Brigadir J Tewas
Akhirnya Terungkap 20 Menit Situasi Jelang Eksekusi Brigadir J, Putri Menangis, Ferdy Sambo Marah
Akhirnya terungkap 20 menit situasi jelang pembunuhan terhadap Brigadir J di rumah Ferdy Sambo.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhirnya terungkap 20 menit situasi jelang pembunuhan terhadap Brigadir J.
Dalam pembahasan eksekusi Brigadir J, Bharada E melihat Putri Candrawathi menangis, sementara Ferdy Sambo dalam keadaan marah.
Kasus tewasnya Brigadir J menjadi perhatian banyak pihak, diketahui sebelumnya, Brigadir J tewas diduga ditembak oleh sesama anggota polisi Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.
Baca juga: Baru Terungkap Isi Pembicaraan Putri dan Ferdy Sambo pada Bharada E & Bripka RR di Lantai 3 Rumahnya
Baca juga: Gempa 5,1 SR Siang Ini Minggu 21 Agustus 2022, Baru Saja Guncang di Laut, Ini Info BMKG Lokasinya
Baca juga: Baru Terungkap Alasan Pengacara Keluarga Brigadir J Mau Adopsi Anak Bayi Ferdy Sambo dan Putri
Foto: Peran Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo dalam aksi pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. (Tribun Jakarta)
Bharada E melalui kuasa hukumnya, Ronny Tapaessy, mengungkap suasana rapat kecil selama sekira 20 menit untuk merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J di rumah Ferdy Sambo.
Seperti diketahui, misteri pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Eks Kadiv Propam Polri Ferdy kawasan Duren III Jakarta, Jumat 8 Juli 2022 lalu, perlahan mulai terkuak.
Sebelum eksekusi dilakukan, saat itu diadakan rapat singkat di rumah pribadi Ferdy Sambo.
Rumah pribadi ini letaknya di Jalan Saguling III, Kompleks Pertambangan, Duren Tiga, Jakarta Selatan atau sekitar 500 meter dari rumah dinas lokasi pembunuhan Brigadir J.
Kala itu Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka RR, dan Bharada E membahas skenario untuk menghabisi Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
"Jadi memang, ada proses waktu di lantai 3, ketika klien saya dipanggil ke dalam suatu ruangan meeting, ruangan rapat, bahwa ternyata memang sudah ada Ibu PC ini membicarakan mengenai tentang almarhum Yosua," ucap Ronny Talapessy dikutip dari YouTube TV One.
Putri Candrawathi (PC) dan rombongan ajudan termasuk sopir Kuat Maruf baru pulang dari Magelang.
Rapat, menurut Ronny berlangsung sangat singkat bagi Bharada E.
Ronny menyebut kliennya tanpa motif.
Dalam hal rapat persiapan eksekusi Brigadir J itu, Bharada E hanya menerima perintah eksekusi.