Brigadir J Tewas
Akhirnya Terungkap Budaya di Polri yang Bikin Sulit Tolak Perintah Atasan, Dibongkar Anak Buah Sambo
Awalnya, Arif mengungkit bahwa menolak perintah atasannya, Ferdy Sambo, tidak semudah seperti yang diatur dalam peraturan.
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
"Sebagai seorang lulusan Akademi Kepolisian yang berpangkat AKBP dengan pengalaman di berbagai bidang, seakan menjadi nilai kepastian dan predikat demikian pasti akan selalu memiliki kemampuan menolak perintah atasan," tegasnya.
Arif menyebut budaya seperti itu, di manapun berada, pasti akan sangat memiliki dampak.
Sehingga, penyalahgunaan karena ada relasi kuasa sangat rentan terjadi dalam sebuah institusi.
Dia lantas mengingatkan bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang merupakan seorang bawahan di Biro Paminal Divisi Propam Polri.
"Saya meskipun dengan predikat sedemikian rupa, hanyalah bawahan yang merupakan manusia biasa. Bawahan yang di dalam relasi kuasa berada di bawah kendali atasan dan manusia biasa yang memiliki takut sebagai salah satu emosi dasar yang muncul sebagai respons atas peristiwa yang menimpa saya," jelas Arif.
"Berbagai pertanyaan yang dilontarkan banyak pihak, 'mengapa? Mungkinkah seorang penegak hukum yang paham hukum, seorang dengan predikat seperti itu mengapa memilih diam saja? Mengapa takut berterus terang?' Bahkan juga ada yang mudah berasumsi dan menuduh tanpa empati bahwa ada kesengajaan dalam diri saya untuk membantu menghalangi," lanjut dia.
Merespons asumsi-asumsi tersebut, Arif mengaku dirinya juga bingung kenapa bisa sampai dirinya terlibat dalam kasus ini.
Menurut Arif, kenyataan yang sedang dilaluinya saat ini terasa seperti mimpi.

Pasalnya, berdasarkan penilaian pribadinya sendiri, Arif adalah orang yang taat dalam berbagai aturan dan ketertiban SOP yang mengedepankan kebenaran materil.
"Apakah mungkin hal itu terjadi kepada saya, harus terlibat dalam perkara dan diserang dengan tuduhan kesengajaan dan niat untuk merintangi penyidikan?" ucap Arif.
Arif mengklaim selama 21 tahun berdinas di Polri, dirinya selalu mengedepankan kehati-hatian dalam bekerja.
Dia turut mengaku sudah berupaya memohon bantuan ke atasannya ketika menemukan kejanggalan dalam rekaman CCTV di sekitar rumah dinas Sambo, Duren Tiga.
Rekaman CCTV yang dimaksud adalah rekaman yang menangkap Brigadir J masih hidup saat Ferdy Sambo baru tiba di rumah Duren Tiga.
Padahal, berdasarkan pengakuan Sambo, eks Kadiv Propam Polri tersebut baru tiba di rumah dinas Duren Tiga ketika Brigadir J sudah tewas.
"Saya sudah berupaya mempertimbangkan dan memohon bantuan (ketika menemukan kejanggalan). Saya memohon arahan dari atasan saya langsung yang saat itu saya kira bisa memberikan perlindungan, dukungan, serta arahan tentang ketidaksesuaian, kejanggalan," paparnya.
Brigadir J
Bharada E
Brigadir J tewas
Budaya di Polri
Sulit Tolak Perintah Atasan
Ferdy Sambo
Arif Rachman Arifin
Kesaksian Advokat Alvin Lim, Sebut Ferdy Sambo Tak Tidur di Lapas Salemba Tapi di Ruang Ber-AC |
![]() |
---|
Sosok Alvin Lim, Pengacara yang Sebut Ferdy Sambo Tak Ditahan di Lapas, Kini Terancam Dipolisikan |
![]() |
---|
Baru Terungkap Nasib Terkini Putri Candrawathi Usai Hukuman Disunat jadi 10 Tahun, Kini Dapat Remisi |
![]() |
---|
Terungkap Nasib Kombes Pol Budhi Herdi, Mantan Kapolres Metro Jaksel yang Terseret Kasus Ferdy Sambo |
![]() |
---|
Alasan Ferdy Sambo Tak Jadi Dihukum Mati: Pernah Berjasa kepada Negara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.