Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Jumat 13 Januari 2023

BACAAN ALKITAB - 2 Tesalonika 3:13 Berbuat Baik Tanpa Syarat

Kata baik secara umum berarti sesuatu yang pantas, patut, bermanfaat/berguna dan tidak merugikan seseorang atau kelompok orang.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
pixabay.com
Bacaan Alkitab 

  2 Tesalonika 3:13
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kata baik secara umum berarti sesuatu yang pantas, patut, bermanfaat/berguna dan tidak merugikan seseorang atau kelompok orang. Malah menguntungkan dan menyenangkan.

Louis Ma'luf menyebutkan bahwa "baik" adalah sesuatu yang mencapai kesempurnaan. Baik juga bermakna suatu penilaian terhadap pikiran, ucapan, perbuatan, sikap, tindakan dan cara yang ditunjukkan serta realitas manusia dalam hidupanya setiap hari, baik individu maupun kelompok. Namun, tidak selalu yang kita anggap baik untuk orang lain, diterima dengan baik.

Dalam perspektif Kekristenan, berbuat baik adalah melaksanakan hukum Tuhan, yakni Kasih. Baik kepada sesama, maupun terutama kepada Tuhan.

Ilustrasi Doa Kristen
Ilustrasi Doa Kristen (Gambar oleh congerdesign dari Pixabay)

Sehingga, berbuat baik sebenarnya adalah mewujudkan kasih dengan tulus, tanpa batas dan tanpa pilih kasih. Itulah perbuatan baik, sebagai wujud ketaatan kita kepada Kristus yang sudah lebih dahulu berbuat baik dan mengasihi kita dengan kasih yang sempurna.

Termasuk rela berkorban, menderita dan mati untuk kita. Itulah perbuatan baik yang paling sempurna yang harus jadi teladan.

Rasul Paulus menasihati jemaat Tesalonika agar berbuat baik. Dia meminta mereka, jangan jemu-jemu berbuat yang baik, kepada sesama. Jangan jemu-jemu bermakna tidak hanya sekali. Tapi berkali-kali, berulang kali dan tanpa henti.

Artinya jemaat harus berbuat baik, sekalipun diperlakukan tidak baik. Sebab, perbuatan baik orang baik, belum tentu diterima baik oleh orang yang tidak baik. Kecenderungan, orang tidak baik selalu menolak atau tidak menerima maksud baik maupun perbuatan baik orang baik.

Itulah sebabnya Paulus meneguhkan iman dan percaya umat Kristus di Tesalonika, agar mereka tidak ikut menjadi jahat dengan orang jahat.

Tapi, mereka harus memertahankan jati diri mereka sebagai orang baik dengan tanpa henti berbuat baik. Tidak iri dengan orang berbuat tidak baik. Apalagi ikut jadi jahat seperti mereka. Umat Tuhan harus sabar dan terus tekun berbuat baik.

Apapun risikonya.

Ketika kebaikan ditolak, jemaat jangan berhenti berbuat baik. Tapi harus terus berbuat baik. Baik atau tidak baik keadaanya, tetap berbuat baik, demi kebaikan jemaat dan semua orang di sekitarnya.

Baca juga: BACAAN ALKITAB - 2 Tesalonika 3:7-9 Teladan Dalam Bekerja dan Melayani

Baca juga: BACAAN ALKITAB - 2 Tesalonika 3:10-12 Tidak Bekerja, Jangan Beri Makan

Demikian firman Tuhan hari ini.

  "Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik." (ay 13)_

Itulah jati diri orang Kristen. Itu perintah Tuhan Yesus yang harus kita lakukan. Pengikut Kristus harus berbuat baik dengan mewujudkan kasih. Identitas kita adalah kebaikan dan kasih. Orang Kristen sejati adalah orang yang berbuat baik tanpa syarat.

Apapun yang terjadi, tetap menunjukkan jati diri sebagai orang baik, dengan selalu melakukan kasih yang tulus dalam hidupnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved