Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Turki

Akhirnya Terungkap Identitas 2 Jenazah WNI Korban Gempa Turki

Dua korban bernama Irma Lestari (33) dan Ni Wayan Supini (45). Diungkap Brigjen Gatot Tri Suryanta, Kepala Satgas Misi Kemanusiaan Turki 2023.

Kolase Tribun Manado/MERT CAKIR/AFP/AFP/MARVIN RECINOS
Akhirnya terungkap identitas 2 jenazah WNI korban gempa Turki. Foto: Gedung rusak parah setelah gempa 7 Magnitudo guncang Turki, Jumat (30/10/2020) Foto lain: Spesialis pencarian dan penyelamatan, bersama dengan anjing penyelamat, bersiap untuk naik pesawat menuju Turki untuk bergabung dengan pekerjaan penyelamatan setelah gempa berkekuatan 7,8 yang melanda negara itu, 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Satgas Misi Kemanusiaan Turki 2023, Brigjen Gatot Tri Suryanta mengungkap identitas 2 jenazah WNI korban gempa Turki. 

"Hasil pemeriksaan DVI menyatakan dua korban bernama Irma Lestari (33) dan Ni Wayan Supini (45)," jelas Gatot dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/2/2023).

Informasi lanjut, kata Brigjen Gatot Tri Suryanta dua jenazah WNI itu berjenis kelamin perempuan dan berasal dari wilayah Bali.

Lanjut Gatot, jenazah bernama Irma diketahui setelah pihaknya melakukan identifikasi berdasarkan catatan medis dan properti milik korban.

Sedangkan untuk korban bernama Ni Wayan Supini, hal itu diketahui berdasarkan identifikasi catatan medis, gigi, dan properti.

"Selanjutnya kedua jenazah akan dipulangkan ke tanah air oleh pemerintah melalui KBRI Ankara dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang direncanakan akan didampingi Atpol KBRI Ankara," ucapnya.

Adapun kronologi temuan dua jenazah itu, bermula pada saat Kamis 16 Februari 2023 tim INASAR beserta petugas setempat berhasil menemukan jenazah dengan dua jenis perempuan di daerah Dyarbakir.

Pencarian berlangsung dari pukul 07.00 hingga 17.30 waktu setempat.

"Tim pun langsung membantu melakukan proses identifikasi," ujarnya.

Dijelaskannya, kedua jenazah itu ditemukan tertimbun di reruntuhan gedung apartemen Galeria di Kota Dyarbakir setelah tertimbun kurang lebih dua pekan.

Korban kala itu dikatakan Gatot sudah dalam kondisi sulit dikenali secara visual sehingga perlu identifikasi yang lebih akurat secara scientific.

"Berdasarkan permintaan dari Kedubes Indonesia di Turki, tim DVI Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap dua jenazah diduga WNI yang dinyatakan hilang kontak di Dyabakir Turki pada bencana gempa bumi yang menimpa Turki pada Senin 6 Februari 2023," katanya.

Deketahui, korban tertimpa reruntuhan setelah apartemen tempat mereka tinggal hancur total akibat gempa Turki pada 6 Februari 2023.

Total terdapat 89 korban meninggal di apartemen tersebut dan terdapat sekitar 500 WNI yang berada di sekitar lokasi gempa bumi.

Sebanyak 128 orang sudah berhasil dievakuasi oleh Tim KBRI Ankara.
Sisanya dalam keadaan selamat namun sudah mendapatkan tempat penampungan yang aman di sekitar wilayah gempa.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved