Brigadir J Tewas

Baru Terungkap Sinyal Motif Pembunuhan Brigadir J Menjurus Satu Titik, LPSK Singgung Suka Sama Suka

Baru terungkao beberapa hal kejanggalan juga perlahan mulai nampak terlihat di kasus Brigadir J, dan kemudahan disampaikan jajaran LPSK. 

Editor: Indry Panigoro
Polri TV/Tangkap Layar
Putri Candrawathi dan pemeran Brigadir J saat rekonstruksi Baru Terungkap Sinyal Motif Pembunuhan Brigadir J Menjurus Satu Titik, LPSK Singgung Suka Sama Suka 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pembunuhan Brigadir J saat ini tengah diselidiki.

Meski sudah diketahui siapa saja yang terlibat dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Namun sampai sekarang motif pembunuhan Brigadir J masih misteri.

Namun baru-baru ini Baru terungkap sinyal motif pembunuhan Brigadir J.

Diketahui Brigadir J tewas ditembak Bharada E atas perintah Ferdy Sambo.

Motif pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat mulai tampak titik terang. Sinyal motif telah menjurus pada satu titik. 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan motif pembunuhan Brigadir Yosua antara pelecehan dan perselingkuhan. 

Kini pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didukung oleh Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu.

Secara terbuka, Edwin menyatakan sepakat dengan penyampaian diksi oleh Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait motif kasus pembunuhan Brigadir Joshua adalah adanya dugaan asusila, bukan pelecehan seksual.

Saat ditemui di Gedung LPSK yang berlokasi pada Jalan Raya Bogor KM.24 No.47-49, RT.6/RW.1, Susukan, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur, Edwin mengungkapkan diksi tersebut disampaikan Kapolri saat rapat ke dewan pendapat Komisi III beberapa waktu lalu.

Alasan dirinya sepakat karena, kekerasan seksual dan asusila tentu memiliki perbedaan makna yang cukup signifikan berbeda.

"Kapolri itu bilang dugaan asusila, asusila itu lebih netral dibandingkan kekerasan seksual, karena kalau kita bicara soal kekerasan seksual itu ada unsur paksaan dan serangan, kalau asusila bisa suka sama suka, bisa juga serangan," kata Edwin, Rabu (7/9/2022).

Kapolri dan Edwin Partogi
Kapolri dan Edwin Partogi (Ho/ Tribun-Medan.com)

Karena, hingga kini, Rabu (7/9/2022) kasus terkait pembunuhan Brigadir J masih belum menemui titik terang, bahkan beberapa hal kejanggalan juga perlahan mulai nampak terlihat, dan kemudahan disampaikan jajaran LPSK. 

Contoh tersebut disampaikan Edwin, didasari karena terdapat sesuatu kejanggalan terkait dugaan pelecehan atau kekerasan seksual yang dilakukan Almarhum Joshua terhadap ibu Putri Candrawathi atau ibu PC.

Halaman
123
Sumber: TribunMedan.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved