Sains

Dianggap Bisa Sebabkan Pandemi, Ilmuwan Temukan Virus Baru Pada Tubuh Monyet di Afrika Selatan

Ilmuwan disebut menemukan virus baru pada tubuh monyet di Afrika Selatan. Virus mematikan tersebut dianggap bisa timbulkan pandemi selanjutnya.

Editor: Isvara Savitri
Foto-TN Babul
Ilustrasi monyet. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ilmuwan kembali menemukan virus baru mirip ebola.

Virus tersebut diduga bisa menyebabkan kematian tahun ini.

Hal ini terungkap dari sebuah studi laboratorium di University of Colorado Boulder. 

Virus itu bernama Simian Hemorrhagic Fever Virus (SHFV).

SHFV adalah virus yang sangat patogen yang biasa ditemukan pada primata non-manusia. Ini menyebabkan demam parah dan pendarahan internal, serta belum ada obatnya.

Wabah pertama terjadi di Uni Soviet dan laboratorium NIH yang berbasis di AS pada 1960-an. 

Terdeteksi pada monyet di Afrika

Dikutip dari Daily Mail, Jumat (30/9/2022), para ilmuwan menyebut, SHFV terdeteksi pada lima monyet di Afrika.

Monyet-monyet yang terinfeksi itu mengalami gejala demam, retensi cairan di jaringan tubuh, anoreksia, dan pendarahan.

Penyakit ini hampir selalu berakibat fatal dalam waktu sekitar dua minggu.

Baca juga: Nasib Sepak Bola Indonesia Pasca Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, FIFA Akan Berkujung

Baca juga: Cara Membuat Soto Daging Pekanbaru, Enak Dinikmati Cuaca Dngin

Tidak hanya menyebabkan gejala mirip Ebola yang menghancurkan sistem imun, virus ini juga bisa menyebabkan pendarahan internal dan membunuh hampir semua primata yang terinfeksi.

Mereka pun khawatir jika virus ini akan menjadi ancaman besar berikutnya sebab ada kemungkinan menular ke manusia.

"Virus hewan ini telah menemukan cara untuk mendapatkan akses ke sel manusia, menggandakan dirinya sendiri, dan melarikan diri dari beberapa mekanisme kekebalan penting yang kita harapkan untuk melindungi kita dari virus hewan," ujar penulis senior studi terkait, Dr. Sara Sawyer.

Dr. Sawyer menambahkan, virus ini dinilai virus yang cukup langka. Oleh karena itu, para ilmuwan wajib memperhatikan aktivitas virus.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved