Imlek 2574

Makna Perayaan Tahun Baru Imlek

Agama Khonghucu / Ru Jiao tersebar di seluruh dunia dan dipeluk oleh mereka yang menyakininya apapun latar belakang etnis

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
IST
Ws Sofyan Jimmy Yosadi SH (Advokat, Dewan Pakar MATAKIN) 

Oleh: Wenshi Sofyan Jimmy Yosadi SH (Advokat, Dewan Pakar MATAKIN, Pengurus FKUB Sulut)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Agama Khonghucu / Ru Jiao tersebar di seluruh dunia dan dipeluk oleh mereka yang menyakininya apapun latar belakang etnis, ras dan dari penduduk negara manapun di muka bumi ini.

Mayoritas pemeluk agama Khonghucu berasal dari keturunan Tionghoa, namun agama Khonghucu untuk semua umat manusia. Kedatangan orang-orang dari Tiongkok ke Nusantara berabad-abad yang lalu, telah memperkaya agama dan budaya di Indonesia hingga saat ini.

Terdapat banyak Klenteng /Miào / Bio sebagai rumah ibadat Khonghucu di seluruh Indonesia diantaranya di pulau Jawa terdapat di Ancol Jakarta, Semarang, Rembang, Lasem, Tuban dan sebagainya.

Di luar pulau Jawa terdapat banyak Klenteng tua ratusan tahun diantaranya di kota Makasar dan Manado.

Pada tahun 1729 di Batavia kini Jakarta telah aktif berdiri Shūyuàn Taman Pendidikan Khonghucu yang bernama Míng chéng shūyuàn / Taman belajar menggemilangkan iman.

Pada 17 Maret 1900, di Batavia berdiri sebuah lembaga yang bernama Tiong Hoa Hwee Koan / Zhōnghuá huìguǎn yang dipelopori tokoh-tokoh Khonghucu, dengan tujuan memurnikan ajaran agama Khonghucu dan pendikan yang setara.

Pada tahun 1918 berdiri Lembaga keagamaan Khonghucu yang bernama Khong Khauw Hwee / Kǒng jiàohuì di kota Solo.

Kemudian menyusul beberapa tempat lainnya yakni di Bandung, Cirebon, Surabaya, Makasar, Malang, Semarang dan lain-lain.

Pada tanggal 12 April tahun 1923 diselenggarakan Kongres pertama kalinya di Jokyakarta dan terbentuklah Khong Khauw Tjong Hwee / Kǒng jiào zǒng huì / Majelis Pusat Agama Khonghucu.

Catatan sejarah ini menjadi cikal bakal lembaga MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia / Yìnní kǒng jiào zǒng huì / The Supreme Council for Confucian Religion In Indonesia, lembaga Umat Khonghucu satu-satunya yang diakui Pemerintah Republik Indonesia.

Eksistensi Agama Khonghucu di Nusantara sudah berabad-abad lamanya, jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri dan diproklamasikan pada tahun 1945.

Satu tahun setelah Indonesia Merdeka, tepatnya pada tahun 1946, Pemerintah Indonesia melalui Presiden Soekarno menerbitkan Penetapan Pemerintah tentang hari raya Nomor 02/OEM-1946.

Khusus bagi kalangan Tionghoa yang mayoritas pemeluk agama Khonghucu ditetapkan empat hari raya yakni Perayaan tahun baru Imlek, Hari Lahir Nabi Khongcu / Kongzi, Cheng Beng / Qing Ming dan Hari Wafat Nabi Khongcu / Kongzi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved