Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

China Lanjutkan Latihan Militer Meski Sudah Satu Minggu, Tak Akan Toleransi Separatisme di Taiwan

Meski sudah latihan militer selama seminggu, militer China tetap akan melanjutkan latihannya. China juga akan memantau situasi di Selat Taiwan.

Editor: Isvara Savitri
Kompas.com/PLA EASTERN THEATER COMMAND via AFP
Rudal China yang ditembakkan saat latihan militer terbesar di sekitar Taiwan pada Kamis (4/8/2022). Foto ini didapat dari video Komando Teater Timur-nya Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China yang disediakan untuk Eurovision Social Newswire (ESN) via AFPTV. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasukan militer China telah melaksanakan latihan selama satu minggu.

Rabu (10/8/2022), China mengatakan pihaknya telah menyelesaikan banyak tugas di sekitar Taiwan.

Kini, China terus memantau perubahan situasi di Selat Taiwan.

Hal ini diungkapkan oleh Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) melalui akun Weibo resminya, dikutip dari Reuters.

Meski telah latihan, China tetap akan meneruskan latihan militernya dan akan terus patroli.

Selain itu, China pada Rabu (10/8) bersumpah tidak akan menoleransi kegiatan separatis di Taiwan, dan menegaskan kembali akan mengambil pulau itu dengan paksa jika perlu.

Baca juga: Wisata Manado - Desa Budo, Tawarkan Pemandangan Alam Bawah Laut Memukau

Baca juga: Paguyuban Desa di Kabupaten Bolsel Sulawesi Utara Gandeng Karang Taruna Gelar Turnamen Volly Ball

Peringatan dari Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai wilayahnya, datang setelah berhari-hari latihan militer China yang belum pernah terjadi sebelumnya di sekitar pulau itu.

Kantor Urusan Taiwan China pada Rabu (10/8) mengeluarkan buku putih yang menguraikan bagaimana mereka bermaksud untuk mengklaim Taiwan melalui berbagai insentif ekonomi dan tekanan militer.

"Kami siap untuk menciptakan ruang yang luas untuk reunifikasi damai, tetapi kami tidak akan meninggalkan ruang untuk kegiatan separatis dalam bentuk apa pun," kata buku putih itu.

Kapal fregat kelas Cheng Kung menembakkan rudal anti-udara dalam bagian latihan tahunan Han Kuang di lepas pantai timur pulau itu dekat kota Yilan, Taiwan, 26 Juli 2022. China menjatuhkan rudal ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang pada Kamis (4/8/2022).
Kapal fregat kelas Cheng Kung menembakkan rudal anti-udara dalam bagian latihan tahunan Han Kuang di lepas pantai timur pulau itu dekat kota Yilan, Taiwan, 26 Juli 2022. China menjatuhkan rudal ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang pada Kamis (4/8/2022). (Kompas.com/AP/Huizhong Wu)

"Kami tidak akan meninggalkan penggunaan kekuatan, dan kami memiliki opsi untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan," sebut buku putih tersebut, seperti dikutip Channel News Asia.

"Kami hanya akan dipaksa untuk mengambil tindakan drastis untuk menanggapi provokasi elemen separatis atau kekuatan eksternal jika mereka melewati garis merah kami," tulis buku putih itu.

China terakhir mengeluarkan buku putih tentang Taiwan pada 2000.

Baca juga: Sekretaris Daerah Jusnan Mokoginta Hadiri Kegiatan Spotlight Rabu Belajar Bagi ASN di Bolmut Sulut

Baca juga: Gempa Bumi Hari Ini, Wilayah Indonesia Diguncang Magnitudo 4,1 Berikut Info BMKG

Hubungan antara China dan Taiwan memburuk secara signifikan sejak Tsai Ing-wen menjadi Presiden Taiwan pada 2016.

Tsai dan Partai Progresif Demokratiknya tidak menganggap Taiwan sebagai bagian dari China.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul China Akhiri Latihan Militer di Sekitar Taiwan, Pasukan dalam Posisi Siap Tempur.

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved