TPPO di Manado
Identitas Pria yang Dicegah Satgas TPPO Sulut di Bandara Samrat Manado, Hendak ke Myanmar
Fakta yang terungkap dalam pemeriksaan menunjukkan bahwa perjalanan tersebut bukan kali pertama dilakukan HM
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Ringkasan Berita:1.Fakta yang terungkap dalam pemeriksaan menunjukkan bahwa perjalanan tersebut bukan kali pertama dilakukan HM.
2.HM kembali menerima tawaran pekerjaan serupa dari seorang perekrut yang berada di Myanmar.
3.HM mengaku direkrut oleh seorang pria bernama Koko Bota yang berada di Myanmar.
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Seorang pria dicegah saat hendak meninggalkan Sulawesi Utara melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 06.45 Wita
Pria berinisial HM (23) diduga akan berangkat ke Myanmar.
Diduga juga akan bekerja pada jaringan penipuan online.
Baca juga: Tokoh Nasional dan Lintas Lembaga Bersatu Dukung Gerakan anti-TPPO dari Sulawesi Utara
Ia diperiksa oleh petugas Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Sulawesi Utara.
Fakta yang terungkap dalam pemeriksaan menunjukkan bahwa perjalanan tersebut bukan kali pertama dilakukan HM.
Kepada petugas, ia mengaku pernah bekerja selama kurang lebih satu tahun di Kamboja pada perusahaan yang menjalankan aktivitas penipuan online atau scam.
Meski telah memiliki pengalaman bekerja di sektor tersebut, HM kembali menerima tawaran pekerjaan serupa dari seorang perekrut yang berada di Myanmar.
Upaya keberangkatan tersebut terdeteksi pada Selasa pagi (2/6/2026) sekitar pukul 06.45 Wita ketika personel Satgas TPPO Sulawesi Utara yang bertugas di Bandara Internasional Sam Ratulangi melakukan pemantauan terhadap penumpang yang dicurigai akan berangkat sebagai pekerja migran secara nonprosedural.
Tim lapangan yang dipimpin oleh Bripka Antonius Sangkay bersama personel Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado.
Berkoordinasi dengan pihak maskapai dan unsur terkait setelah menerima informasi mengenai adanya calon penumpang yang diduga akan bekerja di luar negeri tanpa prosedur resmi.
PLH Kapolsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado, Iptu Heppy Tangka menjelaskan dari hasil penelusuran diketahui bahwa HM dijadwalkan terbang dari Manado menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke luar negeri.
Setelah dilakukan wawancara dan pemeriksaan dokumen, petugas menemukan sejumlah indikasi yang mengarah pada keberangkatan nonprosedural, termasuk tidak adanya dokumen ketenagakerjaan yang dipersyaratkan serta adanya pihak perekrut yang menanggung seluruh biaya perjalanan.
Dalam keterangannya kepada petugas, HM mengaku direkrut oleh seorang pria bernama Koko Bota yang berada di Myanmar.
Dia dijanjikan pekerjaan sebagai admin pada perusahaan penipuan online dengan penghasilan yang lebih besar dibandingkan pekerjaan yang tersedia di Indonesia.
Tiket perjalanan dan kebutuhan keberangkatan lainnya diketahui telah dipersiapkan oleh pihak perekrut.
| Modus LLP Rekrut Wanita Sulut Jadi Pemandu Lagu di Papua, Diperintah Seorang Mami |
|
|---|
| Identitas PMI Sulut Diduga Korban Pemberangkatan Nonprosedural ke Brunei Darussalam, Sedang Sakit |
|
|---|
| Resmob Polda Sulut Amankan Tiga Warga yang Hendak ke Kamboja |
|
|---|
| YKYU dan Sekretaris JARNAS Bersama Polsek Bandara Bangun Sinergi Lawan Human Trafficking di Sulut |
|
|---|
| Cerita Yuni dan Juli Nyaris Jadi Korban TPPO, Dibujuk Kerja ke Singapura dengan Gaji Rp 9 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Bripka-Antonius-Sangkay-saat-melakukan-interogasi-terhadap-HM.jpg)