Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konflik Rusia dan Ukraina

Keganasan Neo Nazi di Ukraina Tak Pernah Disorot, Memantik Kekerasan Terhadap Warga Rusia Sejak 2014

Media Barat seakan lupa dengan keberadaan kelompok neo-Nazi Ukraina. Keberadaan neo-Nazi dianggap menjadi salah satu penyebab konflik Rusia-Ukraina.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com/Photo by Handout/Russian Defence Ministry/AFP
Tangkapan layar ini diperoleh dari video selebaran yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 17 Mei 2022, menunjukkan anggota layanan Ukraina saat mereka digeledah oleh personel militer pro-Rusia setelah meninggalkan pabrik baja Azovstal yang terkepung di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina. 

Regu Pemusnahan ala Nazi

Ia lalu mengungkap apa yang terjadi saat penembak jitu membunuh sejumlah pemrotes dan polisi di Lapangan Maidan Kiev pada Februari 2014.

Peristiwa ini memicu “revolusi demokrasi” yang menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych, dan membawa ke tampuk kekuasaan rezim anti-Rusia dan pro-Amerika yang ganas.

Menurut Cohen, peristiwa itu bukanlah demokrasi atau revolusi, tetapi kudeta kekerasan yang terjadi di jalan-jalan dengan dukungan tingkat tinggi.

Pelakunya bukan dikirim Yanukovych, seperti yang masih dilaporkan secara luas, melainkan hampir pasti oleh organisasi neo-fasis Right Sector dan rekan-rekan konspiratornya.

Kejadian itu disusul pembakaran pemrotes di Odessa tak lama kemudian, yang membangkitkan ingatan tentang regu pemusnahan Nazi di Ukraina selama Perang Dunia II.

Kenyataan ini telah dihapus dari narasi media arus utama Amerika.

Bagi warga Ukraina, peristiwa itu tetap menjadi pengalaman yang menyakitkan.

Batalyon Azov atau Resimen Azov, yang terdiri sekira 3.000 pejuang bersenjata lengkap, telah memainkan peran tempur utama dalam perang saudara Ukraina.

Mereka sekarang merupakan komponen resmi angkatan bersenjata Kiev.

Baca juga: Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Kantongi Nama Pelaku Pengancaman: Yang Jelas Bukan Bharada E

Baca juga: 2 Kapal Ikan Asing Berbendera Vietnam Masuk ke Indonesia, TNI AL Dapat 15 Ton Ikan

Dari tanda-tanda, simbol, gaya, narasi, slogan, dan aksinya, mereka diakui menjalankan spirit neo-Nazi.

Program-programnya didokumentasikan baik beberapa organisasi pemantau internasional.

Undang-undang Kongres AS pernah melarang Azov menerima bantuan militer AS.

Tapi mereka kemungkinan mendapatkan beberapa senjata baru kiriman AS di era pemerintahan Trump, menyusul jaringan korupsi dan pasar gelap yang merajalela di Ukraina saat itu.

Banyak foto dan video menunjukkan bagaimana perilaku fasisme Batalyon Azov.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved