Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konflik Rusia dan Ukraina

Keganasan Neo Nazi di Ukraina Tak Pernah Disorot, Memantik Kekerasan Terhadap Warga Rusia Sejak 2014

Media Barat seakan lupa dengan keberadaan kelompok neo-Nazi Ukraina. Keberadaan neo-Nazi dianggap menjadi salah satu penyebab konflik Rusia-Ukraina.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com/Photo by Handout/Russian Defence Ministry/AFP
Tangkapan layar ini diperoleh dari video selebaran yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 17 Mei 2022, menunjukkan anggota layanan Ukraina saat mereka digeledah oleh personel militer pro-Rusia setelah meninggalkan pabrik baja Azovstal yang terkepung di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina. 

Alasan ketidaktahuan ini adalah kekosongan informasi yang dialami oleh hampir seluruh audiens barat sejak 2014.

Kudeta Politik Euromaidan 2014

Pada musim dingin 2013-2014, Euromaidan terjadi di Ukraina, dan negara itu mulai mengalami perang saudara. Pers barat menyambut berita dari Kiev secara antusias.

Satu di antara jurnalis Inggris yang sejak awal tidak mendukung kudeta Ukraina dan kaum radikalnya adalah Graham Phillips.

Dia mengumpulkan bukti tentang genosida warga sipil di Donbass dan kejahatan perang oleh tentara Ukraina dan Pasukan Keamanan Nasional.

“Warga Ukraina cukup sering bertanya kepada saya mengapa saya tidak mendukung Euromaidan. Jawabannya sederhana: kakek saya berperang melawan fasisme selama Perang Dunia II,” jawabnya.

“Jika Anda mendukung Euromaidan, Anda mendukung mereka yang melawan mereka. Fasisme berakar kuat di Euromaidan, dan jelas dari mana ia tumbuh,” lanjutnya.

Phillips menjelaskan, di bawah pengaruh partai-partai kanan radikal, pendukung moderat dari All-Ukrainian Union ‘Fatherland’dan UDAR (Aliansi Demokratik Ukraina untuk Reformasi) beralih ke 'superviolence,' yang menjadi ciri khas Euromaidan.

Graham Phillips menuliskan ulasannya di situs Ukraina.ru.

Beberapa outlet barat memang menulis pasca-Maidan Ukraina dibanjiri radikal sayap kanan, dari pemerintah hingga tentara.

Pada Mei 2018, jurnal opini mingguan AS, The Nation, menerbitkan opini Stephen Cohen, profesor emeritus dalam studi Rusia di Universitas Princeton dan Universitas New York.

Cohen menulis tentang peran neo-Nazi dalam krisis Ukraina dan kolusi AS dengan kaum radikal Ukraina.

Menurutnya, ada usaha secara sengaja narasi arus utama untuk menampilkan apa yang harus diungkapkan dan atau dihilangkan.

Langkah itu dilakukan kekuatan neo-fasis Ukraina yang didukung AS, dan menguasai Kiev sejak 2014.

Menurut Cohen, tak banyak orang Amerika mengikuti perkembangan ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved