Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Kompaknya 3 Saksi Ferdy Sambo, Lancar Jawab Pertanyaan Pengacara, Terbata-bata Jawab Hakim dan JPU

Ajudan dan ART dari Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi diduga bersengkokol dalam sidang.

Editor: Tirza Ponto
Kolase Tribun Manado/ KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO/ Youtube Kompas TV
Kompaknya 3 Saksi Ferdy Sambo, Lancar Jawab Pertanyaan Pengacara, Terbata-bata Jawab Hakim dan JPU 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terdakwa Ferdy Sambo dan istrinya Putri Chandrawathi kembali menjalani sidang kasus pembunuhan Brigadir J.

Dalam sidang tersebut, sejumlah saksi dari orang-orang terdekat kedua terdakwa dihadirkan.

Saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah ajudan-ajudan dan ART Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi.

Potret Ajudan dan ART Ferdy Sambo bersaksi di persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.
Potret Ajudan dan ART Ferdy Sambo bersaksi di persidangan kasus pembunuhan Brigadir J. (Tribunnews.com)

Para ajudan dan ART itu memberi kesaksiannya dengan menjawab sejumlah pertanyaan dari Hakim, JPU dan Pengacara kedua terdakwa.

Tetapi, tak sedikit warganet yang menaruh curiga kepada beberapa saksi dari Ferdy Sambo itu saat memberikan kesaksian mereka.

Hakim pun menaruh curiga kepada mereka.

Ajudan dan ART dari Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi diduga bersengkokol dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Dalam keterangan yang mereka paparkan, mereka diduga berbohong atau memberi keterangan palsu.

Para bawahan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi itu yakni Susi, Kodir, dan Damson.

Adanya persekongkolan di antara para ART demi meringankan hukuman Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ini juga sempat diendus oleh Hakim Ketua Wahyu Iman Santosa.

Bukan cuma kompak memberikan keterangan yang diduga berbohong, para ART ini juga datang ke persidangan mengenakan baju yang sama.

Mereka juga diduga berbohong dan memberikan keterangn yang berbelit saat ditanya oleh hakim dan jaksa.

Bahkan saat ditanya oleh jaksa apakah mereka takut dan tertekan memberikan keterangan di depan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, para ART juga kompak menjawab tidak.

Berikut ini 3 kekompakan saksi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di persidangan yang diendus sebagai persekongkolan :

1. Lancar Saat Ditanya Pengacara

Hakim Ketua Wahyu Iman Santosa menyentil para ART Ferdy Sambo yang lancar ketika menjawab pertanyaan kuasa hukum dalam sidang pembunuhan Brigadir J, Selasa (8/11/2022).

Padahal sebelumnya, para ART terutama Susi dan Kodir tampak terbata-bata dalam menjawab pertanyaan dari hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kolase Foto Susi dan Kodir
Kolase Foto Susi dan Kodir (Tangkapan Layar Youtube Kompas TV)

"Ini saksi-saksi ini lancar banget malam ini jawabannya, tadi waktu ditanya saya, ditanya JPU kaya sakit gigi semua. Terutama si Kodir ini, lancar banget jawabannya Dir," kata hakim.

"Besok kita masuk ketemu lho Dir. Lancar kaya gini enggak, Dir? Kamu kemarin macam sakit gigi kemarin ditanya. Bilang enggak tahu, ini ditanya pengacara cepat banget jawabnya," sambungnya.

Kemudian hakim pun mengingatkan para saksi untuk memberikan keterangan yang sejujurnya pada persidangan selanjutnya.

"Besok kita lihat, apakah saudara masih berbohong atau enggak," kata dia.

Tak hanya Kodir, hakim juga menyindir sekurity Ferdy Sambo yang bernama Damson.

"Termasuk si Damson tadi, tadi ditanya saudara terdakwa Ferdy Sambo PCR, ikut PCR, ditanya penasehat hukum, tidak tahu, haduh," kata hakim sambil menggelengkan kepala.

2. Kompak Jawab Tidak Takut dengan Ferdy Sambo

Pada persidangan Selasa (8/11/2022), jaksa penuntut umum (JPU) mengusulkan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tidak dihadirkan terlebih dahulu dalam sidang saat mendengar keterangan saksi.

Hal itu dikhawatirkan para saksi terutama Susi dan Kodir merasa takut untuk memberikan keterangan yang jujur karena ada Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

 

Mendengar usulan jaksa tersebut, majelis hakim pun akhirnya bertanya langsung pada Susi dan Kodir, apakah kehadiran Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi akan membuatnya tertekan.

“Saudara Susi dan Kodir, Saudara tertekan enggak memberikan keterangan di depan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi?” tanya hakim.

Kedua ART tersebut kemudian diminta membuka masker saat menjawab pertanyaan dari hakim.

Baik Susi, maupun Kodir kompak menjawab jika mereka tidak merasa tertekan dengan kehadiran Ferdy Sambo dan istrinya.

“Tidak, Pak,” jawab Susi.

“Tidak, Yang Mulia,” jawab Kodir.

Mendengar jawaban Susi dan kodir, akhirnya majelis hakim tetap membiarkan Putri Candrawathi dan suaminya berada di ruang sidang.

3. Pakai Kemeja Sama

3 kekompakan ART dan ajudan Ferdy Sambo saat sidang, hakim curiga dan endus adanya settingan, sindir begini.
3 kekompakan ART dan ajudan Ferdy Sambo saat sidang, hakim curiga dan endus adanya settingan, sindir begini. (YouTube Kompas TV)

Tak hanya kompak dalam memberikan keterangan, para ART Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi juga terlihat kompak dalam hal berpakaian saat bersaksi di persidangan.

Pada sidang Selasa (8/11/2022), Susi terlihat mengenakan kemeja putih dengan logo kuda berwarna hitam di dada kirinya.

Baju itu juga pernah dipakai oleh Susi di sidang sebelumnya pada 31 Oktober 2022 saat bersaksi untuk terdakwa Bharada E, namun berbeda di bentuk logonya.

Kemeja putih tangan panjang dengan logo di sisi kiri itu juga dipakai oleh ART lainnya, yakni Abdul Somad dan security Alfonsius Dua Lurang.

Ketiganya tampak kompak mengenakan kemeja putih dengan logo kecil di dada kiri tersebut.

Kemudian pada sidang hari ini, Rabu (9/11/2022), Susi kembali kompak mengenakan baju dengan motif yang sama dengan Kodir.

Meski mengenakan warna baju yang berbeda, namun kemeja yang dipakai memiliki logo sama, yakni kuda kecil berwarna hitam.

Pada keterangannya di sidang minggu lalu, Susi juga sempat ditanya jaksa mengenai kemeja tersebut.

Sebab kemeja yang ia kenakan mirip dengan yang dipakai Bharada E di persidangan.

Saat itu Susi mengatakan bahwa baju mereka memang sama karena dibelikan oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Ia pun mengklaim semua ART dan ajudan sering dibelikan baju yang sama.

"Saudara saksi, saya memperhatikan terdakwa ini kayaknya bajunya sama dengan baju saksi ini motifnya. Apa benar ini, sengaja dipakai?" tanya JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022).

Dalam kesempatan itu, JPU meminta Susi dan Bharada E berdiri menunjukkan baju yang mereka pakai. Jaksa lalu menanyakan siapa pemberi baju tersebut.

"Berdiri dulu saudara terdakwa, kamu berdiri. Nah motifnya sama. Itu baju itu siapa yang berikan?" tanya JPU.

"Ibu sama Bapak," jawab Susi.

Susi mengatakan baju tersebut merupakan pemberian Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kepada para ajudan dan ART-nya apabila ada acara-acara yang mereka hadiri.

"Setiap ada acara-acaranya semuanya ajudan ataupun ART selalu sama buat dibeliin baju ataupun seragam," kata Susi.

JPU lalu bertanya soal baju yang mereka pakai bersamaan hari ini. Jaksa bertanya apakah Susi dan Bharada E janjian mengenakan baju tersebut.

"Apakah saudara datang ke sini bersaksi ada janjian pakai baju tersebut?" tanya jaksa.

"Tidak ada," balas Susi.

Namun pada persidangan kali ini, apakah Susi dan ART Ferdy Sambo lainnya sengaja memakai baju yang sama.

Momen Unik Persidangan

Pakar Hukum Pidana Universitas Pelita Harapan, Jamin Ginting menyoroti adegan Susi, asisten rumah tangga (ART) Putri Candrawathi saat sidang pemeriksaan saksi yang digelar pada Selasa (8/11/2022).

Pada saat persidangan, ada adegan Susi yang tiba-tiba menghampiri Putri Candrawathi dan memeluknya.

Susi juga menghampiri Ferdy Sambo lalu bersalaman dan cium tangan.

Merespons hal itu, menurut Jamin, hal seperti ini mestinya harus dihindari.

Momen peluk cium Susi dan Putri Chandrawathi di persidangan.
Momen peluk cium Susi dan Putri Chandrawathi di persidangan. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Pasalnya, saksi bukan dihadirkan di persidangan bukan untuk pembelaan terdakwa, melainkan untuk mengatakan fakta.

Sementara adegan pelukan dan cium tangan justru menunjukkan kedekatan antara saksi dan terdakwa.

"Saksi dihadirkan untuk membuat terang suatu tindak pidana."

"Jadi kalau dia sudah ada relasi kuasa seperti ini dan hakim melihat secara gesture ya dengan konteks seperti tadi dan relasi seperti ini, Hakim sudah menilai ini masih dalam relasi kuasa."

"Terlepas dari anggapan kalau dia bilang bahwa dia kangen atau rindu kepada majikannya, itu bisa tapi nanti setelah persidangan selesai."

"Ini persidangan kan belum mulai, ya jangan dipertontonkan di depan persidangan," jelas Jamin dikutip dari Kompas Tv, Selasa (8/11/2022).

Tentu hal ini dapat mempengaruhi penilaian Majelis Hakim.

"Jadi kalau hal seperti ini ini dugaan hakim terkait dengan relasi kuasa yang masih melekat dalam diri Susi oleh FS dan PC itu masih ada, dan itu satu poin buat Hakim untuk dipertanyakan nantinya," sambung Jamin.

Jamin memahami Susi rindu dengan majikannya.

Namun, karena kepolosannya ini justru membuat Hakim melihat perspektif yang berbeda, yakni Susi masih di bawah relasi kuasa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Karena dia polos, bisa jadi bisa mudah dipengaruhi.

Drama yang Ditunggu

Jamin mengatakan bahwa adegan ini adalah adegan yang ditunggu masyarakat.

Pasalnya masyarakat ingin melihat seberapa kedekatan Susi dengan majikannya.

"Ini sebenarnya drama Susi ini benar-benar yang ditunggu-tunggu untuk masyarakat, apakah dia benar konsistensi, belum memberikan keterangan saja sudah (melakukan adegan) begitu."

"Bagaimana nanti dia memberikan keterangan yang objektif terkait dengan apa yang dia lihat, apa yang dia dengar," kata Jamin.

Susi Tidak Ditanyai di Awal Persidangan

Jamin menilai ada strategi lain yang dilakukan oleh Majelis Hakim untuk tidak menanyai Susi di awal persidangan.

Majelis Hakim tidak ingin membuat persidangan lelah di awal karena menanyai Susi.

Seperti pada persidangan sebelumnya, Susi susah dimintai keterangan, keterangannya pun berubah-ubah

Bahkan Majelis Hakim sampai terang-terangan menyindir Susi yang kelimpungan sendiri karena memberikan keterangan yang berubah-ubah.

"Saya melihat dari sistem jaksa ya, cara jaksa yang menghadirkan saksi mempunyai strategi siapa pertama yang akan dihadirkan."

"Kalau Susi dihadirkan duluan sama si pembantu yang lain Kodir, ini jadi dramanya berkepanjangan nanti, kita tahu ya drama yang kemarin aja sudah agak melelahkan begitu."

"Takutnya Hakim dan juga yang lain emosionalnya muncul dan sehingga untuk pemeriksaan selanjutnya tidak efektif," jelas Jamin.

Jadi lebih baik bagi mereka untuk memeriksa saksi-saksi yang menurut mereka lebih kooperatif dulu.

Para ajudan diperiksa lebih dulu karena dirasa dapat memberikan penjelasan yang terang dan jelas.

(Tribunnews.com/Vivi Febrianti) (Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)

Baca juga: Tak Satu Suara, Kuat Maruf Bantah Keterangan Susi soal Ancam Brigadir J di Magelang

Baca juga: Potret Susi Berpelukan dengan Putri Chandrawathi dan Mencium Tangan Ferdy Sambo di Ruang Sidang

Baca juga: Terungkap Sosok yang Bersihkan Rumah Dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga Sebelum Brigadir J Tewas

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com 

Baca Berita Tribun Manado disini:

https://bit.ly/3BBEaKU

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved