Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Harapan Ayah Brigadir J Pada Jaksa, Tuntut Hukuman Mati Pelaku yang Merencanakan Membunuh Anaknya

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, berharap Jaksa Penuntut Umum (JPU) bisa beri tuntutan yang adil.

Editor: Tirza Ponto
KOMPAS.com / IRFAN KAMIL
Harapan Ayah Brigadir J Pada Jaksa, Tuntut Hukuman Mati Pelaku yang Merencanakan Membunuh Anaknya 

Demo di Depan PN Jaksel, Puluhan Massa Minta Jaksa Tuntut Mati Ferdy Sambo Cs

Massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum (AMPPUH) menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (12/1/2023).
Massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum (AMPPUH) menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (12/1/2023). (Rizki Sandi Saputra)

Baca juga: Arif Rachman Bersaksi, Ferdy Sambo Marah-marah Saat Timsus Kapolri Olah TKP Pembunuhan Brigadir J

Sebelumnya, puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum (AMPPUH) menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/1/2023) siang.

Aksi itu sendiri digelar bersamaan dengan sidang lanjutan perkara dugaan perintangan penyidikan atau obstraction of justice tewasnya Brigadir J.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di PN Jakarta Selatan, puluhan massa aksi tersebut berdatangan sekitar pukul 13.30 WIB.

Terlihat ada satu mobil komando yang digunakan massa aksi tersebut untuk menyerukan tuntutannya.

Tak hanya itu, mereka juga terpantau membawa spanduk serta beberapa bendera merah putih.

Pada spanduk tersebut, tertulis tuntutan mereka yang secara garis besar meminta kepada jaksa penuntut umum (JPU) untuk menjatuhkan hukuman mati kepada para terdakwa tewasnya Brigadir J.

"JPU tuntut hukuman mati Ferdy Sambo Cs!!!" tulis isi tuntutan massa AMPPUH dalam aksi tersebut.

Tak hanya itu, mereka juga meminta kepada majelis hakim PN Jakarta Selatan untuk objektif dalam menjatuhkan putusan nantinya.

"Meminta hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar objektif dan jangan menjadikan persidangan kasus Ferdy Sambo cs seperti drama Korea yang penuh drama dan kebohongan," lanjutnya.

Atas aksi tersebut, terpantau arus lalu lintas di ruas Jalan Raya Ampera depan PN Jakarta Selatan sempat tersendat.

Sebab, puluhan massa aksi memakan hampir sebagian ruas jalan yang mengarah ke Cilandak, Jakarta Selatan.

Kendati demikian, aksi tersebut tidak berlangsung lama, sekitar 20 menit menyampaikan tuntutan, mereka membubarkan diri.

Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J menjadi korban pembunuhan berencana yang diotaki suami Putri Candrawathi yakni Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu.

Brigadir Yosua tewas setelah dieksekusi di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved