Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Willy Kumurur

Argentina vs Kroasia di Piala Dunia 2022, Bola Adalah Metafora

Dalam pencarian yang sedang berlangsung, menurut Messi, ia dan kawan-kawannya mendapat restu dari Diego "mengawasi dari surga."

Superball.id
Argentina vs Kroasia Semi Final Piala Dunia 2022 

Oleh: Willy Kumurur
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Unsrat Manado - Penikmat Bola

DUNIA ini adalah kumpulan metafora yang mustahil, tulis penyair Argentina, Mirta Rosenberg, yang lahir di kota kelahiran Lionel Messi, Rosario - Santa Fe.

Sejak zaman dahulu kala, metafora sudah ada. Seperti metafora dari Confucius, filsuf Tiongkok kuno: gali-lah dua lobang kubur sebelum membalas dendam.

Dua lobang itu untuk mengubur sang korban sedangkan sisanya untuk sang pelaku.

Tatkala penendang keempat tim Kroasia, Mislav Orsic, menjebol gawang Brasil yang dikawal Allison Becker, babak adu penalti dimenangkan oleh Kroasia 4-2.

Sontak pendukung Kroasia di Stadion Education City menari-nari kegirangan. Itu berarti, Kroasia melaju ke semifinal dan mengirim pulang Brasil.

Baca juga: Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2022, Dongeng dan Sejarah

Ribuan orang lainnya merayakan kemenangan ini di Zagreb, ibukota Kroasia.

Di Ban Jelačić Square, tak seorangpun yang peduli atas suhu udara yang anjlok menuju titik beku.

Seorang yang bersuka ria melepas bajunya dan terjun ke air mancur terdekat padahal suhu udara hampir mendekati nol derajat Celsius.

Pusat kota Zagreb penuh sesak, perayaan berlanjut hingga dini hari di bawah kemilau lampu-lampu dekorasi Natal.

“Kami adalah negara yang sangat kecil, tetapi Tuhan terus membantu kami untuk menang. Pasti begitu,” kata David Smolgol, seorang fans Kroasia berusia 21 tahun sambil mengangkat tangannya ke langit.

Jika Stadion Education City menjadi lembah sukacita bagi pendukung Kroasia, maka bagi fans Brasil stadion itu menjelma menjadi lembah air mata.

Davide Gomes, wiraniaga dari Rio de Janeiro, mengatakan "mengerikan" kalah dalam adu penalti.

“Penalti itu sangat menyakitkan. Kami adalah tim yang lebih baik, tetapi apa yang dapat Anda lakukan, itu adalah aturan mainnya.”

Pendukung lain, Soares, yang tinggal di Rio De Janeiro, mengatakan, “Saya rasa mayoritas orang Brasil tidak akan bisa tidur malam ini. Ini sangat menyakitkan.”

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Musafir Jurnalis

 

Otak Dangkal di Lautan Digital

 

Paskah dan Jeruji Besi

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved