Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Baru Terungkap Dokter Forensik UI Baca Kesulitan Autopsi Brigadir J, Sudah Hampir 2 Minggu

Made Ayu Mira Wiryaningsih membaca kesulitan yang menjadi tantangan pada proses autopsi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J

Kolase Tribunnews.com
Ibunda Brigadir J yang tewas baku tembak dengan Bharada E histeris lihat kondisi jasad anaknya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Baru terungkap dokter forensik Universitas Indonesia (UI) baca kesulitan yang menjadi tantangan proses autopsi Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Made Ayu Mira Wiryaningsih Kepala Unit Forensik Rumah Sakit UI mengatakan karena jenazah Brogadir J sudah autopsi yang kedua dan hampir 2 minggu dimakamkan.

Kasus Brigadir J tewas yang diduga karena ditembak oleh Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo tengah menjadi perhatian banyak pihak.

Baca juga: Kasus Dugaan Pembunuhan Berencana Terhadap Brigadir J Naik ke Penyidikan, Segera Tetapkan Tersangka?

Baca juga: Baru Terungkap, Polisi Sita Sejumlah Barang ini Milik Brigadir Yoshua dari TKP, Ada Pakaian Terakhir

Baca juga: Baru Terungkap Kata Kombes Budhi Usai Dinonaktifkan dari Kapolres Jakarta Selatan: Semua Ini Titipan

Foto: Kepala Unit Forensik Rumah Sakit Universitas Indonesia, Made Ayu Mira Wiryaningsih membaca kesulitan yang menjadi tantangan pada proses autopsi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J Jumat (22/7/2022) (Tangkap Layar Kompas Tv)

Kepala Unit Forensik Rumah Sakit UI, Made Ayu Mira Wiryaningsih membaca kesulitan yang menjadi tantangan pada proses autopsi Brigadir J.

Sebagaimana diketahui, jenazah Brogadir J telah dimakamkan di kampung halamannya, Kampung Sungai Bahar, Batang Hari, Jambi pada Senin (11/7/2022), lalu.

Sehingga, Jumat (22/7/2022), adalah hari ke 11 sejak jenazah Brigadir J dimakamkan.

Tentu ini menjadi tantangan tim forensik dalam melakukan pemeriksaan.

"Karena ini sudah autopsi yang kedua,

sudah hampir dua minggu sejak dimakamkan,

pasti hasilnya tidak akan seoptimal pada waktu autopsi yang pertama."

"Dalam artian, mungkin sebagian luka-lukanya sudah mengalami pembusukkan."

"Walaupun pada pemberitaan sudah dilakukan pengawetan terhadap jenazah,

namun pengawetan jenazah itu sifatnya hanya memperlambat proses pembusukkan."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved