Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Baru Terungkap Sinyal Motif Pembunuhan Brigadir J Menjurus Satu Titik, LPSK Singgung Suka Sama Suka

Baru terungkao beberapa hal kejanggalan juga perlahan mulai nampak terlihat di kasus Brigadir J, dan kemudahan disampaikan jajaran LPSK. 

Editor: Indry Panigoro
Polri TV/Tangkap Layar
Putri Candrawathi dan pemeran Brigadir J saat rekonstruksi Baru Terungkap Sinyal Motif Pembunuhan Brigadir J Menjurus Satu Titik, LPSK Singgung Suka Sama Suka 

"Dari peristiwa itu tidak tergambar adanya relasi kuasa yang ditemukan dalam aksi pelecehan seksual, Karena posisi Joshua itu adalah anak buah dari ibu PC atau anak buah dari Irjen Sambo, derajat Yosua dibawah mereka," imbuhnya.

Kejanggalan selanjutnya yakni terdapat di lokasi dugaan pelecehan seksual terhadap ibu PC berlangsung.

Diketahui, di lokasi tersebut juga terdapat beberapa orang, dan tidak hanya berisikan antara ibu PC dan almarhum Yosua saja, sehingga, apabila itu terjadi, akan sangat kurang memungkinkan.

"Ketika dugaan peristiwa itu terjadi di lokasi itu ada KM dan S, tentu sangat luar biasa nekat kalau almarhum Yosua melakukan tindakan pelecehan seksual kepada ibu PC," lugasnya.

Seusai informasi yang telah didapat pihak LPSK terkait dugaan pelecehan tersebut, diperkirakan juga bahwa tidak mungkin korban yang diduga adalah ibu PC masih ingin bertemu atau berkomunikasi dengan terduga pelaku ialah almarhum Joshua.

Sebab, apabila dugaan pelecehan seksual tersebut benar terjadi, ibu PC diperkirakan akan trauma hingga depresi, dan memungkinkan untuk tidak ingin berkenan melalukan pertemuan dengan almarhum Joshua.

Ferdy Sambo, Putri Candrawathi serta Brigadir J
Ferdy Sambo, Putri Candrawathi serta Brigadir J (Kolase Tribunnews.com/Istimewa)

"Ibu PC masih bertanya kepada RR di mana Joshua, dan kemudian RR membawa Joshua ke kamar ibu PC, jadi PC masih bertanya tentang Joshua, dan PC sebagai terduga misalnya korban kekerasan seksual masih bisa bertemu dengan terduga pelaku itu rasanya tidak lazim," jelas Edwin.

Ditambah, ibu PC dan almarhum Joshua saat berada di Magelang juga masih tinggal di satu rumah yang sama.

Dengan hal itu, tentu Edwin menjelaskan peristiwa ini benar-benar janggal, sebab, tidak akan memungkinkan juga terduga korban akan rela tinggal satu rumah yang sama dengan terduga pelaku.

"Agak sulit membayangkan bagaimana ibu PC pemilik rumah dan juga korban masih bisa serumah dengan terduga pelaku," lugasnya.

Tidak hanya berhenti sampai disitu, kejanggalan selanjutnya yakni dari segi waktu pelaporan ke pihak Kepolisian setempat.

Edwin mempertanyakan perihal jangka waktu dan alasan ibu PC untuk tidak lapor secara langsung ke jajaran Kepolisian setempat.

Mengingat, pihak kepolisian pastinya akan langsung membantu melakukan penyelidikan dengan mencari bukti secara ilmiah.

Bahkan untuk mengungkap suatu kasus, pihak kepolisian juga akan mencari lebih banyak bukti yang relevan sebagai dukungan dalam isi laporan pengaduan korban.

Tapi, hingga kini, penyampaian dugaan kekerasan seksual tersebut hanya bersumber dari penjelasan sepihak ibu PC saja.

Halaman
123
Sumber: TribunMedan.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved