Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BRI Manado

Regional CEO BRI Manado Luthfi Iskandar: Waspada Penipuan Modus Soceng!

Regional CEO BRI Manado Luthfi Iskandar sebut penipuan modus Soceng marak. Modusnya antara lain melalui email, telepon, maupun media sosial.

Dokumen Tribun Manado
Regional CEO BRI Manado Luthfi Iskandar (kedua dari kiri) dan Pemimpin Wilayah V Pegadaian Manado Edy Purwanto (kiri) bersama GM Business Tribun Manado Risdianto Tunandi dan Pemimpin Redaksi Tribun Manado Jumadi Mappanganro di Kantor BRI Manado, Senin (8/8/2022). Luthfi Iskandar meminta warga mewaspadai penipuan modus Soceng. 

Alasannya, ia tak bisa melarang penjahat itu berhenti melakukan Soceng. Karena mereka di luar kendali kita.

“Yang bisa saya lakukan adalah meminta para karyawan BRI rutin menyebarkan informasi tentang bahaya Soceng, baik melalui media sosial maupun media lainnya,” tutur Ketua BRI Bikers Community Region Bandung ini.

Ia mengingatkan setiap nasabah untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi, seperti nomor kartu debit/kredit, masa berlaku kartu, tanggal lahir, PIN, maupun 6 angka untuk menjalankan transaksi yang diterima melalui SMS (OTP)

Bagi nasabah yang merasa telah menjadi korban kejahatan modus social engineering, nasabah diimbau segera menghubungi contact center bank agar dapat dilakukan pemblokiran rekening pada kesempatan pertama.

Nasabah juga diimbau segera melaporkan ke polisi terdekat agar bisa dilakukan penyelidikan dan penanganan lebih lanjut atas kasus kejahatan yang dihadapi serta mencegah kerugian lebih besar.

Jebakan Soceng

Sementara itu dilansir dari Instagram resmi OJK @ojkindonesia berikut ini adalah cara melindungi diri dari jebakan soceng alias social engineering.

1. Jaga kerahasiaan data pribadi

Jangan pernah memberikan informasi data pribadi kepada siapapun, termasuk kepada oknum yang mengaku sebagai pegawai bank atau formulir undian berhadiah.

Adapaun data pribadi yang dimaksud berupa username atau password aplikasi dan email, PIN, MPIN, kode OTP, nomor kartu ATM, kartu kredit atau kartu debit, nomor CVV, CVC kartu kredit atau debit, nama ibu kandung, dan informasi pribadi lainnya.

2. Waspadai penipu yang mengaku petugas bank

Biasanya penipu akan menghubungi melalui telepon, email, SMS, atau akun media sosial yang menanyakan data pribadi dengan berbagai modus.

Misalnya, menginformasikan kartu diblokir, ada kenaikan biaya transfer, dan tawaran upgrade tabungan. Biasanya modus tersebut memancing masyarakat untuk panik atau senang dan ujungnya meminta password, PIN, OTP, MPIN, dan data pribadi lain.

Perlu diingat, petugas bank yang asli tidak akan meminta data pribadi.

3. Jangan mengungah data pribadi di media sosial

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved