bakal diduetkan dengan kader PDI Perjuangan.

Max Siso, Penasehat Jarwo Centre membantah kemungkinan itu.

Dalam wawancara eksklusif dengan tribunmanado.co.id Selasa (28/3/2023), Max mendasarkan analisanya kepada pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri.

"Ibu Mega katakan calon presiden harus kader partai, ini membawa pesan bahwa Capres PDI Perjuangan pasti dari kalangan internal," kata dia.

Ungkap dia, ucapan ini mementahkan spekulasi PDI Perjuangan akan memajukan Prabowo Subianto dan Puan Maharani.

Sebut dia, kader PDI Perjuangan yang masuk survei Presiden adalah Puan Maharani dan Ganjar Pranowo.

Max Siso berkeyakinan Ganjar Pranowo pada akhirnya diusung PDIP.

Ia mengaku sudah membaca tanda tanda itu.

"Pertama ibu Mega pernah katakan bukan dia yang pilih tapi rakyat, ibu ketua tak pakai cara arogansi politik, dalam hal ini berarti partai merekam kader yang muncul dalam radar politik. Salah satunya survei," katanya.

Kemudian Puan Maharani pernah menyatakan hal serupa.

Bahwa agenda keluarga tak akan memboncengi hak prerogatif Megawati dalam menentukan calon presiden.

"Puan katakan ini bukan persoalan keluarga tapi persoalan bangsa dan negara," katanya.

Pertanda lain, beber dia, adalah Ganjar yang terus digoda partai lain. Namun tetap setia pada PDI Perjuangan.

Ganjar juga tak pernah masuk wilayah indisipliner.

"Tentunya dengan tidak mendahului ini Ketua Umum, tapi tanda tanda ke arah sana saya memahami," katanya.

Apa kabar relawan Ganjar Pranowo di Sulut ?

Dibanding daerah lain yang riuh, relawan Ganjar Pranowo di Sulut sepertinya adem ayem.

Max Siso, penasehat Jarwo Centre, mengungkap kiprah relawan Ganjar Pranowo di Sulut dalam wawancara khusus dengan Tribunmanado.co.id, Selasa (28/3/2023).

Menurut Max Siso, relawan Ganjar Pranowo di Sulut tetap bergerak.

Hanya saja dalam senyap dengan menjaga harmonisasi dengan PDI Perjuangan yang merupakan partai asal Ganjar Pranowo.

"Relawan Ganjar di Sulut menghargai PDI Perjuangan yang merupakan partai Ganjar Pranowo yang oleh ketua umum dilarang melakukan gerakan yang tak sepengetahuan partai," katanya.

Ia menegaskan, relawan Ganjar Pranowo di Sulut bukan kelompok mabuk yang bergerak asal asalan.

Tapi kelompok yang paham dengan Ganjar Pranowo sebagai kader PDI Perjuangan.

"Di partai ada aturan," katanya.

Di tubuh PDI Perjuangan saat ini, beber dia, belum ada pembicaraan tentang Presiden yang menunjuk pada Puan Maharani atau Ganjar Pranowo.

Keputusan partai bahkan melarang bicara presiden.

"Kita dilarang bicara Presiden selain kerja, kerja dan kerja," ujarnya.

Ungkap dia, Baliho Puan Maharani bertebaran. Sedang pihak Ganjar menampilkan kerja politik, sikap politik dan perilaku politik Ganjar Pranowo.

Ini bertujuan menjaga konektivitas figur Ganjar Pranowo dengan masyarakat.

"Ini semua hadir di hati rakyat sebagai kerangka politik untuk merawat perasaan masyarakat," katanya.

Penolakan terhadap keikutsertaan Timnas Sepakbola Israel dalam Piala Dunia U 20 di Indonesia kian marak.

Salah satu yang dikabarkan menolak ikut sertanya Israel adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Efeknya terasa di Sulut. Sejumlah warga Sulut yang pro Israel mempertanyakan ucapan Ganjar tersebut.

Terkait hal ini, Max Siso, penasehat Jarwo Centre yakni relawan Ganjar Pranowo, buka suara.

Menurut dia, masyarakat harus mengetahui konteks dari perkataan Ganjar Pranowo.

"Informasinya sudah di bolak balik," kata dia Senin (27/3/2023).

Menurut dia, Ganjar mengeluarkan pernyataan itu saat ditanyai tentang upaya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang melakukan lobi menolak keikutsertaan Israel dalam piala Dunia U 20 di Indonesia.

Ganjar hanya memberi apresiasi.

"Tidak merujuk pada konteks setuju dan tidak," kata dia.

Sebut dia, apresiasi Ganjar Pranowo tersebut ditujukan pada kerja negara.

Makanya harus mengacu pada pendekatan ketatanegaraan.

"Pendekatan ketatanegaraan tak bisa dilepaskan dari aspek historical yang pernah dijalani Indonesia dalam menyikapi masalah Israel dan Palestina," kata dia.

Sebut dia, zaman dulu Presiden Sukarno getol memerdekakan bangsa Asia dan Afrika dari penjajahan.

Karena itulah Bung Karno menentang berdirinya negara Israel.

"Secara kasat mata Zionisme waktu itu memasuki Palestina, meski ada sejarah lainnya yang masih perlu perdebatan, jadi Ganjar mengapresiasi karena Bung Karno pernah melakukan hal itu di masa lalu," katanya.

Ia membeberkan, Ganjar hanya memberi apresiasi dengan pendekatan ketatanegaraan dan historis bangsa Indonesia.

"Jadi sekali lagi Ganjar berkata tidak dalam konteks setuju atau tidak," katanya.

Baca juga: Pria Tepergok Istri Sedang Setubuhi Perempuan ODGJ, Tim Resmob Intel TTU NTT Ringkus Pelaku

Baca juga: 2 Tahun Pimpin Minut, Joune Ganda Turunkan Angka Stunting hingga 3 Persen dari 21 Persen

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved