KKB Papua
Anak Buah Komandan KKB Papua Diusir Warga Usai Tembak Mati Seorang Anak, Ancam Bunuh Pejabat Puncak
Oknum KKB Papua diusir warga usai membunuh anak kepala suku. Tak tobat, kembali lontarkan ancaman terhadap pemerintah dan pejabat.
Masih adakah keberanian itu dan dilontarkan lagi pada hari-hari yang akan datang?
Bukankah saat ini warga Papua tak perlu takut, karena ribuan aparat TNI POlri telah hadir di daerah itu untuk membela kepentingan rakyat?
Jika KKB murni berjuang untuk Papua merdeka, lantas mengapa perjuangan itu tak didukung oleh warga setempat?
Mengapa perjuangan itu tak direstui pula oleh dunia internasional?
Padahal sejumlah diplomat versi TPNPB-OPM telah disebarkan ke seluruh dunia untuk kepentingan Papua merdeka?
Bukankah menteri luar negeri TPNPB-OPM yang dulunya getol berjuang untuk Papua merdeka, kini telah berbalik haluan dan kembali ke pangkuan NKRI?
Jika ditilik dari konteks ini, maka benar pernyataan Bupati Puncak, Willem Wandik.
Bahwa kemerdekaan Papua bukan terletak pada perjuangan KKB yang dilakukan selama ini.
Kemerdekaan Papua sudah terwujud sejak Indonesia merdeka. Tugas pemerintah dan seluruh warga Papua saat ini, adalah mengisi kemerdekaan dengan kegiatan pembangunan.
Sedangkan bagi kelompok bersenjata yang terus berjuang secara gerilya, harus diberikan tindakan tegas sambil menyadarkannya agar tak kembali lagi ke medan laga. (frans krowin)
(*)
Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com https://kupang.tribunnews.com/2022/06/02/anggota-kkb-ini-diusir-dari-pedalaman-papua-bukannya-malu-bertobat-tapi-tebar-ancaman-baru-lho?page=all