RHK Kamis 12 Januari 2023
BACAAN ALKITAB - 2 Tesalonika 3:10-12 Tidak Bekerja, Jangan Beri Makan
Tabiat pemalas dan tidak suka bekerja ternyata menjadi realitas hidup sejumlah orang di zaman jemaat mula-mula,
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
2 Tesalonika 3:10-12
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tabiat pemalas dan tidak suka bekerja ternyata menjadi realitas hidup sejumlah orang di zaman jemaat mula-mula, termasuk di Tesalonika. Mereka tidak bekerja dan cenderung suka mengganggu dan mengacau orang yang hidup tertib, rajin bekerja serta setia dan taat kepada Tuhan.
Mereka hidup bergantung kepada orang lain. Sehingga menjadi beban bagi sesama yang hidup berjerih lelah bekerja siang malam. Para pemalas ini berlaku seenaknya, masa bodoh dan cuek. Mereka tidak mau berlelah dan berkeringat untuk hidup mereka sendiri.
Merekalah pengikut ajaran sesat yang salah memahami soal kedatangan Kristus kembali. Mereka menganggap bahwa karena Kristus sudah akan datang, maka mereka berleha-leha saja dan tidak mau lagi menjalani rutinitas bekerja sesuai tuntutan kebutuhan setiap hari, melayani Tuhan dan saling menghidupkan dengan sesama.

Ketika Paulus masih di Tesalonika, dia menentang para pemalas yang tidak mau bekerja itu. Dia menegaskan bahwa orang yang tidak mau bekerja, jangan diberi makan. Kata orang Minahasa (Tountemboan: _"cà tumawoi, cà kuman."_ (tidak bekerja, maka tidak makan).
Mereka membuang-buang waktu untuk hal-hal yang sia-sia dan tak berguna. Mereka menikmati kemalasan dan kebodohannya dengan menjadi beban orang lain. Mereka sibuk dengan urusan yang tidak perlu dan tidak berguna. Malah merugikan diri sendiri.
Paulus menegaskan agar mereka harus kembali ke dalam cara hidup yang benar.
Mereka harus tenang menjalani hidupnya, bekerja dan melayani agar menghasilkan buah untuk dirinya sendiri, serta berguna bagi sesama.
Mereka harus bekerja seperti biasa. Supaya dengan demikian, mereka boleh makan dan menikmati hidup dari hasil usaha dan kerjanya. Juga agar menjadi berkat bagi sesama di sekitarnya.
Jadi mereka makan dari hasil usahanya sendiri. Bukan dari mengemia apalagi memeras sesama dengan cara apapun dan kepada siapapun. Mereka harus berdiri di atas kali sendiri dengan bekerja agar diberkati Tuhan.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.
Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.
Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri." (ay 10-12)
Sebagai manusia, kita diciptakan dengan segala keistimewaan dan kemuliaan Allah, karena kita adalah citra atau gambar Allah. Karena itu kita diberinya hikmat, pengertian, pengetahuan dan akal budi yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Sebagai makhluk termulia kita harus bekerja sesuai perintah Tuhan. Sebab bekerja adalah bagian dari iman. Artinya setiap orang beriman harus dan wajib bekerja.
Jangan kita kalah pada semut dalam hal bekerja. Seperti diungkapkan dalam Amsal 6:6; _Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:_ Sangat tidak elok jika kita diperintahkan belajar kepada semut. Karena itu, agar kita tidak disuruh belajar dari semut apalagi kalah pada semut, maka bekerjalah. Bekerjalah sesuai karunia, talenta dan tanggungjawab yang Tuhan karuniakan kepada kita.
Semut saja bekerja. Bahkan makhluk hidup lain juga harus bekerja untuk bisa makan-minum dan menjalani hidupnya. Apalagi manusia dengan segala keistimewaan yang Tuhan karuniakan.
Baca juga: RENUNGAN HARIAN KELUARGA – 2 Tesalonika 3:10-12 Tetaplah Bekerja
Baca juga: RENUNGAN KRISTEN – 2 Tesalonika 3:1-2 Saling Mendoakan
Semut dan binatang ataupun hewan lainnya yang tanpa hikmat dan pengetahuan bekerja dan diberkati Allah. Apalagi manusia. Kita harus rajin bekerja dan tekun melayani Tuhan. Sehingga hidup kita diberkati Allah.
Itulah sebabnya Paulus menegaskan agar mereka yang tidak mau bekerja jangan diberi makan. Harus diberi pelajaran agar ada efek jera, dan mereka merubah cara hidup mereka yang salah. Dengan kata lain, pemalas harus dibiarkan kelaparan. Sebab dengan demikian dia akan bangkit dan muncul jiwa survivalnya menjadi produktif karena bekerja.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.