Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

TPPO di Manado

Identitas Pria yang Dicegah Satgas TPPO Sulut di Bandara Samrat Manado, Hendak ke Myanmar

Fakta yang terungkap dalam pemeriksaan menunjukkan bahwa perjalanan tersebut bukan kali pertama dilakukan HM

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Dok. Satgas TPPO Polsek Bandara Sam Ratulangi
GAGALKAN - Bripka Antonius Sangkay saat melakukan interogasi terhadap HM, di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Selasa 2 Juni 2026. Hendak ke Myanmar. 

Ringkasan Berita:1.Fakta yang terungkap dalam pemeriksaan menunjukkan bahwa perjalanan tersebut bukan kali pertama dilakukan HM. 

‎2.HM kembali menerima tawaran pekerjaan serupa dari seorang perekrut yang berada di Myanmar.

3.HM mengaku direkrut oleh seorang pria bernama Koko Bota yang berada di Myanmar

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Seorang pria dicegah saat hendak meninggalkan Sulawesi Utara melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 06.45 Wita 

Pria berinisial HM (23) diduga akan berangkat ke Myanmar.

Diduga juga akan bekerja pada jaringan penipuan online.

Baca juga: Tokoh Nasional dan Lintas Lembaga Bersatu Dukung Gerakan anti-TPPO dari Sulawesi Utara

Ia diperiksa oleh petugas Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Sulawesi Utara.

Fakta yang terungkap dalam pemeriksaan menunjukkan bahwa perjalanan tersebut bukan kali pertama dilakukan HM. 

Kepada petugas, ia mengaku pernah bekerja selama kurang lebih satu tahun di Kamboja pada perusahaan yang menjalankan aktivitas penipuan online atau scam. 

Meski telah memiliki pengalaman bekerja di sektor tersebut, HM kembali menerima tawaran pekerjaan serupa dari seorang perekrut yang berada di Myanmar.

Upaya keberangkatan tersebut terdeteksi pada Selasa pagi (2/6/2026) sekitar pukul 06.45 Wita ketika personel Satgas TPPO Sulawesi Utara yang bertugas di Bandara Internasional Sam Ratulangi melakukan pemantauan terhadap penumpang yang dicurigai akan berangkat sebagai pekerja migran secara nonprosedural.

Tim lapangan yang dipimpin oleh Bripka Antonius Sangkay bersama personel Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado.

Berkoordinasi dengan pihak maskapai dan unsur terkait setelah menerima informasi mengenai adanya calon penumpang yang diduga akan bekerja di luar negeri tanpa prosedur resmi.

PLH Kapolsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado, Iptu Heppy Tangka menjelaskan dari hasil penelusuran diketahui bahwa HM dijadwalkan terbang dari Manado menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke luar negeri. 

Setelah dilakukan wawancara dan pemeriksaan dokumen, petugas menemukan sejumlah indikasi yang mengarah pada keberangkatan nonprosedural, termasuk tidak adanya dokumen ketenagakerjaan yang dipersyaratkan serta adanya pihak perekrut yang menanggung seluruh biaya perjalanan.

Dalam keterangannya kepada petugas, HM mengaku direkrut oleh seorang pria bernama Koko Bota yang berada di Myanmar

Dia dijanjikan pekerjaan sebagai admin pada perusahaan penipuan online dengan penghasilan yang lebih besar dibandingkan pekerjaan yang tersedia di Indonesia.

Tiket perjalanan dan kebutuhan keberangkatan lainnya diketahui telah dipersiapkan oleh pihak perekrut.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved