Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RENUNGAN KRISTEN

RENUNGAN HARIAN KRISTEN - Yohanes 3:1-21 Keselamatan Hanya di dalam Yesus

Agama tidak dapat membawa manusia untuk mengenal Allah yang sejati. Nikodemus merupakan contoh untuk fakta itu.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
ISTIMEWA
BACAAN Alkitab Yesus Bertemu dengan Perempuan Samaria, 

  Yohanes 3:1-21
"Karena begita besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal". (16)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Agama tidak dapat membawa manusia untuk mengenal Allah yang sejati.
Nikodemus merupakan contoh untuk fakta itu.

Nikodemus adalah seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi (1). Yesus menyebut dia sebagai pengajar Israel (10). Suatu status yang tinggi jika ditinjau dari sudut pandang sosial dan agama pada waktu itu.

Ilustrasi penyaliban Yesus
Ilustrasi penyaliban Yesus (Internet/istimewa)

Ini memperlihatkan bahwa Nikodemus adalah seorang terhormat dan bukan orang yang biasa-biasa saja. Dengan status demikian, tentu orang akan berpikir bahwa Nikodemus adalah orang saleh yang kemungkinan besar tidak akan menerima hukuman Allah.

Namun Yesus berbicara kepadanya mengenai murka Allah yang akan membinasakan semua orang yang tidak percaya kepada Anak Allah.

Nikodemus yang dapat mengenali Yesus melalui tanda-tanda yang diperbuat Yesus (2) ternyata gagal melihat Kerajaan Allah. Ia
tidak menyadari bahwa yang menjadi lawan bicaranya adalah Sang Raja sendiri, Mesias yang adalah Anak Allah. Ia mengira bahwa
lawan bicaranya hanya seorang guru, sama seperti dirinya.

Sementara menurut Yesus, tidak ada orang yang dapat melihat Kerajaan Allah tanpa dilahirkan kembali. Melihat Kerajaan Allah berarti beroleh hidup kekal, dan itu bisa terjadi bila orang mengalami pembaruan yang dilakukan oleh Roh Kudus.

Jika tidak, maka siapa saja akan menerima hukuman dan binasa (16-18).

Ketidakmampuan Nikodemus memahami ucapan Yesus memperlihatkan bahwa atribut keagamaan yang disandang seseorang bukan jaminan bahwa ia memahami kebenaran Tuhan.

Juga tak ada apa pun di dalam diri manusia yang membuat manusia dapat dibenarkan, tak ada satu pun perbuatan baik yang dapat dipakai sebagai tiket masuk ke dalam kehidupan kekal.

Baca juga: Maraknya Isu Penculikan Anak, Kapolres Bolmut Imbau Masyarakat Jangan Panik dan Tetap Waspada

Baca juga: BACAAN ALKITAB - Amsal 10:13-14 Bibir Bodoh Membuat Binasa

Hanya Yesus yang dianugerahkan Allah kepada dunia untuk mati menebus orang-orang pilihan-Nya.
Sebab itu hanya di dalam Yesus ada keselamatan, di luar Yesus ada murka Allah.

-------------------------------------------------------------
Saudara & sobatku yg kekasih
Bagi orang percaya bahwa karena "kasih-Nya", anugerah keselamatan dan hidup kekal di dalam Yesus Kristus telah menjawab masa depan.
==================================

Bagi orang percaya kata "kasih" dianggap sebagai bagian iman yang dinyatakan dalam kehidupan bersama.
~ Karena anugerah keselamatan yang Allah rancangkan dan wujudkan melalui "kematian dan kebangkitan Kristus Yesus" adalah "ungkapan dan sekaligus tindakan Kasih-Nya".

Kalimat "begitu besar kasih Allah akan dunia ini", hendak menjelaskan bahwa kasih Allah tidak dapat dibatasi oleh siapapun dan oleh apapun.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved