Breaking News:

Minut Sulawesi Utara

Puluhan Anak dan Orangtua Lakukan Aksi Damai di Kantor Hukum Tua Watudambo Dua Minut Sulawesi Utara

Puluhan orangtua dan anak-anak mendatangi kantor hukum tua desa Watudambo 2, dengan membawa spanduk dan kardus.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Chintya Rantung
fistel mukuan/tribun manado
Aksi damai yang dilakukan orangtua dan anak karena di tutupnya balai desa Watudambo 2 Kaudita Minut Sulawesi Utara yang merupakan tempat latihan olahraga badminton 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aksi damai puluhan orangtua dan anak-anak dengan mendatangi kantor hukum Tua Desa Watudambo Dua, Kauditan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Selasa (13/9/2022).

Hal itu dipicu karena adanya penutupan balai desa Watudambo Dua, Kauditan, Minahasa Utara.

Berdasarkan pantaun Tribunmanado.co.id, puluhan orangtua dan anak-anak mendatangi kantor hukum tua desa Watudambo 2, dengan membawa spanduk dan kardus.

Spanduk dan kardus tersebut bertuliskan beberapa tuntutan dan harapan diantaranya up sampai Greysia Polii dengar, saya suka pegang raket bukan panah wayer, izinkan kami pakai fasilitas umum desa dan kami mau latihan badminton dimana.

Diketahui balai desa Watudambo 2 kecamatan Kauditan menjadi tempat latihan badminton yang saat ini ditutup.

Recky Rumambi selaku pelatih badminton menyebutkan anak-anak yang mengikuti latihan  di balai desa Watudambo 2 sudah sekitar satu tahun lebih dan kini ditutup.

"Hukum tua sebelumnya tidak pernah dilarang, nanti Pjs Hukum Tua sekarang baru ditutup," sebutnya.

Ia menyebutkan, latihan hanya seminggu tiga kali sejak pukul 15.00 Wita sampai 18.00 Wita.

"Karena balai desa ditutup para orang tua dari anak-anak mempertanyakan alasan tempat latihan diberhentikan," katanya.

Menanggapi hal itu Pjs Hukum Tua Ida Rotty menjelaskan kalau balai desa ditutup karena ada acara.

"Pada hari Kamis ada kegiatan dan akan dihadiri pemerintah kabupaten, sehingga harus dibersihkan dan di cat merah, karena itu saya tutup," tegas Ida Rotty.

Ia juga menegaskan, penutupan dilakukan karena ingin rapat terlebih dahulu dengan perangkat desa.

Melihat situasi, Camat Kauditan mengambil alih pembicaraan, sehingga mulai meredam.

Rampengan menjelaskan, balai desa bisa digunakan seluruh masyarakat asalkan tidak ada kegiatan pemerintahan desa.

"Permasalahan ini bisa dicari jalan keluar," harapnya.(fis)

Baca juga: Kapolres Kotamobagu Ungkap Penganiayaan 11 Warga Telah Masuk Tahap I

Baca juga: Dua Crosser Honda Puncaki Klasemen Kejurnas IndoMX National Championship

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved