Pantas Warga Brunei Darussalam Langsung Tutup Pintu Saat Ada Tamu, Ternyata Ini Maksudnya
Wulan menyebut apabila di sebuah rumah kedatangan tamu, pemilik rumah justru akan menutup pintu rumahnya.
"Kalau bercengkrama ya di dalam rumah saja," kata Wulan.
Tak bisa langsung bertamu
Kebiasaan bertamu berikutnya juga terdengar tak biasa namun bisa jadi lebih sopan dibandingkan di Indonesia.
Di Brunei, pantang bagi mereka untuk bertandang langsung ke rumah orang yang dituju.
Mereka harus mengirimkan pesan terlebih dulu kepada pemilik rumah untuk meminta izin.
"Harus kirim pesan dulu dan keberadaan pemilik rumah apakah sedang ada di rumah," imbuh Wulan.
Lebih senang di kafe
Dibandingkan bertamu ke rumah, orang Brunei lebih senang jika harus menghabiskan waktu dengan tea time (atau ngeteh-ngeteh cantik) di sebuah kafe atau taman.
Aktivitas tea time itu lekat dengan ajakan "jom minum,".
Dijelaskan Wulan ajakan itu berarti mengajak teman-teman berkumpul bersama di cafe sembari menikmati minuman teh atau kopi.
"Biasanya mereka chat bilang 'jom minum' Lalu mereka melakukan tea time kemudian saling ngobrol dan bersenda gurau," kata Wulan.
Hal ini memang tak terlihat jauh berbeda, mengingat kebiasaan orang Indonesia yang juga suka nongkrong ria di cafe hanya untuk bertemu teman-teman.
Tetapi di Indonesia, alternatif lain selain nongkrong adalah kita bisa langsung bertandang ke rumah teman yang ingin kita temui.
Sementara hal itu agak tak biasa dilakukan di Brunei.
(Bangkapos.com/Vigestha Repit)
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com