Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Imlek 2574

Sambut Imlek, Makin Manado Gelar Pemasangan Listrik Gratis bagi Warga Kurang Mampu

Umat Khonghucu Manado terus menggelar aksi berbagi dalam rangka menyambut Imlek 2574 Kongzili.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
fernando lumowa/tribun manado
Pengurus Perkin Manado bersama Oma Emima Towonusa, warga kurang mampu penerima bantuan pemasangan listrik gratus dan penyerahan angpau Imlek di Kelurahan Paal Dua Manado, Jumat (20/01/2023). 

Warga Tionghoa di Manado bersiap menyambut Imlek 2575 Kongzili.

Umat Khonghucu termasuk yang bahagia menyambut Tahun Baru yang berawal pada kelahiran Nabi Confucius pada 551 Sebelum Masehi.

Umat Khonghucu mempersiapkan kebaktian Malam Tahun Baru dan Kebaktian Imlek yang jatuh pada Minggu 22 Januari 2022.

Seperti yang tersaji di Klenteng Kong Zi Miao Manado. Umat tampak menata tempat kebaktian tersebut.

Sebelumnya memang umat telah melakukan proses bersih-bersih dan cuci arca.

Dewan Pakar Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin), Ws Sofyan Jimmy Yosadi menjelaskan, bagi umat Khonghucu, Tahun Baru Imlek adalah hari raya keagamaan.

"Bagi masyarakat Tionghoa yang bukan lagi beragama Khonghucu yang turut merayakannya dari sisi budaya Tionghoa, tidak ada yang melarangnya," kata Sofyan kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (20/01/2023).

Ia megajak masyarakat Tionghoa merayakan Imlek dengan bahagia.

"Mari kita bergembira bersama merayakan Imlek dengan suka cita tapi etisnya jangan mengaburkan sejarah, makna keagamaannya dengan mengatakan bahwa tahun baru Imlek adalah budaya bukan agama," katanya

Sebab, katanya menjelaskan, kalau hanya unsur budaya tentu tidak ada upacara dan sembahyang yang seharusnya menjadi ranah agama.

Jikapun dikatakan bahwa Tahun Baru Imlek adalah perayaan etnis (dalam hal ini Tionghoa), juga kurang tepat karena dirayakan pula bangsa-bangsa lain di dunia seperti Korea dan Jepang, Vietnam, Singapura dan bangsa lainnya dengan istilah berbeda.

Regulasi, aturan hukum berkaitan dengan Hari Libur Nasional di Republik Indonesia berkaitan dengan peristiwa penting nasional serta agama yang dipeluk oleh mayoritas penduduk Indonesia seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu.

"Bukan hari raya etnis dan budaya semata," jelasnya.

Adapun tema perayaan Imlek 2574 Kongzili tahun 2023 yang dikeluarkan Matakin adalah “Teraturnya negara sesungguhnya berpangkal pada Kebersamaan dalam Keluarga (Zhi Guo Zai Qi Qi Jia).

Sementara, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin) Sulawesi Utara, Jiao Shen Pon Honny Baggy mengungkapkan, Imlek adalah momentum memperbarui diri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved