Pencurian di Manado
Kasus Pencurian Pecah Kaca Mobil di Manado Sulawesi Utara, Korban Rugi hingga Rp 30 Miliar
Dua orang menjadi korban dalam kasus pencurian pecah kaca di Manado belum lama ini.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua orang menjadi korban dalam kasus pencurian pecah kaca di Manado belum lama ini.
Tak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami diperkirakan mencapai Rp 30 Miliar.
Pasalnya salah satu korban dalam kasus pecah kaca ini kehilangan berkas dan uang didalam mobilnya.
Berkas perusahaan yang hilang ini diperkirakan mencapai 2 juta dolar Amerika.
Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Sugeng Wahyudi Santoso ketika dihubungi Tribunmanado.co.id, Sabtu 24 September 2022 mengatakan jika memang ada korban yang kehilangan berkas seharga 2 juta dolar Amerika.
"Dari laporan yang masuk memang korban mengaku kehilangan uang dan berkas perusahaan senilai 2 juta dolar Amerika. Tapi masih kita selidiki," ujarnya.
Perwira satu melati ini mengaku jika tim Reskrim Polresta Manado masih menyelidiki kasus ini.
"Kita masih dalami dan buruh tersangkanya," tegas dia.
Sebelumnya diketahui, dua unit kendaraan dibobol saat acara syukuran kembalinya Miss Indonesia Audrey Vanessa ke Sulawesi Utara (Sulut) di Restoran Nelayan, Desa Kalasey, Kecamatan Mandolang, Minahasa.
Kejadian pembobolan dengan modus pecah kaca itu menimpa mobil Toyota Calya DB milik presenter Richard Richie Pormouw (34) dan mobil Mitsubishi Expander milik Richard Fanny Wijaya Oey (37).
Menurut keterangan kedua korban saat melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, mobil diparkir di pinggir jalan tapi agak jauh dari rumah makan.
"Parkiran depan dan pinggiran rumah makan sudah full, jadi mobil kami terpaksa diparkir di seberang jalan," ujar keduanya saat ditemui Tribunmanado.co.id, Sabtu 24 September 2022.
Tapi setelah acara usai dan akan kembali ke mobil untuk pulang, kaca depan samping pintu kiri dua mobil tersebut dalam keadaan pecah berlobang.
Sementara beberapa barang berharga di dalam sudah raib.
Richard Fanny Wijaya kehilangan handphone Nokia dan tas warna coklat yang berisikan dokumen import perusahaan serta dua kartu ATM BCA, dengan total kerugian diperkirakan 2 juta US dolar.