Sangihe Sulawesi Utara

Bantuan Produktif Usaha Mikro 2022, Dinas Koperasi dan UMKM Sangihe Usul 2.500 Pelaku Usaha

Dinas Koperasi dan UMKM Sangihe akan mengusulkan 2.500 pelaku UMKM untuk menerima bantuan. Berikut rincian dan persyaratannya.

Penulis: Nelty Manamuri | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/HO
Kadis Koperasi dan UMKM Sangihe, Sonny Kapal. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE – Sebanyak 2.500 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diusulkan Dinas Koperasi dan UMKM Sangihe untuk menerima bantuan produktif usaha mikro (BPUM) atau bantuan langsung tunai (BLT) di tahun 2022.

Hal ini dibuktikan dengan pendataan kembali masyarakat yang memiliki usaha mikro kecil (UMK) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, oleh Dinas Koperasi dan UMKM Sangihe yang merujuk pada surat Kementerian Koperasi dan UKM pada akhir Agustus lalu.

“Jadi kami telah menerima surat dari kementerian akhir Agustus lalu, tentang pendataan pelaku UMK bagi tang belum pernah menerima BPUM di tahun 2020 dan 2021 lalu,” kata Kadis Koperasi UMKM Sangihe, Sonny Kapal, saat dikonfirmasi Senin (12/9/2022) di ruang kerjanya.

Dia menjelaskan, pihaknya telah membuat surat untuk kapitalaung dan lurah terkait pendataan pelaku UMK ini.

Berkas yang harus diberikan penerima sama seperti tahun sebelumnya, yakni foto copy KTP, KK, Surat Keterangan Usaha dari Kelurahan/Kampung, serta Foto Usaha.

“Jadi untuk Kabupaten Sangihe, deadlinenya hari ini (kemarin, red-) harus segera rampung. Karena nanti dari dinas akan merekap datanya dan kemudian di kirim ke Provinsi. Karena batas pemasukan data di Kementerian itu tanggal 9 September 2022. Dan sampai saat ini belum ada informasi perpanjangan waktu. Sehingga kami sudah mengingatkan para lurah/kapitalaung untuk secepatnya memasukan data,” ujar Sonny.

Baca juga: Baru Terungkap Kabareskrim Disoroti IPW soal Anggotanya Terima Suap Padahal Ferdy Sambo Belum Tuntas

Baca juga: Lubang Trotoar Sambut Turis, Warga: Bikin Manado Tidak Aman dan Jorok

Di Dinas Koperasi UMKM Sangihe sendiri, sudah ada data dari 764 orang yang telah diusulkan tahun 2021 lalu namun belum mendapat bagian, sehingga di tahun 2022 ini akan kembali diusulkan.

“Kami rencananya mengusulkan 2.500 orang ke kementerian, namun masih menunggu data dari kampung dan kelurahan. Namun itu hanya sekedar usulan, nantinya kementerian akan menyetujui berapa penerima yang layak,” jelas Sonny.

Menurutnya, BPUM di tahun 2020 lalu sebanyak 5000an penerima di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan masing-masing mendapat bantuan senilai Rp 2,4 juta.

Kadis Koperasi UMKM Sangihe Sonny Kapal
Kadis Koperasi dan UMKM Sangihe, Sonny Kapal.

Sementara di tahun 2021 berkurang menjadi 1.250 penerima dengan total bantuan yang diterima senilai Rp 1,2 juta.

“Sementara di tahun 2022 ini kami masih belum mendapat bocoran terkait besaran bantuan yang akan diterima. Dan diharapkan bantuan ini benar-benar untuk yang punya usaha riil, non PNS dan non TNI/Polri,” tegas Sonny.

Dia pun menambahkan, BPUM merupakan bantuan untuk tambah modal bukan untuk keperluan lain.

Baca juga: Baru Terungkap Alasan Komnas HAM Lempar Isu Putri Sambo Ikut Tembak Brigadir J, Ada Maksud Tertentu

Baca juga: Siapa Sangka, Ini Sosok Munir Pejuang Kemanusiaan yang Tewas Diracun yang di Sebut Hacker Bjorka

“Jadi saya harap penerima benar-benar menggunakan bantuan in untuk tambah modal bukan untuk beli HP atau TV baru,” kunci Sonny.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved