Brigadir J Tewas
Akhirnya Terungkap 20 Menit Situasi Jelang Eksekusi Brigadir J, Putri Menangis, Ferdy Sambo Marah
Akhirnya terungkap 20 menit situasi jelang pembunuhan terhadap Brigadir J di rumah Ferdy Sambo.
Deolipa Yumara Sebut Ferdy Sambo Psikopat
Foto: Deolipa Yumara, pengacara Bharada E kasus kematian Brigadir J (Kolase Dok. Kompas TV/Handout)
Sebelumnya, mantan pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Deolipa Yumara, menyebut sosok eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo seorang psikopat.
Menurutnya, Ferdy Sambo berkeinginan menjadi Kapolri dan presiden RI.
"Psikopat Ferdy Sambo, ini psikopat ini, sudah kita deteksi lama dia ingin jadi Kapolri, kita deteksi juga sejak lama dia ingin jadi presiden," ujar Deolipa di kediamannya, Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/8/2022).
Deolipa juga mengatakan Ferdy Sambo seorang biseksual.
Dia berpendapat seperti itu berdasarkan ilmu psikologi yang dipelajarinya.
"Dia adalah biseksual. Biseksual ini suka sama wanita, suka juga sama pria, tingkat cemburunya tinggi.
Karena dia bisa bercinta dengan beberapa orang.
Orang biseksual ini, menurut ilmu psikologi yang sudah lama saya pelajari di psikologi UI sejak lama, orang biseksual ini punya tingkat cemburu yang tinggi ke arah psikopatik, ke arah panik dan gila.
Untung saja kami deteksi orang ini sudah sejak 2 tahun kemarin," katanya.
Ia pun memastikan bahwa Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan Bharada E bukanlah LGBT atau biseksual seperti dugaan sejumlah pihak.
Deolipa bilang Brigadir J maupun Bharada E merupakan korban Ferdy Sambo.
"Dari perkara ini saya sampaikan saudara Eliezer bukan seorang LGBT, saudara Yosua bukanlah LGBT, karena mereka mempunyai pacar masing-masing dan dalam komunikasi dalam kamar masing-masing mereka menyayangi kekasihya dan taat akan Tuhan," kata Deolipa.
"Saya sampaikan saudara Eliezer adalah korban kekejaman seorang psikopat.
Saya sampaikan saudara Yosua adalah korban seorang psikopat," tambahnya.
(Tribunnews.com)
Tayang di Tribunnews.com