Rabu, 27 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Digital Activity

Wawancara Eksklusif dengan Wali Kota Bitung: Tuntaskan Program 5 Tahun dalam Waktu 3,5 Tahun

Beberapa waktu llau, Tribunnews berkesempatan mewawancarai Wali Kota Bitung. Berikut isi wawancara eksklusif bersama Maurits Mantiri.

Tayang:
Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Tribun Podcast bersama Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri. 

Dan anggaran yang sempat dianggarkan untuk BPJS dipakai untuk kegiatan lain, bukan terjadi penambahan PAD tapi lebih ke efisiensi. Mana yang masih bisa dibiaya APBN.

Selain itu apa lagi legacy-nya?

MM: Ada pendidikan, kami fokus itu. Karena level harapan lama sekolah baru di level tingkat SMP sehingga digenjot ke level SMA, sehingga anak-anak putus kami lakukan penyetaraan (Paket A, B dan C).

Program penyetaraan dari kementerian masih kecil ke kabupaten/kota, sehingga kami melakukan lompatan dengan program 1.000 titik WiFi gratis (1.000 RT di Kota Bitung) dengan harapan, satu waktu semua masyarakat bisa mengikuti pendidikan kelompok belajar secara online.

Karena kalau kegiatan kelompok belajar lewat online, tidak hambat mereka kumpul di sekolah. Karena dari data yang dirangkum Pemkot Bitung, ada 35 ribuan anak. Nah, bagaimana kalau dengan jumlah itu dikembalikan ke sekolah formal tidak mampu daya tampung kapasitas ruang sekolah.

Terkait dengan program penyertaraaan, ada 2 ribu anak yang telah daftar, buat kami kaget. Sangat antusias mereka yang mau ikut program penyetaraan untuk semua jenjang pendidikan.

Kemudian legacy lainnya, adalah membangun kota indah, kota cantik, kota terang. Ada 6 ribu titik tiang lampu di Kota Bitung, harus ada lampunya dan tengah berprores mudah-mudahan tahun 2023 paling ¾ dari 6 ribu bisa selesai.

Karena janji kami di kampanye, bahwa tahun 2024 Bitung menjadi terang bisa. Dengan begitu barulah kami mau menerima penghargaan Kota Layak Anak, jangan Kota Layak Anak, kota masih gelap.

Kota cantik, bersih, rapih, dan enak dipandang.

Kebersihan jadi budaya, tidak boleh orang buang sampah sembarangan. Budaya hidup bersih, pasti menjadi bagian jual kota secara alamiah.

Terkait peringatan dari Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, bahwa tahun 2023 adalah tahun yang diliputi serba ketidakpastian. Apalagi ada krisis global, kenaikan harga BBM, impactnya adalah inflasi. Bagaimana Pemkot Bitung menjaga supaya inflasi bisa terkendali terutama sektor transportasi?

MM: Di awal inflasi, kami setiap minggu diundang rapat dan diberitahu oleh tim pengendalian inflasi daerah (TAPD) Kota Bitung. Lalu Pemkot Bitung bersama forkopimda maupun pemerintah daerah, apa yang menjadi petunjuk dari presiden melalui Mendagri dan Menkeu kami ikut. Apa langkah yang dilakukan antisipasi inflasi, dilakukan oleh tujuh perangkat daerah Pemkot Bitung dalam mengendalikan inflasi.

Bersyukur Kota Bitung mendapat bantuan atas laporan indeks yang diharapkan pemerintah pusat, terkait perintah pengendalian inflasi daerah.

Dana transfer umum yang ditetapkan dipakai dengan benar, DID, jaring pengaman sosial dipergunakan sebaiknya.

Sehingga di akhir tahun 2022 kemarin, mungkin di seluruh Indonesia hanya Kota Bitung yang melakukan pembagian daging ke masyarakat secara cuma-cuma sehingga harga daging bisa ditekan, apalagi saat hari raya harganya pasti naik gila-gilaan.

Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri, mengunjungi Kantor Tribun Network di Jalan Palmerah Selatan Nomor 3, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2023).
Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri, mengunjungi Kantor Tribun Network di Jalan Palmerah Selatan Nomor 3, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2023). (Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Lalu lakukan pasar murah, disampaikan ke masyarakat dalam hadapi krisis harus antisipasi. Dengan cara swasembada, tanam cabai, pengganti beras, yaitu singkong atau ubi.

Apalagi di PDI Perjuangan, apa yang diperintahkan Ibu Mega merupakan hal yang harus diimplementasikan seperti contoh berkebun, menanam singkong, sukun, dan lainnya karena hasilnya bisa dirasakan masyarakat.

Lalu menghidupkan UMKM, apa artinya jika UMKM tidak didorong. Kami menyiapkan anggaran untuk UMKM, jika hasil produksinya akan dikirim dan terhambat biaya transportasi, kami bantu asalkan UMKM harus tumbuh.

UMKM di Kota Bitung awalnya hanya pangsa lokal, tapi saat ini sudah go international. Lalu supply ke sebagian Indonesia, dengan wujud makanan ringan, sambel roa, keripik tuna, abon, dan lainnya.

Sebagai sosok yang pernah menjadi wakil wali kota dan wali kota, sepanjang pengalaman jadi pejabat publik, enaknya apa?

MM: Jadi ini menyangkut passion. Kami sebelum jadi wakil wali kota dan wali kota sudah pernah anggota DPRD tiga periode, terakhir pimpinan DPRD. Nah, saat jadi anggota legislatif hanya sampai bisa berpikir tapi tidak bisa eksekusi, meski metode dan cara berbeda. Dari bobot sebagai anggota DPRD punya power kuat kendalikan pemerintah, tapi kalau sudah pikir sama-sama dan eksekusi salah itu yang tidak puas.

Lalu mencoba jadi wakil, karena jabatan yang paling enak sebenarnya wakil tidak banyak mikir. Tinggal eksekusi, jadi istilahnya wali kota tidak bisa wakilnya bisa. Jadi kami sampaikan kepada teman-teman jadi wakil jangan dulu marah-marah, karena jabatan wakil paling enak.

Kami sudah mewanti-wanti dan menyampai-menyampaikan kepada ASN di Pemkot Bitung, dan menyampaikan tidak boleh terlibat harus netral. Cara mereka bantu kami yaitu, selesaikan program kami (Maurits-Hengky), kalau itu dilakukan itu cara kalian membantu. Tapi kalau berpolitik praktis, seperti orang partai di lapangan kami tidak setuju karena akan membuat citra kami jelek karena masyarakat benci yang namanya sok berkuasa.

Jika kita menggunakan dan melibatkan ASN, berarti kami sebagai wali kota, saya orang partai perintahkan mereka (ASN) untuk bantu sebagai mesin politik.

Sehingga terus menerus disampaikan harus netral, meski kerap direspons sebagai candaan padahal itu serius.

Kami ingatkan kepada teman-teman ASN untuk jangan terlibat dalam politik praktis. Bantulah kami dari sekarang menuju tahun 2024 lewat menuntuskan program visi misi serta janji kepada rakyat.

Kami juga di Kota Bitung punya yang namanya pengadilan rakyat dalam bentuk podcast dengan nama Ruang Sepakat setiap tanggal 3 di bulan berjalan. Di sana rakyat bertanya kami menjawab. Sudah jalan 2 tahun.

Dalam ruang sepakat itu, awal-awal pelaksanaan agak kesulitan dengan pertanyaan rakyat sementara kami belum bisa berbuat apa-apa. Namun sekarang dalam ruang sepakat melibatkan seluruh perangkat daerah, lurah, camat, perumda, instansi vertikal, dan lainnya.

Jadi ketika ada masalah seperti jalan berlubang, langsung dijawab oleh instansi yang berwenang, lalu mengenai surat menyurat di kelurahan oleh warga merasa lama, dan itu lurah yang harus menjawab.

Dalam ruang sepakat itu, dibantu dengan fasilitas digital agar mampu selesaikan dengan baik. Kalau urusan pemerintah terintegrasi, sekali klik bisa jalan. Makanya kami mendeclare sebagai kota digital.

Meski awalnya banyak yang mencibir, tapi tepat laksanakan. Karena bicara digitalisasi, maksudnya menyangkut eksosistem harus terbentuk agar menyangkut digital tingkatkan lewat literasi dan transformasi.

Nah, literasi dan transformasi digital Pemkot Bitung bersama Kementerian Pendidikan akan jadikan Kota Bitung sebagai laboratorium pendidikan, dan bekerjasama dengan Google Education.

Bagaimana dengan yang tidak enak sebagai pejabat publik?

MM: Sudah bikin, tapi rakyat tidak percaya, Kalau seperti itu kami sudah persiapkan diri, termasuk di keluarga sudah ingatkan ketika ada seperti itu. Sedangkan presiden dikomplain, padahal sudah buat baik tetap di komplain.

Ada muncul pertanyaan, apakah tidak capek? Siapa suruh mau jadi wali kota. Waktu kampanye setiap hari jalan di 36 titik, kalau mau jadi wali kota harus jalan-jalan, kalau tidak mau tidur saja.

 ada foto foto christian wayongkere trbun manado Podcat Tribun
Tribun Podcast bersama Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri.

Bicara pengabdian, itu sudah harga mati bukan soal fasilitas yang diberikan. Tidak ada fasilitas juga, kami diberi tanggung jawab negara dan kami akan mengabdi.

Dari catatan yang ada, lebih dari 350 sekian kepala daerah dan pejabat publik harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ini jadi keprihatinan bersama. Apa yang bapak lakukan supaya bapak dan aparat Pemkot Bitung tidak berursan dengan tiga huruf (KPK)?

Solusinya digital, kalau digital terbuka semua orang bisa akses. Nomor HP saya dari tahun 1995 lebih tua dari sespri kami lahir tahun 1997 dan tidak pernah ganti. Dan saat sudah ada KPK kami lapor nomor ini silakan disadap. Dan karena itu kalau kami ganti nomor, dengan pemikiran KPK tidak bisa ikuti padahal dimanapun, ganti nomor pun bisa diikuti.

Dari kesadaran itu, kami sampaikan kepada jajaran di Pemkot Bitung jangan lah lakukan hal yang notabene mencemarkan kami ataupun buat KPK tangkap kami. Setahun awal jadi wali kota, masih ada kompromi, tapi tahun ini kalau ada proyek kami minta diperiksa oleh LSM Anti Korupsi.

Kalau ada penyelewengan terhadap proyek, dan masih dibayar oleh perangkat daerah maka yang berurusan adalah yang bersangkutan, bukan urusan kami.

Artinya apa yang dilakukan benar-benar tuntas, sudah disampaikan ke jajaran Pemkot Bitung kerja sesuai dengan spesifikasi dan performance yang diharapkan negara.

Sehingga kami pakai tagline "Kerjakan dengan Cinta, Jauhkan Kebencian". Kerja dengan cinta artinya, cintailah negara kita, buat negeri makin hebat, cinta keluarga, cintailah rakyat kita yang butuh pertolongan setiap saat karena kerja–kerja program ini adalah ibadah.

Jauhkan kebencian, bencilah kepada mereka yang mengupayakan mendapat fasilitas, bencilah ke hal-hal yang melanggar aturan atau Undang-Undang, benci ke mereka yang tidak mengikuti sesuai ajaran agama.

Intinya satu waktu masyarakat Kota Bitung punya kesadaran yang sama, cintai kota, daerah. Bangun kota bersama atau malendong (keroyokan) gotong-royong maka akan menjadi percepatan atau akselerasi sehingga program kerja di periode lima tahun bisa diselesaikan dan tuntaskan menjadi 3,5 tahun.

Sebagus-bagusnya pemimpin, pasti ada hatters, orang yang tidak suka yang menyampaikan ketidaksukaannya lewat sosial media. Bapak sering lihat, atau simak para hatters?

MM: Pernah lihat. Itulah yang sering kami sampaikan-sampaikan ke ASN, bahwa ASN tidak boleh anti kritik, silakan mengkritik apa saja sampai membenci, sampai menyampaikan kata-kata tersulit terima saja dan senyum. Sampai ada yang menyampaikan kepada wali kota dengan kata-kata kotor, dan tidak berpikir untuk melaporkan mereka, saya maafkan saja dia. Karena kemarin ada kejadian di FB ada yang menghina kami di FB.

Dan itu tidak lapor, karena tanpa dia kami tidak sadar akan menjadi sangat berkuasa. Anggaplah itu introspeksi, karena sebagus-bagusnya kita kerja, hatters tetap ada. hatters diciptakan agar kita sadar diri, kritik untuk buat kita jangan angkuh bahwa kita tidak hidup seorang diri di dunia ini. Hatters itu akan perbaiki cara kerja.

Bagaimana bapak sikapi perjalanan karir kedepan setelah selesaikan tugas sebagai Wali Kota Bitung, apa yang bisa disampaikan terkait dengan kader partai?

Intinya kami sebagai kader partai, sudah mengikuti yang namanya pendidikan kader. Sebelumnya jadi ketua DPC tinggal di rumah pendudukan di Sleman DIY didik dan melihat apa yang dilakukan rakyat seperti bergotong–royong, ada jimpitan ronda oleh kader PDI Perjuangan menjadikan itu sebagai bagian mendengar aspirasi rakyat secara terbuka.

Ini adalah pelajaran-pelajaran membentuk kami, sehingga dalam pidato Ibu Mega di rakernas kami menyimak dan kalau orang sampaikan begini-begini. Seperti yang disampaikan pada HUT ke-50 PDI Perjuangan kami duduk dengar hingga menitihkan air mata. Bagaimana apa yang diharapkan Ibu Mega untuk Indonesia.

Sebagai petugas partai, tidak mau mendahului apa yang diharapkan partai. Kalau partai menugaskan kami ke titik A kami ikut, dan tinggalkan daerah kenyamanan kami. Kalau partai memerintahkan kami pergi ke daerah tidak nyaman kami harus ikut.

Inilah yang terus kami sampaikan ke kader di Kota Bitung, apa yang disampaikan Ibu Mega tentang sadar dan jangan lupa diri, siapa kita sebelumnya. Oleh partai mengeluarkan biaya besar, untuk mendidikan dan memberikan perseptif kita bagaimana menolong orang.

Partai mengajarkan bagaimana bisa bermanfaat, dalam bentuk bantu mereka yang miskin menolong mereka keluar dari jurang kemiskinan.

Dalam pidato Ibu Mega di HUT ke-50 PDI Perjuangan tahun 2023, kami melihat dan mendengar betapa Ibu Mega benar-benar berharap Indonesia suatu waktu bisa tinggal landas.

Bisa cerita mengapa dulu bisa tertarik masuk di dunia politik?

Baca juga: Wanita Penggemar Teriak Ingin Peluk Ferdy Sambo di Ruang Sidang, Syarifah Ima: Semangat Pak Sambo

Baca juga: Pasar Bersehati Manado Sambut Kedatangan Jokowi, Dirut PD Pasar: Kami Siapkan Lokasi Secara Natural

Awalnya kami mahasiswa sudah ikut kerja NGO di Walhi. Saat itu melihat rakyat paling tidak suka sok berkuasa. Lalu kami terlibat kerja di luar partai bantu masyarakat untuk benar-benar jangan ikut pemerintahan yang diktator, karena hal itulah yang membuat tidak bisa maju.

Saat memilih partai, pilih PDI Perjuangan dan menseriusi meski orang bilang pernah di partai lain tapi tidak seserius di PDI Perjuangan. Karena melihat visi misi PDI Perjuangan, dan menentukan sikap ke PDIP itu di tahun 2001, masa-masa Pro Mega waktu itu kami sudah turut membantu.

Ada yang masih kami ingat waktu itu, masa Pro Mega tanda-tangan kami kepala banteng meski tidak begitu diketahui orang (dalam tanda tanga nada simbol tanduk banteng), lalu nomor tiga di ekor tandan tangan kami ada unsur tiganya.

Kemudian saat teman-teman berkumpul dalam rangka Pro Mega, kami sudah turut bantu karena sudah tertarik betapa bu Mega ini dizolimi. Bagaimana ia sebagai perempuan harus berjuang seorang diri dan ia ternyata power full dan itu jangan anggap remeh wanita meski lawannya laki-laki tapi kalah dan rakyat mempercayai.

Jangan melihat wanita harus lemah, bukan berarti wanita selalu lemah. Ini perjuangan kita bersama bukan wanita lemah, wanita itu kadang teliti, rapih, dan konsisten melakukan apapun yang jadi harapan rakyat Indonesia.

Tribun Podcast bersama Wali Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri, berkunjung ke Kantor Tribun Network di Jakarta.

Kami tetap runut apa saja pentunjuk tugas dari ketua umum partai kami.(*)

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved