Manado Sulawesi Utara
Pembangunan Klenteng Hok Tek Ceng Sin Manado Turut Didanai Umat Agama Lain
Selasa (21/2/2023), Klenteng Hok Tek Cin Sin diresmikan setelah menjalani pembangunan kembali sejak 2015.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Pada kesempatan tersebut, Andrei Angouw didampingi sang istri Irene Angouw Pinontoan serta undangan lainnya berkesempatan melakukan kunjungan ke bagian dalam klenteng.
Keduanya juga memberikan angpao kepada Barongsay.
Andrei Angouw dalam sambutannya mengucapkan selamat atas pembangunan klenteng tersebut.
"Selamat kepada umat Tridharma di klenteng ini," katanya.
Andrei Angouw berharap hadirnya klenteng tersebut dapat meningkatkan keimanan umat.
Selain itu menumbuhkan toleransi antar umat beragama di Manado.
"Saya harap umat Tridharma dapat menjalin komunikasi yang baik dengan umat beragama lain di sekitarnya," katanya.
Anggie Laminto Ketua TITD Hok Tek Cin Sin menuturkan, tempat ibadah tersebut dibangun pada tahun 1978.
Bangunan tersebut lantas rusak karena banjir tahun 2014.
"Kemudian diadakan sedikit renovasi dan pada 2015 berlangsung peletakkan baru pertama dan diresmikan pada 2023, pembangunannya memakan waktu delapan tahun," kata dia.
Sebut dia, klenteng tersebut berdiri berkat bantuan donatur.
Donatur terdiri dari Umat Tridharma dan umat agama lainnya.
"Dari Pemprov juga Pemkot Manado turut memberi bantuan," kata dia.
Amatan tribunmanado.co.id, dalam acara peresmian tersebut turut berlangsung pemberian penghargaan 50 tahun menjadi Tangsin kepada Tangsin di klenteng tersebut.
Juga ada prosesi Tiam Hio dari beberapa klenteng di Manado. (Art)
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Pembuang Sampah Sembarangan yang Viral di Manado Dihukum Penjara Sebulan dan Denda Rp 10 Juta |
![]() |
---|
Harga Daging Babi di Manado Sulawesi Utara Mulai Turun, Bawa Angin Segar Bagi Warga |
![]() |
---|
Fakultas Hukum Unsrat Manado Masih Jadi Favorit, Sejumlah Mahasiswa Beberkan Alasannya |
![]() |
---|
Sering Dianggap Remeh, Segini Penghasilan Tukang Jahit di Manado Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Kisah Fajar, Penjahit di Calaca Kota Manado, Merajut Hidup di Balik Jarum dan Benang selama 30 Tahun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.