Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Kompaknya 3 Saksi Ferdy Sambo, Lancar Jawab Pertanyaan Pengacara, Terbata-bata Jawab Hakim dan JPU

Ajudan dan ART dari Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi diduga bersengkokol dalam sidang.

Editor: Tirza Ponto
Kolase Tribun Manado/ KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO/ Youtube Kompas TV
Kompaknya 3 Saksi Ferdy Sambo, Lancar Jawab Pertanyaan Pengacara, Terbata-bata Jawab Hakim dan JPU 

Ia pun mengklaim semua ART dan ajudan sering dibelikan baju yang sama.

"Saudara saksi, saya memperhatikan terdakwa ini kayaknya bajunya sama dengan baju saksi ini motifnya. Apa benar ini, sengaja dipakai?" tanya JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022).

Dalam kesempatan itu, JPU meminta Susi dan Bharada E berdiri menunjukkan baju yang mereka pakai. Jaksa lalu menanyakan siapa pemberi baju tersebut.

"Berdiri dulu saudara terdakwa, kamu berdiri. Nah motifnya sama. Itu baju itu siapa yang berikan?" tanya JPU.

"Ibu sama Bapak," jawab Susi.

Susi mengatakan baju tersebut merupakan pemberian Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kepada para ajudan dan ART-nya apabila ada acara-acara yang mereka hadiri.

"Setiap ada acara-acaranya semuanya ajudan ataupun ART selalu sama buat dibeliin baju ataupun seragam," kata Susi.

JPU lalu bertanya soal baju yang mereka pakai bersamaan hari ini. Jaksa bertanya apakah Susi dan Bharada E janjian mengenakan baju tersebut.

"Apakah saudara datang ke sini bersaksi ada janjian pakai baju tersebut?" tanya jaksa.

"Tidak ada," balas Susi.

Namun pada persidangan kali ini, apakah Susi dan ART Ferdy Sambo lainnya sengaja memakai baju yang sama.

Momen Unik Persidangan

Pakar Hukum Pidana Universitas Pelita Harapan, Jamin Ginting menyoroti adegan Susi, asisten rumah tangga (ART) Putri Candrawathi saat sidang pemeriksaan saksi yang digelar pada Selasa (8/11/2022).

Pada saat persidangan, ada adegan Susi yang tiba-tiba menghampiri Putri Candrawathi dan memeluknya.

Susi juga menghampiri Ferdy Sambo lalu bersalaman dan cium tangan.

Merespons hal itu, menurut Jamin, hal seperti ini mestinya harus dihindari.

Momen peluk cium Susi dan Putri Chandrawathi di persidangan.
Momen peluk cium Susi dan Putri Chandrawathi di persidangan. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Pasalnya, saksi bukan dihadirkan di persidangan bukan untuk pembelaan terdakwa, melainkan untuk mengatakan fakta.

Sementara adegan pelukan dan cium tangan justru menunjukkan kedekatan antara saksi dan terdakwa.

"Saksi dihadirkan untuk membuat terang suatu tindak pidana."

"Jadi kalau dia sudah ada relasi kuasa seperti ini dan hakim melihat secara gesture ya dengan konteks seperti tadi dan relasi seperti ini, Hakim sudah menilai ini masih dalam relasi kuasa."

"Terlepas dari anggapan kalau dia bilang bahwa dia kangen atau rindu kepada majikannya, itu bisa tapi nanti setelah persidangan selesai."

"Ini persidangan kan belum mulai, ya jangan dipertontonkan di depan persidangan," jelas Jamin dikutip dari Kompas Tv, Selasa (8/11/2022).

Tentu hal ini dapat mempengaruhi penilaian Majelis Hakim.

"Jadi kalau hal seperti ini ini dugaan hakim terkait dengan relasi kuasa yang masih melekat dalam diri Susi oleh FS dan PC itu masih ada, dan itu satu poin buat Hakim untuk dipertanyakan nantinya," sambung Jamin.

Jamin memahami Susi rindu dengan majikannya.

Namun, karena kepolosannya ini justru membuat Hakim melihat perspektif yang berbeda, yakni Susi masih di bawah relasi kuasa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Karena dia polos, bisa jadi bisa mudah dipengaruhi.

Drama yang Ditunggu

Jamin mengatakan bahwa adegan ini adalah adegan yang ditunggu masyarakat.

Pasalnya masyarakat ingin melihat seberapa kedekatan Susi dengan majikannya.

"Ini sebenarnya drama Susi ini benar-benar yang ditunggu-tunggu untuk masyarakat, apakah dia benar konsistensi, belum memberikan keterangan saja sudah (melakukan adegan) begitu."

"Bagaimana nanti dia memberikan keterangan yang objektif terkait dengan apa yang dia lihat, apa yang dia dengar," kata Jamin.

Susi Tidak Ditanyai di Awal Persidangan

Jamin menilai ada strategi lain yang dilakukan oleh Majelis Hakim untuk tidak menanyai Susi di awal persidangan.

Majelis Hakim tidak ingin membuat persidangan lelah di awal karena menanyai Susi.

Seperti pada persidangan sebelumnya, Susi susah dimintai keterangan, keterangannya pun berubah-ubah

Bahkan Majelis Hakim sampai terang-terangan menyindir Susi yang kelimpungan sendiri karena memberikan keterangan yang berubah-ubah.

"Saya melihat dari sistem jaksa ya, cara jaksa yang menghadirkan saksi mempunyai strategi siapa pertama yang akan dihadirkan."

"Kalau Susi dihadirkan duluan sama si pembantu yang lain Kodir, ini jadi dramanya berkepanjangan nanti, kita tahu ya drama yang kemarin aja sudah agak melelahkan begitu."

"Takutnya Hakim dan juga yang lain emosionalnya muncul dan sehingga untuk pemeriksaan selanjutnya tidak efektif," jelas Jamin.

Jadi lebih baik bagi mereka untuk memeriksa saksi-saksi yang menurut mereka lebih kooperatif dulu.

Para ajudan diperiksa lebih dulu karena dirasa dapat memberikan penjelasan yang terang dan jelas.

(Tribunnews.com/Vivi Febrianti) (Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)

Baca juga: Tak Satu Suara, Kuat Maruf Bantah Keterangan Susi soal Ancam Brigadir J di Magelang

Baca juga: Potret Susi Berpelukan dengan Putri Chandrawathi dan Mencium Tangan Ferdy Sambo di Ruang Sidang

Baca juga: Terungkap Sosok yang Bersihkan Rumah Dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga Sebelum Brigadir J Tewas

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com 

Baca Berita Tribun Manado disini:

https://bit.ly/3BBEaKU

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved