Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Kristen

Renungan Kristen - Yohanes 8:37-47 Komitmen Bukan Status atau Identitas

Menurut James Fowler, tahap perkembangan iman manusia diharapkan terbentuk sesuai dengan bertambahnya usia.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
jernih.co
Renungan Harian Kristen - Gembala yang Baik 

  Yohanes 8:37-47
"Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi aku....". (42)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menurut James Fowler, tahap perkembangan iman manusia diharapkan terbentuk sesuai dengan bertambahnya usia. Dimulai dari anak usia dini yang belajar memercayai orang di sekitarnya sampai orang dewasa yang percaya pada kehendak Allah.

Yesus mengakui bahwa orang Yahudi adalah keturunan Abraham secara lahiriah, namun kehidupan mereka tidak mencerminkan sikap sebagai hamba Allah (37).

Mereka memiliki kesamaan lahiriah, namun kehidupannya tidak sama dengan Abraham yang percaya sepenuhnya kepada Allah. Hal ini nyata dari sikap tidak percaya kepada Yesus (38). Seharusnya mereka dapat percaya kepada Yesus yang menyatakan kebenaran dari Allah (39-40).

Renungan harian hari ini
Renungan harian hari ini (Pexels.com/ Photo by Luis Quintero)

Orang-orang Yahudi mengaku bahwa mereka adalah anak Allah (41). Yesus menanggapinya dengan mengatakan bahwa jika mereka benar anak Allah, maka akan menerima Yesus sebagai utusan yang menyatakan kehendak-Nya (42).

Yesus tidak memahami sikap orang-orang Yahudi yang tidak menerima diri-Nya (43). Yesus melihat bahwa mereka lebih pantas disebut sebagai anak-anak Iblis karena tidak hidup dalam kebenaran Allah (44).

Akhirnya, Yesus menegaskan agar mereka percaya kepada-Nya (45-46). Orang yang percaya kepada-Nya akan berserah pada kehendak-Nya (47).

Tuhan Yesus menghendaki pengikut-Nya dapat membuktikan identitas atau status dirinya melalui tindakan konkret dan bukan hanya atribut yang dimiliki.

Dilahirkan sebagai orang Kristen adalah sebuah anugerah, maka perlu dilanjutkan dengan menjalani kehidupan dengan menyatakan kehendak Kristus dengan sukacita.

Jangan sampai kita merasa melakukan kehendak-Nya, namun kita tidak menerima-Nya sebagai Tuhan.

Tanpa komitmen tersebut, kehidupan para pengikut Kristus tetap sama dengan orang lain yang tidak mengenal-Nya. Mari kita buktikan identitas dan status Kristen dengan melakukan kehendak-Nya.

Adakah komitmen bagi Kristus dalam diri kita?

-------------------------------------------------------------------
Saudara & sobatku yg kekasih
Kita diselamatkan bukan karena status / identitas
Bukan status atau identitas yang perlu dibanggakan tetapi komitmen mengasihi Yesus Kristus dengan sepenuh hati mendengarkan firman-Nya serta melakukan itu yang dikehendaki Bapa di sorga.
===================================

Baca juga: Bacaan Alkitab - Markus 14:48-49 Kriminalisasi Kebenaran

Baca juga: Bacaan Alkitab -   Markus 14:43 Persekongkolan Jahat Membunuh Yesus

Yesus Meragukan Asal Usul Orang Yahudi
1. Secara genetik, orang Yahudi adalah keturunan Abraham. (37a)
Menunjukan asal biologis orang Yahudi.
2. Secara Perilaku, Orang Yahudi bukan keturunan Abraham. (39)
Perilaku orang Yahudi tidak sama dengan Abraham yang mereka akui sebagai bapa mereka.
3. Orang Yahudi berbeda dengan Abraham.

Abraham adalah bapa orang beriman, yang begitu setia dan taat terhadap setiap firman yang Allah perintahkan kepadanya.
Orang Yahudi menolak bahkan membenci Firman Tuhan (ay.37).
~ Mereka tidak ada iman seperti Abraham (ay.39)
~ Mereka ingin bunuh Yesus (ay. 40).
~ Mereka tidak mengasihi Yesus (ay.42).

Teguran yang sangat keras dari Yesus bahwa “DNA mu itu berasal dari Iblis” (ay.44).
~ Sebab sifat Iblis dijelaskan Tuhan sebagai pembunuh, tidak ada kebenaran dan pendusta.

4. Testimoni Tuhan Yesus.
Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah” (ay.47)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved