Human Interest Story
Usai Kerjakan PR Jadi Tukang Parkir, Kisah Pekerja Anak di Manado Sulawesi Utara
Seorang anak bernama Gerarld rela menjadi tukang parkir di Manado. Ia menjadi tukang parkir usai sekolah pada siang hari.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Mereka yang terpinggirkan, berebut sesuap nasi di lorong dengan luas hanya empat meter tersebut.
Di sana ada beberapa orang buta menjual kacang.
Ada pula seorang tua yang agaknya sudah lumpuh, menjual tisu.
Di antara mereka ada seorang anak kecil bernama Ica.
Anak berusia 11 tahun ini menjual manisan kedondong.
Saat ditemui Tribunmanado.co.id, Jumat (10/6/2022), Ica tengah duduk di jalan.
Keranjang manisan kedondong ia letakkan begitu saja di jalan.
"Saya kelelahan," katanya.
Ica mengaku jualan berpindah-pindah tempat.
Tapi paling banyak di lokasi itu.
Baca juga: Harga HP Rp 2 Jutaan, Begini Kelebihan Serta Kekurangan Samsung Galaxy M32, Boleh Jadi Pertimbangan
Baca juga: Warga Berkumpul di Jembatan Boulevard Manado, Berdoa Korban Hanyut Segera Ditemukan
"Karena di sini paling laku," beber dia.
Ia berjualan sejak pukul 15.00 Wita dengan jangka waktu tak menentu.
Bisa cepat, bisa pula larut.
Ica akan berupaya keras agar jualannya laku.
"Saya selalu usahakan habis," kata dia.