Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, Baca Markus 14:51-52, Pengikut pun Yesus Ditangkap

Siapapun yang terkait ataupun bersimpati, apalagi berempati dengan penderitaan dan kesengsaraan Yesus, pasti ikut dihukum atau disiksa

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Pexels.com/ Photo by Luis Quintero
Renungan harian Kristen, Markus 14:51-52, Pengikut pun Yesus Ditangkap 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Umat Kristen saat ini tengah menghayati masa sengsara Tuhan Yesus Kristus sebelim kematian.

nah apa makna yang terkandung dalam kematian Yesus Kristus.

Renungan Harian Kristen kali ini akan membahas ini kitab Markus 14:51-52.

Baca juga: Renungan Kristen - Yohanes 8:37-47 Komitmen Bukan Status atau Identitas

judul renungan Kristen kali ini Pengikut pun Yesus Ditangkap.

Imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, tua-tua Yahudi, penjaga Bait Allah, para prajurit Romawi dan orang banyak yang menangkap Yesus, sudah brutal. Mereka serampangan dan sangat emosional dan tak terkendali. Bukan hanya Yesus yang mereka incar.

Siapapun yang bersama, apalagi membela Yesus, pasti ikut disiksa. Itulah juga yang menyebabkan para murid Yesus tercerai berai. Mereka semua lari meninggalkan Yesus, demi keamanan mereka.

Tak terkecuali Petrus, si pemberani itu. Dia ikut pergi setelah menyangkal mengenal Yesus, demi keamanannya, tetapi juga pada akhirnya, demi pemberitaan Injil Kristus sampai ke ujung bumi, setelah Kristus bangkit dan naik ke sorga.

Baca juga: Renungan Kristen Malam - Maleakhi 4:1-6 Berbahagialah dalam Ketaatanmu

Siapapun yang terkait ataupun bersimpati, apalagi berempati dengan penderitaan dan kesengsaraan Yesus, pasti ikut dihukum atau disiksa. Algojo dan massa tidak ada belas kasihan sedikitpun kepada Yesus maupun yang bersimpati pada-Nya.

Yang menarik, ketika itu, ada seorang muda yang datang dalam kerumunan massa itu dan mendekati Yesus. Dia hanya mengenakan sehelai kain lenan menutupi badannya. Dia terus mengikuti Yesus.

Melihat hal itu, orang-orang spontan mengejarnya dan hendak menangkapnya. Namun dia berlari meninggalkan tempat itu sekaligus melepas kain lenan yang dikenakannya, sehingga dia lari telanjang.

Si pemuda tentu tidak menyangka bahwa demikian brutalnya massa pada waktu itu. Dia yang bermaksud bersimpati bahkan berempati dengan Yesus akhirnya panik dan berlari tanpa sehelai baju pun di tubuhnya. Dia lari ketakutan karena kondisi massa yang sudah membabi buta.

Baca juga: Renungan Kristen - Maleakhi 4:1-6 Berbahagialah dalam Ketaatanmu

Massa mengganas. Yesus tersiksa. Orang yang tak bersalah dihukum. Orang yang hanya bersimpati dan menyatakan rasa prihatin atau sepenanggungan dengan Yesus pun tetap disalahkan dan ditangkap. Iblis benar-benar telah menguasai massa yang sudah beringas itu.

Sungguh suatu pemandangan massa yang tidak terkendali. Semua telah dirasuki iblis. Yesus yang tiada mengenal dosa dihukum sedemikian kejam dan sadisnya. Sampai orang yang hanya datang menjenguk-Nya mesti ditangkap.

Dia diperlakukan dengan biadab dan melampaui batas kemanusiaan. Si anak muda pun lari terbirit-birit. Saking paniknya sampai dia lari dalam keadaan telanjang tanpa sehelai benangpun di badannya. Sebegitu kejam dan ngerinya situasi ketika itu.

Demikian firman Tuhan hari ini.
Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya,
tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang. (ay 50-52)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved