Internasional
Terungkap Pembicaraan Telepon China dan Rusia, Bahas Keuntungan Bersama
Presiden China, Xi Jin Ping, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin kembali berunding. Mereka membahas keuntungan di antara keduanya.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Presiden China, Xi Jinping kembali berunding dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Menurut laporan Xinhua, perundingan tersebut dilakukan via telepon pada Rabu (15/6/2022).
Keduanya dilaporkan membahas hubungan bilateral.
China dan Rusia menganggap keduanya berhasil mempertahankan hubungan baik di tengah ketidakpastian dan transformasi global.
Kerjasama ekonomi dan perdagangan keduanya membuat kemajuan yang stabil.
Hal tersebut diungkapkan oleh Xi.
Baca juga: Penjabat Sekda Bitung Rudy Theno Lakukan Sidak, Ada Lurah Kedapatan Tidak di Kantor
Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Jumat 17 Juni 2022, Scorpio Tetap Waspada, Aquarius Hari yang Bahagia
Ia juga menyoroti adanya jembatan jalan raya lintas batas Heihe-Blagoveshchensk telah dibuka untuk menghubungkan kedua negara.
Lebih lanjut, Xi menegaskan bahwa China siap bekerja dengan Rusia untuk mendorong pengembangan kerja sama bilateral praktis yang stabil dan berjangka panjang.
"China bersedia memperdalam koordinasi strategis dan memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam organisasi internasional dan regional yang penting seperti PBB, mekanisme BRICS dan Organisasi Kerjasama Shanghai," ungkap Xi, seperti dikutip Xinhua.
Di sektor ekonomi, China menyatakan siap bekerja sama dengan Rusia untuk mempromosikan solidaritas dan kerja sama di antara negara-negara pasar berkembang dan negara-negara berkembang.
Sementara itu, Putin mengatakan Rusia dengan tulus mengucapkan selamat kepada China atas pencapaian pembangunannya yang luar biasa di bawah kepemimpinan kuat Xi.
Ia pun menyadari bahwa kerja sama kedua negara telah berkembang sejak awal tahun.
Baca juga: Dianggap Nyalinya Besar, Nasib Minyak Goreng Kini di Tangan Zulkifli Hasan
Baca juga: Masih Ingat Luri AFI? 13 Tahun Meninggal Arjuna AFI Masih Menduda, Dilarang Putranya Menikah Lagi
Putin juga menyatakan menentang kekuatan apa pun untuk mencampuri urusan dalam negeri China atas alasan apapun, termasuk isu Xinjiang, Hong Kong dan Taiwan.
"Rusia siap memperkuat koordinasi multilateral dengan China untuk melakukan upaya konstruktif dalam meningkatkan multipolarisasi dunia, dan membangun tatanan internasional yang lebih adil dan wajar," tegas Putin.
Tidak lupa, Xi dan Putin turut berbagi pikiran tentang masalah Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-kiri-dan-Presiden-China-Xi-Jinping-DSVFDV.jpg)